Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2018
  Masa Biasa Pekan 6
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
        1 2
25 26 27 28      

Selasa, 13 Februari 2018
 
  St. Yulianus dari Antiokhia, martir  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga dokter-dokter Katolik tidak menurunkan kualitas pelayanan medisnya dan secara profesional tetap menolong pasien-pasiennya yang menggunakan program jaminan kesehatan nasional."
 
 
 
Yak 1:12-18 | Mzm 94:12-13a.14-15.18-19 | Mrk 8:14-21

Allah tidak mencobai siapa pun (Yak 1:12-18)

Saudara-saudara terkasih, berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan. Apabila tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada setiap orang yang mengasihi Dia. Apabila seseorang dicobai, janganlah ia berkata: Pencobaan ini datang dari Allah. Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi setiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa. Dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
Saudara-saudara yang terkasih, janganlah sesat! Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. Pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh sabda kebenaran, supaya pada tingkat yang tertentu kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

 
PENGALAMAN krisis hidup praktis pernah melanda semua orang dari golongan manapun. Yang menentukan di sini bukan krisis itu tetapi tanggapannya. Ada krisis yang begitu menghancurkan, tapi jika diolah dengan benar justru memunculkan kreativitas baru. Ada krisis yang sederhana, tetapi karena tidak diolah dengan cara yang benar, buah-buahnya justru sangat mematikan. Pola pikir seseorang sangat menentukan, bagaimana ia keluar dari krisis itu dan apa buah-buah yang dihasilkannya.

PENGALAMAN para rasul tentang Yesus Kristus bermacam-macam, tetapi tidak semua sanggup membentuk kualitas iman seperti yang diharapkan oleh Yesus. Dua mujizat perbanyakan roti belum bisa membentuk sikap percaya penuh pada penyelenggaraan Tuhan. Mereka kawatir dengan urusan makanan. Karena ukuran itu dipegang, ajaran Yesus pun dipahami menurut sudut pandang tersebut. "Berhati-hatilah terhadap ragi orang Farisi", kata Yesus. Ragi itu bekerja tanpa dilihat mata, masuk dan menyatu dengan adonan. Jika para murid tidak waspada terhadap sikap hidup kaum Farisi, mereka akan mudah dipengaruhi. Murid Yesus tak boleh munafik, karena mereka harus mengajar tentang sikap hidup yang melawan kemunafikan. Cara mereka menilai Yesus salah, maka Yesus mengoreksi mereka.

PENGALAMAN hidup kita tentu saja berbeda, tanggapan kita pada nilai-nilai juga bergantung pada konteks. Nasihat Yakobus hari ini dapat kita jadikan pegangan. Tuhan tidak mencobai kita tetapi keinginan kita sendiri yang mencobai kita. Jangan cari kambing hitam atas kelemahan diri, tetapi berjuanglah mengatasi-nya dengan cara yang baik. "Orang yang tahan uji akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada yang mencintai-Nya", demikian kata Santo Yakobus (Yak 1:12). Maka ambillah hikmah dari pengalaman hidup atas dasar cinta. (ap)

Jalan keselamatan ini penuh marabahaya, ya Tuhan, janganlah Kaubiarkan kami tersesat dan menyimpang dari jalan kebenaran. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 94:12-13a.14-15.18-19; R: 12a)

Ref: Berbahagialah orang yang Kauajar, ya Tuhan.

  1. Berbahagialah orang yang Kauajar, ya Tuhan, yang Kaudidik dalam Taurat-Mu. Hatinya akan tenang di hari-hari malapetaka.
  2. Sebab Tuhan tidak akan membuang umat-Nya, dan milik pusaka-Nya tidak akan Ia tinggalkan. Sebab hukum akan kembali kepada keadilan dan semua orang yang tulus hati akan mematuhi.
  3. Ketika aku berpikir kakiku goyah, kasih setia-Mu, ya Tuhan, menopang aku. Apabila keprihatinanmu makin bertambah, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes (Mrk 8:14-21)

Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya, “Berjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi orang Herodes.” Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain, “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.” Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, “Mengapa kalian memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata tidakkah kalian melihat? Dan kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Dua belas bakul.” “Dan pada waktu tujuh roti, berapa yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul.” Lalu Kata Yesus kepada mereka, “Masihkah kalian belum mengerti?”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge