Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2018
  Masa Biasa Pekan 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      

Minggu, 21 Januari 2018
 
  St. Agnes, perawan dan martir  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja menaruh perhatian serius dan mengambil
langkah nyata untuk mengatasi masalah di mana banyak anak
muda Katolik ragu, goyah dan akhirnya meninggalkan iman."
 
 
 
Yun 3:1-5.10 | Mzm 25:4-9 | 1 Kor 7:29-31 | Mrk 1:14-20

Orang-orang Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat (Yun 3:1-5.10)

Untuk kedua kalinya Tuhan berfirman kepada Yunus, “Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.” Maka bersiaplah Yunus lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah.
Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, “Empat puluh hari lagi Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Orang-orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa, baik orang dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkanNya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

 
PEKAN DOA SEDUNIA menjadi satu alasan saya terlibat dalam pelayanan lintas Gereja, terutama melalui gerakan SKGI (Seminar Kesatuan Gereja Internasional), yang dimotori oleh Bpk Abraham Alex Tanuseputra, dalam kerjasama dengan beberapa pendeta dan evangelis. Keputusan untuk terlibat dalam gerakan itu tidak selalu didukung kalangan Katolik. Ada yang melawan secara terang-terangan, yang lain melawan tapi diam-diam, di samping tidak kurang pula yang mendukung. Bagi saya, persekutuan ini begitu sering didoakan, tetapi begitu kurang langkah konkrit perwujudan. Saya memutuskan bertindak sekarang, walaupun belum tentu mencapai hasil yang memuaskan.

BERTINDAK sekarang dan jangan berlambat saya angkat menjadi tema refleksi dalam gerakan Pekan Doa Sedunia. Pertama, tidak boleh tunda pertobatan. Orang-orang Niniwe diselamatkan, sebab mereka segera mengambil langkah pertobatan umum sesudah mendengar seruan Yunus. Buahnya ialah mereka diselamatkan (Yun 3:10). Kedua, tidak boleh menunda panggilan Tuhan untuk berkarya. Ketika tiba waktunya untuk menegakkan Kerajaan Allah di dunia, Yesus membutuhkan kerja sama manusia. Maka Ia pun memanggil para murid dari seputar Danau Galilea (Mk 1:15-17). Di Galilea Yesus bertemu dengan orang-orang yang lebih terbuka pada budaya dan tradisi asing, daripada lingkungan Yerusalem. Para murid menanggapinya dan menyiapkan diri menjadi instrumen Tuhan di kemudian hari. Ketiga, jangan menunda pelayanan yang bisa membawa pembaharuan. St. Paulus mengingatkan umat di Korintus untuk tidak menunda-nunda pengembangan iman, sebab waktu mereka tidak lagi banyak (1 Kor 7:29). Ketika manusia jeli menangkap kehendak Tuhan, peluang membangun persekutuan terbuka bagi anak-anak Tuhan.

PENYELENGGARAAN Ilahi datang dengan berbagai cara yang sering kali tidak kita duga. Di tengah situasi sosial politik yang begitu terpolarisasi dalam kutub-kutub sektarian, betapa penting pesan persatuan. Gereja berkewajiban mengirim pesan tersebut kepada bangsa-bangsa. Namun pesan moral Gereja jauh lebih kuat ketika kita sanggup membuktikan, bahwa persekutuan di lingkungan umat Kristiani sungguh terwujud. Karena itu sudah tiba saatnya kita lebih serius terlibat dalam gerakan ekumene. Kita mulai dengan pertobatan diri kalau selama ini tidak berbuat apa-apa. Kita tidak boleh menunda lagi urgensi membawa umat Kristus ke dalam satu persekutuan. Kita tak boleh masa bodoh terhadap tanggung jawab ini. (ap)

Biarkanlah kami turut serta dalam kesedihan-Mu karena umat yang terpecah, ya Yesus. Kuatkanlah kami untuk menyatukan Gereja-Mu. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 25:4-9; R: lh 4a)

Ref: Tuhan adalah kasih setia, bagi orang yang berpegang pada perjanjianNya.

  1. Beritahukanlah jalan-jalanMu kepadaku, ya Tuhan, tunjukkanlah lorong-lorongMu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaranMu dan ajarlah aku sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku.
  2. Ingatlah segala rahmat dan kasih setiaMu, ya Tuhan, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setiaMu, olah karena kebaikanMu, ya Tuhan.
  3. Tuhan itu baik dan benar, sebab Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-jalanNya kepada orang-orang yang bersahaja.
 

Dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu (1 Kor 7:29-31)

Saudara-saudara, waktunya singkat! Sebab itu dalam waktu yang masih sisa ini, mereka yang beristeri hendaknya berlaku seolah-olah tidak beristeri, orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis, orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira, dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli. Pendeknya, orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang ini akan berlalu.

 

Bertobatlah dan percayalah kepada Injil (Mrk 1:14-20)

Sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea, memberitakan Injil Allah. Yesus memberitakan, “Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.” Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka itu penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, “Mari, ikutilah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Setelah Yesus meneruskan perjalananNya sedikit lagi, dilihatnya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus segera memanggil mereka, dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di atas perahu bersama orang-orang upahannya. Lalu mereka mengikuti Yesus.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge