Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2017
  MASA BIASA PEKAN 30
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30    
  Rabu, 1 November 2017
  Hari Raya Semua Orang Kudus
 

OLEH ROH KUDUS, KAMU TELAH BERBALIK
DARI BERHALA-BERHALA DAN BERPALING HANYA PADA KRISTUS, SANG PENYELAMAT

 
 
 
Why 7:2-4.9-14 | Mzm 24:1-4ab.5-6; R.6 | 1 Yoh 3:1-3 | Mat 5:1-12

Aku melihat satu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya. Mereka terdiri dari segala suku dan bangsa, kaum dan bahasa (Why 7:2-4.9-14)

Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka.” Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu, seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua keturunan Israel.
Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala suku dan bangsa, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di takhta, dan bagi Anak Domba.” Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada di sekitar takhta itu, mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, “Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”
Seorang di antara tua-tua itu berkata kepadaku, “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” Maka kataku kepadanya, “Tuanku, Tuan mengetahuinya!” Lalu ia berkata kepadaku, “Mereka adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar. Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”

DEVOSI kepada orang kudus sudah menjadi praktek umum dalam Gereja Katolik dan menjadi satu pilar penting yang memperkaya kerohanian umat Allah. Praktek ini banyak diserang oleh jemaat dari denominasi Kristen lain dan orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus. Di dalam devosi ini umat tidak "mentuhankan" orang kudus, melainkan menghargai perjuangan orang-orang yang belajar dari kelemahannya dan memperbaiki diri agar lebih layak di mata Tuhan. Perjuangan mereka inilah yang menjadi teladan bagi banyak orang, bahwa orang-orang di jaman modern ini pun dapat membangun diri sesuai dengan kehendak Tuhan.

WAHYU dan Surat Pertama Yohanes memberikan gambaran tentang keselamatan kekal dalam Kerajaan Allah, di mana Anak Domba (Yesus Kristus) dimuliakan, karena korban-Nya membawa keselamatan bagi banyak orang. Turut juga dihargai ialah orang- orang yang dengan giat mewartakan Sabda Tuhan, termasuk yang harus mengorbankan nyawanya sendiri karena tanggung jawab tersebut. Di dalam kemuliaan ini orang mengalami Yesus Kristus, Sang Anak Domba, secara penuh. Nilai inilah yang diperjuangkan oleh Yesus Kristus semasa hidup-Nya sebagai manusia. Ia memberikan indikasi itu dalam Kotbah Di Bukit: Sabda Bahagia. Orang yang setia pada Tuhan dalam penganiayaan adalah orang yang berbahagia.

KEBAHAGIAAN dalam Kerajaan Abadi dimulai dari masa kini. Pertama, kebahagiaan melekat pewartaan salib Kristus, pembuka jalan menuju kehidupan kekal. Kedua, kebahagiaan melekat pada pelayanan. Kita hanya menjadi pribadi Kristiani yang benar kalau kita mau melayani. Ketiga, kebahagiaan ada dalam persekutuan umat Allah, karena kita menjadi representasi Kerajaan Allah di dunia. Keempat, kebahagiaan ada dalam kesaksian tentang iman, ketika kita mau menunjukkan diri sebagai murid Kristus. Kelima, kebahagiaan ada dalam ibadat memuliakan Tuhan. Di mana kita mencari surga? Di dalam penghayatan iman akan Kristus. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga teladan para kudus-Mu mendorong kami untuk terus menata diri agar lebih layak di hadapan-Mu. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 24:1-6; R: 6)

Ref: Inilah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagad dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempatNya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.
  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, Penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajahMu, ya Allah Yakub.

Kita melihat Kristus dalam keadaanNya yang sebenarnya (1 Yoh 3:1-3)

Saudara-saudara terkasih, lihatlah betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga (Mat 5:1-12a)

Sekali peristiwa, ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kataNya, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berduka cita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan begembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge