Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
April 2017
  MASA PRAPASKAH PEKAN 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
           
23 24 25 26 27 28 29
30            
  Sabtu, 1 April 2017
   
 

BANGUNLAH HAI KAMU YANG TIDUR, BANGKITLAH DARI ANTARA ORANG MATI, KRISTUS SEDANG MENERANGIMU

 
 
 
Yer 11:18-20 | Mzm 7:2-3.9b-12 | Yoh 7:40-53

Aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih (Yer 11:18-20)

Nabi berkata, “Tuhan memberitahukan ancaman-ancaman yang dirancang orang terhadapku; maka aku mengetahuinya. Pada waktu itu Engkau, ya Tuhan, memperlihatkan ancaman mereka kepadaku. Dulunya aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih; aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku dengan berkata, ‘Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!’ Tetapi, Tuhan, semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.”

 

PROFESI pria itu adalah pelaku bisnis di bidang pariwisata. Usaha itu dijalankan dengan saudaranya, tidak terlalu besar tetapi cukup buat memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan dan kesehatan. Yang tidak diketahui oleh banyak orang ialah ia adalah seorang anggota intelijen yang memantau kehidupan masyarakat. Sebagai orang Katolik, ia juga memantau situasi yang mengancam gereja dan umat, terutama kalau menjelang hari-hari raya. Ancaman sering diterima oleh gereja, namun cepat sekali diatasi. Hanya ketika ajal menjembut, umat jadi tahu apa yang dia lakukan untuk membela umat Allah yang berada dalam kesulitan. Satu hal, ia tak pernah mencari kehormatan atas perbuatannya itu.

PEMBELAAN bagi umat Israel dilakukan oleh Sang Pembela sejati dalam sejarah keselamatan, yakni Tuhan sendiri. Di dalam tekanan kuasa duniawi dan pengkianat iman, seorang anak Allah mudah terjerat dan dilanda kebingungan. Dengan polos ia menerimanya sebagai kebenaran, padahal nyawanya sendiri terancam. Di sini andalan umat Allah hanyalah Tuhan, Sang Pembela sejati, yang melawan orang-orang yang melakukan pemupakatan jahat. Sikap Tuhan ini menurun kepada orang-orang yang benar, yang tanpa ragu membela kebenaran walaupun itu berarti melawan pendapat umum yang sedang berlaku. Sikap ini ditunjukkan oleh Nikodemus ketika membela Yesus, walaupun dengan itu Nikodemus melawan arus pemikiran anggota Makhamah Agama (Sanhedrin), bahwa Yesus tak mungkin Mesias karena ia dari Nazaret, karena Mesias harus datang dari Betlehem. Yang tidak mereka ketahui, Yesus itu lahir di Betlehem dan berasal dari keluarga Daud.

MEMBELA kebenaran seringkali menempatkan kita dalam posisi yang sulit. Kebenaran itu sering menyakitkan. Kita bisa ditolak dan dibenci oleh orang-orang yang tersakiti karena pengungkapan kebenaran itu. Yesus Kristus memberi contoh harga kebenaran, yakni salib dan kematian-Nya. Di hadapan Pilatus ia bersikukuh berpegang pada kebenaran. Di hadapan Sanhedrin ia berlaku demikian juga. Mengapa demikian? Karena Yesus tahu, kebenaran itu menyelamatkan. Dengan berada di jalan yang benar, orang membebaskan diri dari ikatan dosa, kemunafikan, konspirasi tak jujur dan sebagainya. Yang ia miliki hanyalah hati yang murni, siap ditaburi firman Tuhan, sehingga tutur kata dan perilakunya dapat menjadi teladan bagi orang yang mencari Tuhan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadilah teladan kebenaran bagi kami semua, dan kobarkanlah semangat kami untuk mengikuti langkah-Mu. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 7:2-3.9b-12; R: 2a)

Ref: Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung.
  1. Ya Tuhan, Allahku, pada-Mu aku berlindung; selamatkanlah aku dari semua orang yang mengejar aku, dan lepaskanlah aku. Supaya jangan mereka seperti singa menerkam aku dan menyeret aku, dengan tidak ada yang melepaskan.
  2. Hakimilah aku, Tuhan, apakah aku benar, dan apakah aku tulus ikhlas. Biarlah berakhir kejahatan orang fasik, tetapi teguhkanlah orang yang benar, Engkau, yang menguji hati dan batin orang, ya Allah yang adil.
  3. Perisaiku adalah Allah yang menyelamatkan orang-orang yang tulus hati; Allah adalah hakim yang adil dan Allah yang murka setiap saat.
 

Apakah Engkau juga orang Galilea? (Yoh 7:40-53)

Sekali peristiwa Yesus mengajar di Yerusalem. Beberapa di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan Yesus, berkata, “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang.” Yang lain berkata, “Ia ini Mesias.” Tetapi yang lain berkata, “Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.” Maka timbulalh pertentangan di antara orang banyak karena Yesus. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka ketika penjaga-penjaga yang ditugaskan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi pergi kepada imam-imam kepala, orang-orang Farisi berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak membawa-Nya?” Jawab penjaga-penjaga itu, “Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!” Jawab orang Farisi itu kepada mereka, “Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Orang banyak itu tidak mengenal hukum Taurat! Terkutuklah mereka!”
Nikodemus, seorang dari mereka yang dahulu telah datang kepada Yesus, berkata kepada mereka, “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang sebelum ia didengar, dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?” Jawab mereka, “Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci, dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea.” Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge