Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2017
  MASA PRAPASKAH
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  
  Rabu, 1 Maret 2017
  HARI RABU ABU - awal masa prapaskah
 

BAPAMU YANG TAK KELIHATAN MELIHAT PERBUATANMU YANG TERSEMBUNYI DAN MEMBALASNYA KEPADAMU

 
 
 
Yl 2:12-18 | Mzm 51:3-6a.12-14.17 | 2 Kor 5:20-6:2 | Mat 6:1-6.16-18

Koyakkanlah hatimu dan janganlah pakaianmu (Yl 2:12-18)

"Sekarang", beginilah firman Tuhan, "berbaliklah kepadaKu dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan mengaduh." Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukumanNya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, lalu meninggalkan berkat menjadi kurban sajian dan kurban curahan bagi Tuhan, Allahmu. Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya. Kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang lanjut usia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu. Baiklah pengantin laki-laki keluar dari kamarnya dan pengantin perempuan dari kamar tidurnya. Bailah para imam, pelayan-pelayan Tuhan, menangis di antara balai depan mezbah, dan berkata, "Sayangilah, ya Tuhan. umatMu, dan jangan biarkan milikMu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa-bangsa: Di mana Allah mereka?" Maka Tuhan menjadi cemburu karena tanahNya dan menaruh belas kasihan kepada umatNya.

 

HANYA DEBULAH AKU! Sepenggal lagu yang biasa mengiringi pembukaan Masa Prapaskah, yang ditandai dengan penerimaan abu di kepala. Kita tiba di awal masa tobat yang ditandai oleh mati raga, dalam bentuk puasa dan pantang. Hari Rabu Abu jadi penting karena mengingatkan kita akan hakekat diri manusia yang penuh dosa, yang hanya diselamatkan kalau bertobat. Namun, apa artinya tobat? "Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu", kata Nabi Yoel. Pertobatan itu harus menyentuh nurani, bukan sekedar tampilan lahiriah yang dipertontonkan. Tuhan merindukan ungkapan cinta sejati, bukan sekedar pameran agar dipuji banyak orang. Tobat sejati adalah jembatan rekonsiliasi dengan Tuhan, sehingga Ia berbelas kasih kepada manusia.

WALAUPUN tema perayaan ini adalah penyesalan dan tobat dari dosa, inti pesan ialah keselamatan. Ketika seseorang didamaikan dengan Tuhan, ia mengalami curahan rahmat keselamatan oleh Yesus Kristus yang telah diperlakukan sebagai orang berdosa, agar semua orang berdosa diselamatkan. Kasih karunia Allah ini tak boleh disia-siakan. Demikian, penekanan Santo Paulus. Maka, hari pengampunan haruslah disyukuri, karena di dalam peristiwa ini manusia berdosa menerima karunia keselamatan. Keselamatan yang merupakan buah korban diri Kristus ini diwartakan-Nya sendiri ketika berkarya di tengah orang Israel. Maka Kristus Yesus menuntut pembaharuan diri. Orang harus beralih dari kemunafikan menuju jalan lurus kejujuran, dari hati yang tegar menjadi hati yang tulus, dari kerakusan menjadi penuh perhatian kepada sesama manusia, dan seterusnya. Ketika semuanya dijalankan dengan sungguh-sungguh, Bapa surgawi sendiri melihatnya dan akan memberi jawaban yang sesuai,

PUASA DAN PANTANG biasanya menjadi tindakan konkrit umat beriman di dalam menanggapi seruan pertobatan ini. Dengan dua aksi ini, umat ingin sedikit mengambil bagian di dalam penderitaan Yesus Kristus yang berkorban diri untuk keselamatan orang yang berdosa. Puasa dan pantang menjadi kesempatan kita mendidik diri tentang apa artinya mati raga; menahan diri dari godaan yang menyenangkan; membawa korban silih yang bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain; melakukan amal dan tapa yang bermanfaat bagi orang yang menderita. Semoga Masa Prapaskah ini menjadi masa penuh rahmat, karena kita semua berhasil membaharui diri di hadapan Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, sadarkanlah kami akan tobat sejati, sehingga amal dan matiraga kami membuahkan rahmat kedamaian. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-6a.12-14.17; R: 3a)

Ref: Kasihanilah kami, ya Allah, karena kami orang berdosa.
  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, menurut besarnya rahmatMu hapuskanlah pelanggar- anku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku!.
  2. Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandanganMu kulakukan.
  3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam diriku. Janganlah membuang aku dari hadapanMu, dan janganlah mengambil rohMu yang kudus dari padaku!
  4. Berilah aku sukacita karena keselamatanMu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepadaMu!
 

Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan (2 Kor 5:20-6:2)

Saudara-saudara, kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasehati kamu dengan perkataan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Sebagai teman-teman sekerja, kami menasehati kamu supaya kamu jangan membuat sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima. Sebab Allah berfirman, "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau. Dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Camkanlah, saat inilah saat perkenanan itu, hari inilah hari penyelamatan itu.
 

Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan mengganjar engkau (Mat 6:1-6.16-18)

Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-muridNya, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu, Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi jika engkau berdoa masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa Jangan lah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya.’ Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge