Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2018
  Masa Prapaskah Pekan 1
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
        1 2
25 26 27 28      

Rabu, 21 Februari 2018
 
  St. Petrus Damianus, uskup dan pujangga gereja  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga dokter-dokter Katolik tidak menurunkan kualitas pelayanan medisnya dan secara profesional tetap menolong pasien-pasiennya yang menggunakan program jaminan kesehatan nasional."
 
 
 
Yun 3:1-10 | Mzm 51:3-4.12-13.18-19 | Luk 11:29-32

Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat (Yun 3:1-10)

Tuhan berfirman kepada Yunus, “Bangunlah, dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.” Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”
Orang NIniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan pakaian kabung. Setelah khabar sampai pada raja kota Niniwe, turunlah raja dari singasananya; ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya, orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang menyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.”
Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

 
MENURUT deskripsi yang ditampilkan di dalam Kitab Nabi Yunus, Niniwe itu sebuah kota yang besar dengan banya penduduk, diperintah oleh raja yang kaya dan berkuasa. Bertolak dari belas kasih-Nya, Tuhan hendak mengingatkan kota itu agar bertobat dari dosa, sebab kehancuran karena dosa itu sudah mendekat. Pilihan jatuh pada Yunus. Yunus yang menghindar dari tugas itu akhirnya dipaksa Tuhan lewat perut ikan. Walaupun tidak suka dengan perubahan di Niniwe, Yunus tetap melaksanakan tugas itu. Pertobatan pun terjadi, orang Niniwe diselamatkan.

PENGALAMAN Yunus dengan orang Niniwe berseberangan dengan pengalaman Yesus dengan orang Israel. Orang Niniwe berdosa dari ketidaktahuan akan Firman Tuhan, tetapi berbalik dari dosa begitu mendapat pesan Tuhan melalui Nabi Yunus yang terpaksa menunaikan tugas dari Tuhan. Orang Israel berdosa, mengingkari pengetahuan tentang Firman Tuhan, dan tidak berbalik dari dosa ketika mendapat pesan Tuhan melalui Yesus dari Nazaret, yang dengan sukarela menjalankan tugas dari Tuhan itu. Dua utusan menanggapi secara berbeda tugas dari Tuhan, ditanggapi dengan cara berbeda oleh dua bangsa, sehingga buah yang diperoleh pun berbeda. Yang lebih parah ialah memahami kehendak Tuhan tapi tidak bersedia mengubah diri karena egosime.

PROSES penginjilan, baik bagi pribadi maupun bagi satu bangsa, bertolak dari penyampaian pesan Tuhan, lisan atau tertulis. Pesan ini melahirkan pengetahuan baru. Ada yang hanya berhenti pada pengetahuan dan tidak menyerapnya menjadi nilai iman. Ada yang berlangkah lebih dalam dengan mengintegrasikan pengetahuan itu ke dalam dirinya. Lahirlah iman. Ketika iman sudah diterima, ada kewajiban lain, yakni mewujudkan cinta Tuhan. Di sini ada banyak soal, karena ada yang menolak menjadi alat Tuhan. Apapun sikap kita, hendaknya kita selalu kembali ke prinsip utama: keselamatan jiwa itu jauh lebih penting daripada segala nilai yang lain. (ap)

Sentuhlah hati kami dengan tangan kasih-Mu, O Yesus, agar kami semakin pasti di langkah kami mengikuti jejak-Mu, mewartakan kasih Bapa. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-4.12-13.18-19; R: 19b)

Ref: Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
  2. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
  3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahan kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Angkatan ini tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus (Luk 11:29-32)

Sekali peristiwa Yesus berbicara kepada orang banyak yang mengerumuni Dia, “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menuntut suatu tanda, tetapi mereka tidak akan diberi tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab sebagaimana Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan akan menghukum mereka, sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sungguh, yang ada di sini lebih daripada Salomo! Pada waktu penghakiman orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sungguh, yang ada di sini lebih besar daripada Yunus!”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge