Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2018
  Masa Biasa Pekan 3
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      

Sabtu, 27 Januari 2018
 
  St. Angela Merici, perawan - pendiri OSU  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja menaruh perhatian serius dan mengambil
langkah nyata untuk mengatasi masalah di mana banyak anak
muda Katolik ragu, goyah dan akhirnya meninggalkan iman."
 
 
 
2 Sam 12:1-7a.10-17 | Mzm 51:12-17 | Mrk 4:35-41

Daud mengaku telah berdosa terhadap Tuhan (2 Sam 12:1-7a.10-17)

Pada waktu itu Daud melakukan yang jahat di hadapan Allah. Ia mengambil isteri Uria menjadi isterinya; maka Tuhan mengutus Natan kepada Daud. Natan datang kepada Daud dan berkata kepadanya, “Ada dua orang dalam suatu kota; yang seorang kaya, yang lain miskin. Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain seekor anak domba betina yang masih kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar bersama dengan anak-anak si miskin, makan dari suapannya, minum dari cawannya, dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. Pada suatu hari orang kaya itu mendapat tamu; ia merasa sayang mengambil seekor domba dari kambing domba atau lembunya untuk dimasak bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Maka ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yagn datang kepadanya itu.” Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan, “Demi Tuhan yang hidup, orang yang melakukan itu harus dihukum mati. Anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena orang yang melakukan hal itu tidak kenal belas kasihan.”
Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, “Engkaulah orang itu! Beginilah Sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.’ Beginilah sabda Tuhan, ‘Malapetaka yang datang dari kaum keluargamu sendiri akan Kutimpakan ke atasmu. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; dan orang itu akan tidur dengan isterimu di siang hari. Engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.” Lalu berkatalah Daud kepada Natan, “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud, “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu, engkau tidak akan mati. Walaupun demikian pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati, karena dengan perbuatan itu engkau sangat menista Tuhan.”
Kemudian pergilah Natan, pulang ke rumahnya. Tuhan mencelakakan anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. Lalu Daud memohon kepada Allah bagi anak itu; ia berpuasa dengan tekun, dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman ia berbaring di tanah. Maka datanglah para tua-tua yang ada di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi Daud tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

 
BANYAK ORANG berbuat dosa karena tidak sanggup menolak godaan, tidak sanggup mengendalikan diri, dan aneka kelemahan lainnya. Ketika ketidakmampuan itu bertemu dengan kesempatan, orang tidak lagi ingat akan segala nilai yang menjadi pegangan hidup seorang beriman. Moralitas sosial pun mudah diabaikan dan orang terperosok ke dalam kesalahan tanpa merasa bersalah. Tidak heran kalau ada pejabat yang tertangkap basah melakukan kejahatan tetap saja merasa diri tidak bersalah, karena ia sedang menganut sebuah nilai yang berbeda dari yang diyakini oleh banyak orang.

KEJAHATAN Raja Daud bermula ketika ia tergoda oleh keelokan Batsyeba, isteri Uria, seorang prajurit sekaligus tetangganya (2 Raj 11:2-4). Dosa perselingkuhan itu disusul dengan konspirasi pembunuhan Uria, suami perempuan itu (2 Raj 11:14-17). Dua kejahatan bergandengan karena Daud mempunyai kesempatan dan kuasa untuk melakukannya. Bukankah ia seorang raja? Di sini kekuasaan dipergunakan untuk merusak. Pada sisi lain, refleksi Biblis hari ini menempatkan Yesus memanfaatkan kuasa untuk tujuan yang berbeda, yakni menyelamatkan banyak orang. Ia sudah mewartakan Kerajaan Allah kepada orang banyak, kini ia hendak menyepi dengan para murid-Nya. Ketika diserang badai di danau itu, Yesus mengatasi badai dengan kuasa Ilahi yang Dia miliki. Para murid pun melihat sisi lain dari Yesus yang di saat itu belum mereka imani sebagai Mesias. Kuasa Allah turun, iman para murid dibaharui dan diteguhkan.

KESEMPATAN selalu terbuka di depan mata kita, baik untuk hal yang positip maupun hal yang negatip. Ada banyak kesempatan kita bisa melakukan kejahatan, tetapi suara hati mengingatkan kita untuk menghindar, karena jalan hidup kita sedang dijalin oleh Tuhan sendiri. Ketika suara hati digenggam oleh Tuhan, kejahatan tidak terpikirkan, tetapi kebaikan yang diupayakan, baik untuk drii sendiri maupun untuk sesama. Pada sisi lain, kesempatan berbuat baik juga diabaikan, karena kita tidak menolak nafsu duniawi yang menguasai diri kira. Ketka nafsu itu berpacu dengan kesempatan, kita melupakan kebenaran dan semata-mata memanfaatkan peluang untuk memenuhi keinginan diri sendiri. Di sinilah awal kehancuran jiwa. Lakukanlah yang benar, jangan menggadaikan jiwa ke tangan kegelapan. (ap)

Ampunilah kami, ya Tuhan, di saat kami mengabaikan-Mu; murnikanlah batin kami di saat bertobat, dan kuatkanlah kami untuk mencintai Engkau. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:12-13.24-25.16-17; R: 12a)

Ref: Ciptakanlah hati murni dalam diriku, ya Allah.

  1. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
  2. Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang tela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
  3. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah penyelamatku, maka lidahku akan memahsyurkan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan puji-pujian kepada-Mu.
 

Angin dan danau pun taat pada Yesus (Mrk 4:35-41)

Pada suatu hari, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak yang ada di sana lalu bertolak dan membawa Yesus dalam perahu itu di mana Ia telah duduk; dan perahu-perahu lain pun menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat, dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid membangunkan Yesus dan berkata kepada-Nya, “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Yesus pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau, “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau pun menjadi teduh sekali. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mereka menjadi takut dan berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah gerangan orang ini? Angin dan danau pun taat kepada-Nya?”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge