Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Januari 2018
  Masa Biasa Pekan 4
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
  1 2 3 4 5
28 29 30 31      

Senin, 29 Januari 2018
 
  St. Yosef Freinademetz, imam, misionaris pertama SVD  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja menaruh perhatian serius dan mengambil
langkah nyata untuk mengatasi masalah di mana banyak anak
muda Katolik ragu, goyah dan akhirnya meninggalkan iman."
 
 
 
2 Sam 15:13-14.30; 16:5-13a | Mzm 3:2-7 | Mrk 5:1-20

Daud melarikan diri dari Absalom, dan Simei mengutuk dia sesuai perintah Tuhan (2 Sam 15:13-14.30; 16:5-13a)

Waktu itu Absalom, putera Daud memberontak. Maka datanglah seseorang kepada Daud, katanya “Hati orang Israel telah condong kepada Absalom.” Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem, “Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, jangan sampai kita tidak dapat luput dari tangan Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia tidak dapat lekas menyusuli kita dan mendatangkan celaka atas kita serta memukul kota ini dengan mata pedang!” Maka Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis. Ia mengenakan selubung kepala, dan ia berjalan dengan kaki tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia: masing masing mengenakan selubung kepala, dan mereka mendaki sambil menangis.
Ketika Raja Daud sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; namanya Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk. Daud dan semua pegawainya ia lempari dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri-kanannya. Beginilah perkataan Simei pada waktu itu mengutuk, “Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila! Tuhan telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja. Tuhan kini menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sungguh engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah.”
Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja, “Mengapa bangkai anjing ini mengutuki Tuanku Raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.” Tetapi kata raja, “Tak usahlah campur tangan, hai anak Zeruya! Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila Tuhan bersabda kepadanya, ‘Kutukilah Daud’, siapakah yang akan bertanya mengapa engkau berbuat demikian?” Kata Daud pula kepada Abisai dan kepada semua pegawainya, “Sedangkan anak kandungku saja ingin mencabut nyawaku, apa lagi si orang Benyamin ini! Biarkanlah dia, dan biarlah ia mengutuk, sebab Tuhanlah yang telah bersabda kepadanya demikian. Mungkin Tuhan akan memperhatikan kesengsaraanku ini, dan Tuhan membalasku dengan sesuatu yang baik sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.” Demikianlah Daud melanjutkan perjalanan bersama orang-orangnya.

 
KERAJAAN ALLAH selalu dihambat perkembangannya. Ada orang yang mau dimanfaatkan oleh kegelapan untuk mengacaukan tujuan mulia Tuhan. Ada kelompok yang melakukan apa saja untuk melawan Kerajaan Terang. Di beberapa tempat malah "gereja setan" berdiri resmi dengan alasan kebebasan manusia dan semua orang berhak diperlakukan setara di hadapan hukum. Menurut hukum, Gereja tidak bisa menindas gerakan tersebut, tetapi Gereja berhak untuk melindungi umat-nya dari rongrongan kegelapan. Karena itu kita memperkuat diri dengan penyadaran dan peningkatan kualitas iman.

YESUS KRISTUS sendiri menghadapi perlawanan oleh kegelapan ketika mewartakan Kerajaan Allah. Hakekat Kerajaan Allah ialah pembebasan manusia dari kuasa kegelapan. Ketika membebaskan orang Gerasa dari roh jahat, Yesus mengirim pesan, bahwa Kerajaan Allah itu tempat yang aman bagi semua orang, bahwa Tuhan berbelas kasih kepada orang yang dikuasai kegelapan. Dengan mengijinkan Legion masuk ke kawanan babi-babi, Yesus mengingatkan para murid, bahwa nilai kegelapan itu rendah, tak lebih daripada babi-babi yang dipandang najis oleh orang Israel. Maka tak ada alasan sedikit pun seorang beriman menggadaikan dirinya ke tangan kegelapan, apapun alasan dan tujuannya. Kegelapan tak pernah menghantar manusia ke Kerajaan Terang, maka ia tak layak dituruti, walaupun ia "mengakui" Tuhan lebih berkuasa atas dirinya. Manusia yang bermartabat tidak akan membiarkan diri dijerat kegelapan.

BERIMAN kepada Kristus sesungguhnya cara kita mempersenjatai diri dalam berhadapan dengan kegelapan. Ibarat Daud dilawan oleh anaknya Absalom, komunitas umat beriman sering dilawan oleh anggotanya sendiri. Umat Kristiani tidak harus sependapat dalam segala sesuatu, namun di tengah perbedaan tersebut harus ada upaya tulus untuk mencari titik temu. Orang tak boleh hanya mementingkan dirinya sendiri dengan mengorbankan orang lain. Egoisme, kemunafikan, kebencian dan berbagai hal buruk adalah pintu bagi kegelapan untuk mengusai kita. Janganlah menjadi agen kegelapan dengan berperi laku buruk. (ap)

Ajarilah kami ketulusan, ya Bapa, agar terhindarlah kami dari dosa mengkianati Gereja-Mu. St. Yosef Freinademetz, doakanlah kami. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 3:2-3.4-5.6-7; R: 7b)

Ref: Bangkitkanlah, ya Tuhan, selamatkanlah aku.

  1. Ya Tuhan, betapa banyak lawanku! Betapa banyak orang yang bangkit menyerang aku; Banyak orang berkata tentang aku, “Baginya tidak ada pertolongan dari Allah.”
  2. Tetapi, Tuhan, Engkaulah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku, Engkaulah yang mengangkat kepalaku! Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.
  3. Maka, aku dapat membaringkan diri dan tertidur; dan kemudian bangun lagi, sebab Tuhan menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang mengepung aku dari segala penjuru. Bangkitlah, ya Tuhan! Tolonglah aku, ya Allahku!
 

Hai roh jahat, keluarlah dari orang ini! (Mrk 5:1-20)

Sekali peristiwa, sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang danau Galilea, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah kepada-Nya seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan. Orang itu diam di sana dan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya, dengan rantai sekalipun! Sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantai itu diputuskannya dan belenggu itu dimusnakannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli diri dengan batu. Ketika melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya. Ia lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak, “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah yang Mahatinggi? Demi Allah jangan siksa aku!” (Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya, “Hai, engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”) Kemudian Yesus bertanya kepada orang itu, “Siapa namamu? Jawabnya, “Namaku Legion, karena kami banyak.” Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana, di lereng bukit, sekawanan babi sedang mencari makan. Lalu roh-roh itu meminta kepada Yesus, katanya, “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, dan biarkanlah kami memasukinya!” Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Maka kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
Maka larilah penjaga-penjaga babi itu! Mereka menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk; orang yang tadinya kerasukan legion itu, kini berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceritakan apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Pada waktu itu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai Yesus. Tetapi Yesus tidak memperkenankannya. Yesus berkata kepada orang itu “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala yang telah diperbuat Tuhan atasmu, dan ceritakan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” Orang itu pun pergi dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala yang telah diperbuat Yesus atas dirinya, dan mereka semua menjadi heran.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge