Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2017
  MASA BIASA PEKAN 21
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
          1
24 25 26 27 28 29 30
  Jumat, 1 September 2017
   
 

SEGALA SESUATU BERASAL DARI ALLAH,
ADA KARENA ALLAH,
DAN MENUJU KEPADA ALLAH

 
 
 
1 Tes 4:1-8 | Mzm 97:1-2b.5-6.10-12 | Mat 25:1-13

Inilah kehendak Allah, yaitu supaya kamu semua kudus (1 Tes 4:1-8)

Saudara-saudara, demi Tuhan Yesus kami minta dan menasehati kalian. Kalian telah mendengar dari kami, bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang sudah kalian turuti! Tetapi baiklah kalian melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kalian tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. Yang dikehendaki Allah adalah supaya kamu semua kudus. Ia menghendaki agar kalian menjauhi percabulan. Hendaknya kamu masing-masing hidup dengan isterinya sendiri, dalam kekudusan dan kehormatan, bukan dalam keinginan hawa nafsu, seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dalam hal-hal ini jangan ada orang memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Sebab Tuhan akan membalas semuanya itu, sebagaimana dahulu telah kami katakan dan kami tegaskan kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan yang cemar, melainkan untuk melakukan apa yang kudus. Karena itu barangsiapa menolak ini, bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan Roh Kudus-Nya juga kepadamu.

RASUL PAULUS menasehati umat di Tesalonika agar hidup kudus sesuai dengan kehendak Allah. Salah satunya adalah setia pada pasangan hidup (suami terhadap isteri dan sebaliknya). Hidup cabul itu hina di hadapan Tuhan dan ditolak dalam Kerajaan Allah, maka seorang pengikut Kristus harus bisa menjaga diri, bahkan menjadi teladan bagi orang lain dalam perkara kekudusan. Apa yang diajarkan oleh Paulus ini dimaksudkan untuk mendorong umat di Tesalonika agar jangan lagi kembali ke jalan hidup seperti sebelum mereka mengenal Kristus.

NASEHAT PAULUS tersebut sesungguhnya sama hakekatnya dengan perumpamaan Yesus tentang lima perempuan bijaksana dan lima perempuan bodoh. Manusia diberi kemampuan akal budi untuk membangun nalar yang sehat, bisa memperhitungkan masa depan dan merencanakan hidup hari ini. Kelalaian memanfaatkan akal budi berarti lalai memberdayakan karunia Tuhan. Maka, orang yang bodoh karena tidak memanfaatkan daya intelektualnya, masuk kategori orang yang tak mengikuti kehendak Tuhan. Yesus menggarisbawahi kesimpulan, bahwa orang yang tak mampu memanfaatkan daya inteleknya adalah orang yang tidak mau berjaga-jaga. Tuhan sendiri berkata, "Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga" (Mat 24:4). Wujud tindakan berjaga-jaga itu perlu didefinisikan, seperti setia dalam doa, hidup moral dan sosial yang baik, taat pada kewajiban iman dan kemasyarakatan, dan sebagainya. Orang yang hidup benar di hadapan Allah tak perlu kawatir kapan Tuhan datang, sebab ia selalu siap.

PERINTAH KRISTUS kita tanggapi dengan menata hidup iman, moral dan sosial, yang menunjukkan tindakan berjaga-jaga. Tuhan menghendaki iman yang kokoh, kita memperkokoh iman dengan berbagai latihan rohaniah. Tuhan menghendaki orang beriman hidup suci, kita mewujudkannya dengan mengikuti pedoman moral yang digariskan iman Kristiani. Tuhan menghendaki kita menjadi anggota masyarakat yang baik, kita menanggapinya dengan membangun relasi dan komunikasi yang baik, dalam pelayanan dan dalam kebersamaan lain. Bisa kita wujudkan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, sertailah kami dengan hati seorang murid, agar kami hanya mendengar dan mewartakan Firman-Mu. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 97:1-2b.5-6.10-12; R: 12a)

Ref: Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar.

  1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan tahta-Nya.
  2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
  3. Hai orang-orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan! Dia memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya dan akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.
  4. Terang sudah terbit bagi orang benar dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Lihatlah pengantin datang, pergilah menyongsong dia (Mat 25:1-13)

Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpaan ini kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh membawa pelita tetapi tidak membawa minyak, sedangkan yang bijaksana, selain pelita juga membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena pengantin itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru, ‘Pengantin datang! Songsonglah dia!’ Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ‘Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam.’ Tetapi yang bijaksana menjawab, ‘Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kalian. Lebih baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.’ Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin dan yang sudah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah, lalu pintu ditutup. Kemukian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, ‘Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!’ Tetapi tuan itu menjawab, ‘Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kalian.’ Karena itu, berjaga-jagalah sebab kalian tidak tahu akan hari maupun saatnya.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge