Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2017
  MASA PASKAH PEKAN 7
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
        1 2
25 26 27 28 29 30  
  Kamis, 1 Juni 2017
  St. Yustinus, martir
 

AKU TELAH BERDOA UNTUK MEREKA, SEBAB MEREKA ADALAH MILIKMU, ANAK-ANAK KECINTAANMU YANG KAUSELAMATKAN

 
 
 
Kis 22:30; 23:6-11 | Mzm 16:1-2a.5.7-11 | Yoh 17:20-26

Hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma (Kis 22:30; 23:6-11)

Setelah Paulus ditangkap di kota Yerusalem, kepala pasukan ingin mengetahui dengan teliti apa yang dituduhkan orang-orang Yahudi kepada Paulus. Karena itu ia menyuruh mengambil Paulus dari penjara dan memerintahkan supaya imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berkumpul. Lalu ia membawa Paulus dari markas dan menghadapkannya kepada mereka. Paulus tahu bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi. Oleh karena itu ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya, “Hai Saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharapkan kebangkitan orang mati.”
Ketika Paulus berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki, dan terbagi-bagilah orang banyak itu. Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya. Maka terjadilah keributan besar. Beberapa ahli Taurat dari golongan Farisi tampil ke depan dan membantah dengan keras, katanya, “Kami sama sekali tidak menemukan sesuatu yang salah pada orang ini! Barangkali ada roh atau malaikat yang telah berbicara kepadanya.” Maka terjadilah perpecahan besar, sehingga kepala pasukan takut, kalau-kalau mereka akan mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu ia memerintahkan pasukan supaya turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka lalu membawanya ke markas. Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisi Paulus dan berkata kepadanya, “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”

DALAM bukunya, "Percakapan dengan Tryphon Yahudi", Santo Yustinus menulis, "Meski kami orang Kristen dibunuh dengan pedang, disalibkan, atau dibuang ke moncong-moncong binatang buas, ataupun disiksa dengan belenggu dan api, kami tidak akan murtad dari iman kami. Sebaliknya, semakin hebat penyiksaan, semakin banyak orang demi nama Yesus bertobat dan menjadi saleh" (Schneiders, N.M. Orang Kudus Sepanjang Tahun. Jakarta: Obor, 2010. Hal. 272). Itulah semangat Santo Yustinus, martir, yang kita peringati hari ini. Dengan kepintarannya, ia telah tampil membela kebenaran iman kepada Kristus.

PERANAN sebagai saksi iman dituntut dari setiap murid Yesus. Ia sendiri sudah meramalkan, bahwa penderitaan akan menyertai hidup dan karya para murid. Kepada Paulus, Roh Tuhan berbisik, bahwa ia akan menjadi saksi di Roma (Kis 23:11). Penderitaan demi penderitaan datang, tetapi Paulus tidak pernah mundur. Ia setia pada panggilan Tuhan. Kita melihat usaha Tuhan untuk mewujudkan rencana-Nya, yakni agar orang-orang yang percaya oleh pemberitaan para murid ini hidup bersatu. Untuk melecut persatuan itu, kemartiran sering menjadi pilihan ketika memberi kesaksian tentang iman itu. Orang yang menyaksikan itu akan berpikir, mengapa orang siap mengorbankan nyawanya demi iman? Ada apa di dalam iman itu? Ketika ia mulai bertanya, ada peluang ia menemukan kebenaran. Dan ketika ia menemukan kebenaran, ia akan menjadi saksi iman yang baru.

RANTAI kesaksian iman sangat diperlukan untuk dunia masa kini. Kita melihat, bagaimana nilai-nilai iman dan moral dipinggirkan, atau sekurang-kurangnya dibatasi peranannya. Bagaimana orang- orang Kristiani sendiri dengan sadar meninggalkan tuntutan iman dan berpaling kepada dunia. Semua ini perlu melecut semangat kita, agar kita tetap menyerukan kebenaran. Tujuan kita tetap sama, yakni menjaga, agar domba-domba Kristus selalu berhimpun dalam kesatuan Gereja Kudus. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami tidak mundur ketika bersaksi tentang kebenaran dalam nama-Mu, apapun akibatnya. Amin!

(c) 2017 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 16:1-2a.5.7-11; R: 1)

Ref: Jagalah aku, ya Tuhan, sebab pada-Mu aku berlindung.

  1. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata kepada Tuhan, “Engkaulah Tuhanku. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialakku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.”
  2. Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku, pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
  3. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai, dan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
  4. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Supaya mereka sempurna menjadi satu (Yoh 17:20-26)

Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, “Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada merkea kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya,supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge