Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Mei 2017
  MASA PASKAH PEKAN 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      
  Senin, 1 Mei 2017
  St. Yoseph, pekerja
 

OLEH PEMECAHAN ROTI, MATA IMAN
MEREKA TERBUKA DAN MEREKA MENGENALI LAGI SANG GURU YANG TELAH BANGKIT

 
 
 
Kis 6:8-15 | Mzm 119:23-24.26-27.29-30 | Yoh 6:22-29

Mereka tidak sanggup melawan hikmat Stefanus dan Roh yang mendorong dia berbicara (Kis 6:8-15)

Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari Jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini. Anggota-anggota jemaat ini adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria. Mereka datang bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang ini bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan, “Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.” Dengan jalan demikian mereka mengadakan suatu gerakan di antara orang banyak serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat; maka mereka menyergap Stefanus, lalu menyerahkan dan membawanya ke hadapan Mahkamah Agama. Lalu mereka mengajukan saksi-saksi palsu yang berkata, “Orang ini terus-menerus mengucapkan perkataan yang menghina tempat kudus ini dan hukum Taurat. Sebab kami telah mendengar dia mengatakan bahwa Yesus, orang Nazaret itu, akan merobohkan tempat ini dan mengubah adat istiadat yang diwariskan oleh Musa kepada kita.” Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.

KEBENARAN selalu akan muncul walaupun dari tempat tergelap sekalipun, walaupun dengan cara yang paling menyakitkan. Pikiran ini sudah menjadi keyakinan banyak orang, sehingga bagi orang yang tulus, ketika ia mengalami ketidakadilan, ia tidak membalas dendam melainkan menyerahkannya ke hukum karma, bahwa apa yang dilakukan orang kepadanya akan kembali kepada si pelaku tersebut. Dari sisi dirinya, ia tidak akan melakukan hal-hal yang buruk melainkan selalu menjaga diri agar berada di jalan yang benar. Ia tidak berbicara kebohongan, bertindak jujur dan selalu menegakkan kebenaran dan keadilan, walaupun untuk itu ia tidak disukai dan dilawan oleh semua orang.

MENGUNGKAPKAN kebenaran juga dilakukan oleh Yesus, tetapi melalui cara-cara yang mampu diresapi oleh umat Tuhan. Kepada para pemimpin Yahudi Ia tidak segan-segan melancarakan kritikan yang tajam dan menyakitkan. Namun bagi orang-orang biasa, Ia memakai cara yang lain. Ketika akan berbicara tentang diri-Nya sebagai "Roti Hidup", Ia mulai dnegan mujizat perbanyakan roti yang mengenyangkan ribuan orang. Ketika mereka sudah melihat dan memetik buah-buah mujizat tersebut, Yesus melangkah ke pengajaran yang lebih berat. Ia mulai dengan mengeritik mereka yang mencari Dia dengan motivasi ragawi, yakni makan roti dan ikan sampai kenyang. Ia mengingatkan mereka, bahwa bukan itu yang menjadi inti hidup melainkan keselamatan yang datang dari Bapa. "Bekerjalah bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah yang memeterainya", kata Yesus. Keselamatan tidak diperoleh dengan mencari Yesus demi roti dan ikan, melainkan mencari Yesus demi makanan yang bertahan sampai hidup kekal. Makanan itu adalah "Roti Hidup", diri-Nya sendiri yang diutus oleh Bapa untuk menyelamatkan manusia. Kritikan Yesus itu menyakitkan tetapi harus dilakukan, agar umat beriman ini mulai memahami sejarah keselamatan dari perspektip yang benar, untuk terus bergerak ke arah persatuan intim dengan Tuhan dalam Kerajaan Keselamatan.

PERJALANAN hidup Gereja Kudus dipenuhi dengan perjuangan mewartakan kebenaran ini. Stefanus harus berhadapan dengan fitnah keji yang mengancam nyawanya, hanya karena orang- orang Yahudi itu tidak sanggup melawan kebenaran yang ia bawa kepada umat Israel. Fitnah dan perlawanan hingga penghancuran Tubuh Mistik Kristus ini berlangsung sejak awal hingga hari ini. Pada jaman modern inipun Gereja Kudus terus menerus dihambat di mana-mana. Ada penganiayaan orang Kristiani karena iman, ada penghambatan beribadat, hingga penyusunan undang-undang atau peraturan-peraturan kemasyarakatan yang secara langsung maupun tak langsung menghambat kebebasan orang Kristiani menghayati imannya. Di sini kita ditantang untuk terus bersaksi tentang kebenaran walaupun sakit. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, doronglah kami untuk selalu mengungkapkan kebenaran Firman-Mu yang membawa keselamatan. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 119:23-24.26-27.29-30; R: 1b)

Ref: Berbahagialah orang yang hidup menurut Taurat Tuhan.

  1. Sekalipun para pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, dan kehendak-Mu menjadi penasihat bagiku.
  2. Jalan hidupku telah kuceritakan dan Engkau menjawab aku; ajarkanlah ketatapan-ketetapan-Mu kepadaku. Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.
  3. Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku. Aku telah memilih jalan kebenaran dan menempatkan hukum-hukum-Mu dihadapanku.

Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal (Yoh 6:22-29)

Setelah Yesus mempergandakan roti, keesokkan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang danau Tiberias, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain yang dipakai murid-murid Yesus. Mereka melihat juga bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias ke dekat tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya, “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?” Yesus menjawab,”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan materai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya, “Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” Jawab Yesus kepada mereka, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge