Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2018
  Masa Natal
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      

Jumat, 5 Januari 2018
 
  St. Yohanes Nepomuk Neumann  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja menaruh perhatian serius dan mengambil
langkah nyata untuk mengatasi masalah di mana banyak anak
muda Katolik ragu, goyah dan akhirnya meninggalkan iman."
 
 
 
1 Yoh 3:11-21 | Mzm 100:1-5 | Yoh 1:43-51

Kita sudah berpindah dari maut ke dalam hidup, karena kita mengasihi saudara kita (1 Yoh 3:11-21)

Anak-anakku terkasih, inilah berita yang telah kamu dengar dari semula, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain yang berasal dari si jahat dan membunuh adiknya. Apakah sebabnya Kain membunuh adiknya? Sebab segala perbuatannya jahat, sedang perbuatan adiknya benar. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap berada di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya adalah seorang pembunuh. Dan kamu tahu, tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup kekal di dalam dirinya. Tetapi kita mengetahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; maka kita pun wajib menyerahkan nyawa untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan, tetapi ia menutup pintu hatinya terhadap saudara itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui bahwa kita berasal dari kebenaran, dan kita dapat menghadap Allah dengan hati tenang, sebab jika kita dituduh oleh hati kita, dan Ia mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudara terkasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian penuh iman untuk mendekati Allah.

PERJUMPAAN tak sengaja itu mengubah hidupku. Sudah sekian lama aku dilanda keraguan tentang arah hidupku. Retret pribadi menjadi pilihan, mungkin di sana dapat kutemukan inspirasi yang menolong. Pendamping retretku seorang yang sangat tanggap. Ia tidak menggurui diriku, apa yang harus kulakukan dan apa yang tak boleh kulakukan. Ia hanya memberikan beberapa alternatip pemikiran, aku yang memutuskan sendiri. Di tengah ketidakpastian itu, seorang imam hadir. "Jangan cari Yesus sebab Ia yang mencarimu", katanya, "berdoa dan bukalah hati." Aku lakukan. Dan Yesus datang kepadaku.

PERJUMPAAN Yesus dengan Filipus mengubah hidupnya. Karunia itu dibagikan juga kepada Natanael. Natanael seorang yang jujur di mata Yesus. Yesus telah melihatnya di bawah pohon ara. Kesannya positip, maka Yesus menyebutnya sebagai "orang Israel sejati." Seorang Israel sejati membaca Kitab Taurat dan nubuat nabi-nabi. Natanael tau, tak ada nubuat sedikitpun bahwa Mesias datang dari Nazaret. Yang ada hanyalah Mesias dari Betlehem. Natanael tidak tahu, Yesus dilahirkan di Betlehem. Yesus terkesan dengan kejujuran ini. Hati yang jujur melihat dan menerima kebenaran, kalau kebenaran itu dibukakan kepadanya. Natanael lah orang itu. Pertemuan itu sepintas, namun mengubah arah hidup Natanael. Di kemudian hari ia dipilih menjadi satu dari dua belas rasul, dengan nama Bartolomeus.

PERJUMPAAN dengan Yesus mengubah arah hidup Natanael. Ia menjadi murid dan utusan Tuhan di kemudian hari. Perjumpaan dengan Yesus kita perlukan, karena itu memberi kita daya rohani untuk hidup setiap hari. Pertanyaan mendasar ialah, siapkah kita diubah oleh Yesus? Siapkah arah jalan hidup kita disesuaikan dengan kehendak Tuhan? Siapkah kita memulai hidup baru ini? Tidak mudah menjawabnya, karena perubahan tersebut sering kali sangat hakiki dan menuntut korban diri. Kita tidak lagi leluasa memuasakan keinginan ragawi kita. Kita harus lebih disiplin diri dalam penghayatan moral Kristiani. Kita harus lebih peka terhadap kebutuhan sesama dan melayani mereka. Di sini kita ditantang, mari kita menanggapinya dengan rendah hati. (ap)

Tunjukkanlah kehadiran-Mu dalam peristiwa hidup kami, ya Yesus, dan ubahlah jalan hidup kami sesuai dengan rencana-Mu. Amin!

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 100:1-5; R: 1)

Ref: Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi.

  1. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Beribadalah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!.
  2. Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita, dan punya Dialah kita; kita ini umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
  3. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, masuklah ke pelataran-Nya dengan puji-pijian, bersyukurlah kepada-Nya, dan pujilah nama-Nya.!
  4. Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
 

Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel (Yoh 1:43-51)

Sekali peristiwa Yesus memutuskan untuk pergi ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus dan berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Lalu Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “ Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret. ” Kata Natanael kepadanya, “ Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya,”Mari dan lihatlah!” Melihat Natanel datang kepada-Nya, Yesus berkata tentang dia, “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada Yesus, “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya, “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.” Kata Natanael kepada-Nya, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” Yesus menjawab, kata-Nya, “Karena Aku berkata kepadamu ‘Aku melihat engkau di bawah pohon ara’ maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar daripada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya. “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge