Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2018
  Masa Biasa Pekan 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      

Rabu, 17 Januari 2018
 
  St. Antonius, abbas  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja menaruh perhatian serius dan mengambil
langkah nyata untuk mengatasi masalah di mana banyak anak
muda Katolik ragu, goyah dan akhirnya meninggalkan iman."
 
 
 
1 Sam 17:32-33.37.40-51 | Mzm 144:1.2.9-10 | Mrk 3:1-6

Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu (1 Sam 17:32-33.37.40-51)

Pada suatu hari Daud menghadap Saul dan berkata kepadanya, “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena Goliat! Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” Tetapi Saul berkata kepada Daud, “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu! Mustahil engkau dapat melawan Goliat! Sebab engkau masih muda, sedang Goliat sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.” Tetapi Daud berkata kepada Saul, “Tuhan telah melepaskan daku dari cakar singa dan dari cakar beruang. Dia pun akan melepasakan aku dari tangan orang Filistin itu!” Kata Saul kepada Daud, “Pergilah! Tuhan menyertai engkau.” Maka Daud mengambil tongkatnya lalu pergi. Ia memilih dari dasar sungai lima batu yang licin dan menaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni wadah batu, sedang umban tali dipegangnya. Demikianlah Daud mendekati Goliat, orang Filistin itu.
Goliat sendiri makin dekat menghampiri Daud, dan di depannya berjalan orang yang membawa perisainya. Ketika Goliat melayangkan pandangannya dan melihat Daud, dihinanya Daud karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Goliat, orang Filistin itu, berkata kepada Daud, “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” Lalu demi para dewa, orang Filistin itu mengutuki Daud. Lalu ia menantang Daud. ‘Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang.” Tetapi Daud berkata kepada Goliat, orang Filistin itu, “Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak serta lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama Tuhan semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga Tuhan akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku! Aku akan mengalahkan engkau dan memenggal putus kepalamu! Hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu bahwa Tuhan menyelamatkan bukan dengan pedang atau lembing,. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran, dan Ia akan menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”
Ketika orang Filistin itu bergerak maju menyosong Daud, segera larilah Daud ke barisan musuh menghadapi Goliat. Lalu Daud memasukkan tangannya ke dalam kantung batu, diambilnyalah sebuah batu, lalu diumbankannya. Maka kenalah dahi Goliat, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan Goliat dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedang Goliat, dihunusnya dari sarungnya, lalu ia menghabisi Goliat. Di pancungnyalah kepala Goliat dengan pedangnya sendiri.

 
SANTO ANTONIUS hidup di pertengahan abad ketiga, Terlahir dari keluarga yang kaya raya, ia menemukan damai dan makna hidup di dalam kehidupan rohani, kuat dijiwai oleh doa, refleksi dan meditasi. Berkat mati raga yang teratur, ia sanggup mengatasi godaan-godaan dan menjadi penghibur sesama umat beriman yang dirongrong oleh gerakan Arianisme pada saat itu. Kepada semua godaan ia berkata, "Saya tidak takut kepadamu; godaan tidak akan memisahkan daku dari cinta kasih Kristus." Ia setia pada Kristus, sebagaimana Kristus setia kepadanya hingga akhir hayatnya.

ORANG PILIHAN Tuhan menemukan sukacita di dalam kewajiban untuk hidu sesuai dengan kehendak Tuhan. Ia menghargai cinta Tuhan dan berserah diri kepada penyelenggaraan-Nya. Daud membalas kesetiaan Tuhan dengan cara mengandalkan kekuatan Tuhan, ketika ia berhadapan dengan Goliat. Berkat kerendahan hatinya, Daud mengalahkan Goliat dengan batu dan pengumban, senjata yang sama sekali tidak dihargai ole prajurit sekelas Goliat. Sikap Daud ini bertentangan dengan sikap keturuannya ketika bertemu dengan Yesus. Tidak mengandalkan Yesus, mereka justru mengikhtiarkan kematian Yesus melalui perundingan kotor dengan kaum Herodian. Sebagai orang Yudea, mereka menggadaikan harga diri bangsa ke kaum Herodian, bangsa asing, mengingat Herodian adalah orang Edom yang diangkat menjadi raja Yudea. Namun demi penolakan terhadap diri Yesus, mereka meninggalkan prinsip iman dan menghalalkan cara tak bermartabat untuk mencapai maksud mereka.

MENGANDALKAN TUHAN tidak otomatis ada di dalam hati orang beriman. Ada orang beriman yang terperosok ke dalam berhala- berhala, seperti black-magic, kuasa, uang dan popularitas, lalu mengabaikan Tuhan. Ketika seseorang berhamba pada kegelapan, ia hidup menurut kegelapan. Ia tidak hanya menyesatkan dirinya sendiri tetapi juga menyesatkan banyak orang. Karena itu kita mesti berani melawan godaan. Yesus sengaja menantang orang Farisi dengan mujizat pada hari Sabat. Orang Farisi tidak sanggup melawan egoismenya, malahan mencari cara untuk menghantam Yesus. Namun Yesus tetap pada visi dasar kehadiran-Nya. "Aku datang untuk melayani, bukan untuk dilayani", kata Yesus (bdk. Mat 20:28). Ketika melayani menjadi filosofi hidup, apa kata orang tidak lagi penting. (ap)

Cegahlah kami dari dosa berhamba kepada berhala-berhala moderrn, ya Tuhan. Bawalah dan lindungilah kami di bawah kepak sayap-Mu. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 144: 1.2.9-10; R: 1a)

Ref: Terpujilah Tuhan, gunung batuku.

  1. Terpujilah Tuhan, Gunung Batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
  2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
  3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu!
 

Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya? (Mrk 3:1-6)

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah Ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu, “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” Tetapi mereka itu diam saja. Yesus jengkel karena kedegilan mereka! Dengan marah Ia memandang sekeliling, lalu berkata kepada orang tadi, “Ulurkanlah tanganmu!” Ia pun mengulurkan tangannya, dan sembuhlah seketika. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge