Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2018
  Masa Biasa Pekan 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      

Rabu, 10 Januari 2018
 
  St. Gregorius X  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja menaruh perhatian serius dan mengambil
langkah nyata untuk mengatasi masalah di mana banyak anak
muda Katolik ragu, goyah dan akhirnya meninggalkan iman."
 
 
 
1 Sam 3:1-10.19-20 | Mzm 40:2-10 | Mrk 1:29-39

Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan (1 Sam 3:1-10.19-20)

Samuel yang masih muda menjadi pelayan Tuhan di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu Tuhan jarang menyampaikan sabda-Nya; penglihatan-penglihatan pun tidak sering terjadi. Pada suatu hari, Eli, yang matanya sudah kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya. Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam Bait Suci Tuhan, tempat Tabut Allah. Lalu Tuhan memanggil, “Samuel! Samuel!” Samuel menjawab, ”Ya Bapa.” Lalu berlarilah ia kepada Eli, dan berkata, “Ya, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil; tidurlah kembali.” Samuel pergi dan tidur lagi. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangun lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, “Ya, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Tetapi Eli berkata, “Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
Waktu itu Samuel belum mengenal Tuhan; sabda Tuhan belum pernah dinyatakan kepadanya. Dan Tuhan memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangun, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata, “Ya, Bapa, bukankah Bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel, “Pergilah tidur, dan apabila engkau dipanggil lagi, katakanlah: Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.“ Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah Tuhan berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah, “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab, “Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.” Samuel semakin bertambah besar, dan Tuhan menyertai dia. Tidak ada satu pun dari sabda Tuhan itu yang dibiarkan-Nya gugur. Maka tahulah seluruh Israel, dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi Tuhan.

MEDIA SOSIAL diakui membawa banyak efek negatip, tetapi tak kurang pula buah-buah positip. Sudah berkali-kali saya membaca kisah heroik menolong orang-orang yang tak berdaya, berkat informasi yang menyebar tanpa batas melalui media sosial. Saya pernah membaca ceritera tentang fundraising untuk veteran perang, pasangan pensiunan yang tak bisa membayar tagihan-tagihan mereka, janda tua yang tak bisa membiayai renovasi rumahnya, penderita cacat yang tak bisa menonton konser musik, dan beberapa lagi yang lain. Mereka ditolong berkat permohonan bantuan melalui media sosial, kebanyakan oleh orang yang sama sekali tidak mereka kenal.

UMAT TUHAN bersukacita ketika hidup dalam kemurahan Tuhan. Sebagai tanggapan atas sukacita ilahi tersebut, umat Allah pun memenuhi kewajiban mereka, yakni beribadah kepada Tuhan dan menolong sesama yang membutuhkan. Namun sukacita dan niat baik ini hanya bertumbuh ketika orang peka terhadap sabda dan kehendak Tuhan. Tuhan menaburkan benih pelayanan ke dalam batin Samuel yang masih kecil. "Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan", kata Samuel menanggapi seruan Tuhan, atas arahan imam Eli. Teladan melatih diri memelihara kepekaan iman ini ditunjukkan oleh Yesus ketika ia berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam di padang gurun. Daya iman yang Ia peroleh itu disalurkan untuk membawa sukacita bagi orang yang membutuhkan. Lahirlah mujizat penyembuhan yang meneguhkan dan membawa sukacita bagi orang-orang yang dilayani Yesus, sebab mereka mengalami cinta Tuhan secara konkrit.

KEWAJIBAN IMAN kita berkisar pada tiga hal pokok itu. Kita mulai dengan mendengar dan meresapkan firman Tuhan sehingga menjadi bagian dari kerohanian kita. Firman itu menjadi inspirasi yang menggerakkan kita untuk melihat apa kehendak Tuhan dan siapa yang wajib dilayani. Kita pun menerima tanggung jawab itu dan menjalaninya denagan penuh cinta. Ketika kewajiban kita dipenuhi, ada sukacita menaungi semua pihak, baik mereka yang menerima pelayanan kita, maupun diri kita sendiri yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan. Terimalah firman, resapkanlah dan layani sesama dengan sukacita. (ap)

Semoga kasih karunia-Mu yang telah kami terima, ya Tuhan, menguatkan kami untuk menyentuh hidup orang lain dengan kasih-Mu. Amin!

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 40:2.5.7-8a.8b-9.10; R: 8a.9a)

Ref: Ya Tuhan, aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.

  1. Aku sangat menanti-nantikan Tuhan; lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong. Berbahagialah orang yang menaruh kepercayaannya pada Tuhan, yang tidak berpihak kepada orang-orang yang angkuh, atau berpaling kepada orang-orang yang menganut kebohongan!
  2. Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan, tetapi Engkau telah membuka telingaku; kurban bakar dan kurban silih tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata, “Lihatlah, Tuhan, aku datang!
  3. Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku: Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada di dalam dadaku.
  4. Aku mengabarkan keadilan ditengah jemaat yang besar, bibirku tidak kutahan terkatup: Engkau tahu itu, ya Tuhan.
 

Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit (Mrk 1:29-39)

Sekeluarnya dari rumah Ibadat di Kapernaum, Yesus, Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Yesus pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya, Yesus membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka. Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan. Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
Keesokan harinya, waktu hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Yesus. Waktu menemukan Yesus, mereka berkata, “Semua orang mencari Engkau.” Jawab Yesus, “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.” Lalu pergilah Yesus ke seluruh Galilea, memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge