Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2018
  Masa Biasa Pekan 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      

Jumat, 26 Januari 2018
 
  St. Timotius dan Titus, uskup  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja menaruh perhatian serius dan mengambil
langkah nyata untuk mengatasi masalah di mana banyak anak
muda Katolik ragu, goyah dan akhirnya meninggalkan iman."
 
 
 
2 Tim 1:1-8 | Mzm 96: 1-3.7-8a | Luk 10:1-9

Aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas (2 Tim 1:1-8)

Dari Paulus, rasul Yesus Kristus, yang oleh kehendak Allah diutus memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus; kepada Timotius, anakku yang terkasih. Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni, seperti yang dilakukan nenek moyangmu. Aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Dan bila terkenang akan air mata yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike, dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itu kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia. Tetapi berkat kekuatan Allah ikutlah menderita bagi Injil-Nya.

 
BERKUMPUL kembali dengan keluarga menjadi kesempatan untuk bernostalgia. Ceritera-ceritera lucu paling berperanan membuat suasana hidup dan ceria. Namun makna utama di balik itu adalah kasih sayang yang dibagi-bagi. Berada bersama orang-orang yang disayangi menghilangkan segala bentuk kegamangan, kecemasan, ketakutan; sebaliknya menumbuhkan sukacita, harapan, rasa aman, bebas mengungkapkan diri apa adanya, dan tidak kawatir akan penolakan. Di tengah dunia yang kompetitip saat ini, penting kita menciptakan oasis semacam ini.

PERINGATAN St. Timotius dan Titus menggambarkan alih estafet kerasulan ke generasi baru. Yesus memanggil Paulus dengan cara yang tidak biasa, dan mengutusnya kepada bangsa-bangsa asing yang belum mengenal Allah. Timotius dan Titus merupakan buah dari pelayanan Paulus, ketika Tuhan membangkitkan tunas baru dari bangsa-banga lain dan memasukkannya ke dalam Keluarga Allah, yakni Gereja Kudus, Israel Baru. Paulus itu laksana pelita yang ditempatkan di atas kaki dian. Ia menerangi bangsa-bangsa dengan kesaksiannya tentang Kristus. Di tengah bangsa-bangsa itu semua rahasia iman tersingkap, sehingga mereka yang mau mendengar memperoleh kasih karunia. Timotius dan Titus adalah contoh pribadi yang mau mendengar, kebenaran menjadi milik mereka, dan merekapun menjadi utusan Tuhan.

KARYA agung Tuhan ada di antara bangsa-bangsa yang mau membuka diri bagi Kabar Gembira. Sukacita Injil menyempurnakan kekayaan iman tradisional, sehingga lahirlah generasi baru yang mengimani Kristus dalam konteks budaya setempat. Timotius dan Titus adalah dua contoh proses inkulturasi sejati. Keduanya tetap menjadi orang Yunani tetapi menerima Kristus sebagai karunia keselamatan. Citra ini yang ingin kita bangun. Dengan menerima Kristus, kita menempatkan-Nya menjadi jantung hidup pribadi, komunitas, budaya dan tradisi kita. Jika Tuhan ada di tengah kita, sempurnalah sukacita kita. (ap)

Kepada-MuTuhan, kami mempersembahkan seluruh diri, kekayaan rohani dan budaya kami. Jadikanlah sumber sukacita bagi banyak orang. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 96: 1-3.7-8a; R: 3)

Ref: Ceriterakanlah karya-karya agung Tuhan di antara segala suku bangsa.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya!
  2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceriterakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karyaNya yang ajaib di antara segala suku.
  3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan. Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.
  4. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu Raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."
 
Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian. Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu (Mrk 4:21-25)

Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Orang memasang pelita bukan untuk ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya di taruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada suatu rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Lalu Yesus berkata lagi, “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan dikenakan pula kepadamu; dan malah akan ditambah lagi! Karena siapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge