Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2018
  Masa Biasa Pekan 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      

Jumat, 12 Januari 2018
 
  St. Hilda, abbas  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja menaruh perhatian serius dan mengambil
langkah nyata untuk mengatasi masalah di mana banyak anak
muda Katolik ragu, goyah dan akhirnya meninggalkan iman."
 
 
 
1 Sam 8:4-7.10-22a | Mzm 89:16-19 | Mrk 2:1-12

Kalian akan berteriak karena rajamu, tetapi Tuhan tidak akan menjawab kalian (1 Sam 8:4-7.10-22a)

Sekali peristiwa berkumpullah semua tua-tua Israel. Mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya, “Engkau sudah tua, dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau. Maka angkatlah sekarang seorang raja untuk memerintah kami, seperti halnya dengan segala bangsa lain.” Waktu mereka berkata, “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,” Samuel menjadi kesal hati. Maka berdoalah Samuel kepada Tuhan. Tuhan bersabda kepada Samuel, “Dengakanlah perkataan bangsa itu! Segala hal yang mereka katakan kepadamu, turutilah! Sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak! Maksud mereka jangan Aku menjadi raja atas mereka.”
Samuel menyampaikan segala sabda Tuhan kepada bangsa itu, yang meminta seseorang raja kepadanya. Kata Samuel, “Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu. Anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada kereta dan pada kuda, dan mereka harus berlari di depan keretanya. Ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh. Mereka harus membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; mereka harus membuat senjata-senjata dan perkakas keretanya. Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan. Selanjutnya dari ladangmu, dari kebun anggur dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik, untuk diberikannya kepada pegawai-pegawainya; dari gandum dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh, untuk diberikannya kepada pegawai-pegawai istana dan kepada pegawai-pegawai yang lain. Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya. Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya. Pada waktu itu kamu akan berteriak karena raja yang kamu inginkan itu, tetapi Tuhan tidak akan menjawab kamu.”
Tetapi bangsa itu tidak mau mendengarkan perkataan Samuel. Mereka bersikeras, “Tidak, kami harus punya raja. Biar kami pun sama seperti segala bangsa lain! Raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang!” Samuel mendengarkan segala perkataan bangsa itu, dan menyampaikannya kepada Tuhan. Tuhan bersabda kepada Samuel. “Turutilah permintaan mereka, dan angkatlah seorang raja bagi mereka!”

AHLI BEDAH itu sangat disegani oleh koleganya sesama dokter, dan dikagumi oleh banyak pasiennya. Namanya terkenal sebagai dokter bertangan dingin, yang selalu berhasil menangani pasien- pasiennya. Saya mengenang pertama kali bertemu dengannya puluhan tahun silam, ketika menjadi dokter muda di puskesmas di satu desa di pelosok Flores. "Pengalaman itu menempa saya agar terus berjuang meningkatkan keahlian diri", katanya. "Ada banyak orang yang tidak memperoleh peluang seperti saya, mengapa saya menyia-nyiakannya? Berkat penggodokan masa muda itulah sekarang saya kreatif menolong orang sakit."

PEKAN PERTAMA Masa Biasa ini diisi dengan bacaan-bacaan kisah Yesus yang berkuasa menyembuhkan. Yesus mengusir setan dari orang yang kerasukan dan memulihkan martabat dirinya (hari Selasa). Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon dan orang-orang sakit di Kapernaum (hari Rabu). Yesus menyembuhkan orang kusta (hari Kamis). Dan sekarang, Yesus menyembuhkan orang lumpuh (hari Jumat). Ada empat sumber penyakit yang diatasi, yakni iblis (kerasukan), kuman (demam), penolakan (kusta) dan cacat (lumpuh). Penyembuhan ragawi oleh Yesus memberi pesan, bahwa Tuhan menjadi sandaran manusia mengatasi rongrongan jiwa. Iblis tak pernah mundur, nilai-nilai dunia terus mewabah menggerus nilai iman, diskriminasi selalu ada di manapun, dan sikap apatis terhadap iman selalu merongrong manusia yang mencari Kristus.

SECARA SIMBOLIS peranan Yesus ini mengingatkan kita akan kewajiban untuk memelihara diri dari halangan iman ini. Kita harus membentengi jiwa kita dari kuasa kegelapan. Kita cerdik meniti arus sekularisme yang menggerogoti iman. Kita mesti mengatasi masalah-masalah diskriminasi yang memecah-mecah masyarakat. Kita mesti terus meningkatkan keahlian dalam segala sisi, agar dunia tidak berantakan karena kebodohan dan ketidakmampuan kita membangun Kerajaan Allah. Inilah proses konsolidasi diri dan komunitas, agar kita dapat menolong diri sendiri dan masyarakat luas menuju keselamatan. (ap)

Ketika kesulitan melanda, ya Tuhan, janganlah berpaling dari kami tetapi berikanlah kami peneguhan yang kami perlukan. Amin!

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 89:16-17.18-19; R: lh.2a)

Ref: Kasih setia-Mu, ya Tuhan, hendak kunyanyikan selamanya.

  1. Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya Tuhan, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu; karena nama-Mu mereka bersorak-sorai sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah-megah.
  2. Sebab Engkaulah semarak kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami ditinggikan. Sebab milik Tuhanlah perisai kita, milik Yang Kudus-Israellah raja kita.
 

Di dunia ini, Anak Manusia memiliki kuasa mengampuni dosa (Mrk 2:1-12)

Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Yesus memberitakan sabda kepada mereka, beberapa orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu. Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus. Sesudah atap terbuka, mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ duduk juga beberapa Ahli Taurat. Mereka berpikir dalam hati, “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghojat Allah! Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?”
Tetapi Yesus langsung tahu dalam hati-Nya bahwa mereka berpikir demikian; maka Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh itu, ‘Dosamu sudah diampuni’; atau mengatakan, ‘Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah?’ Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” Lalu berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, “Kepadamu Kukatakan: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu, dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya, dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya, “Yang seperti ini belum pernah kita lihat!”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge