Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2018
  Masa Prapaskah Pekan 2
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
        1 2
25 26 27 28      

Selasa, 27 Februari 2018
 
  St. Gabriel Posenti, pengaku iman  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga dokter-dokter Katolik tidak menurunkan kualitas pelayanan medisnya dan secara profesional tetap menolong pasien-pasiennya yang menggunakan program jaminan kesehatan nasional."
 
 
 
Yes 1:10.16-20 | Mzm 50:8-9.16bc.17.21.23 | Mat 23:1-12

Belajarlah berbuat baik, usahakanlah keadilan (Yes 1:10.16-20)

Dengarlah firman Tuhan, hai para pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! “Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik. Usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! Lalu kemarilah dan baiklah kita berperkara!” firman Tuhan. “Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil yang baik dari negeri ini. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, kamu akan dimakan oleh pedang.” Sungguh, Tuhan sendirilah yang mengucapkan ini.

 
BANYAK revolusi besar yang mengubah sejarah dunia dipicu oleh ketidakadilah penguasa. Sejumlah monarki absolut ditumbangkan oleh rakyatnya sendiri ketika kekuasaan mereka sama sekali tidak membawa kesejahteraan bagi masyarakat luas. Negara-negara kolonial juga pada akhirnya terusir dari tanah jajahannya, saat penduduk lokal menyadari hak-haknya dirampas dan mereka tidak diperlakukan dengan adil. Tsar Rusia, Shah Iran, Raja Mesir beda nasibnya dengan Raja Inggris atau Belanda yang mengadopsi pola demokrasi modern. Inggris terusir dari India, Belanda terusir dari Indonesia, Italia terusir dari Libya, dan seterusnya. Ketika mereka berlaku tidak adil, ketidakadilan itu akhirnya mengadili mereka.

NUBUAT Nabi Yesaya menyerukan keadilan kepada para penguasa di Israel, karena mereka memerintah atas dasar anugerah Tuhan. Namun dalam praktek, para elit penguasa, baik pemerintahan maupun keagamaan, berlaku tidak adil kepada masyarakat. Tuhan mengingatkan dosa mereka dan memberi perintah untuk kembali ke jalan yang benar. "Berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik. Usahakanlah keadilan", demikian firman Tuhan (Yes 1:16-17). Di mata Yesus, perintah ini lebih efektip diwujudkan kalau para penguasa juga menghayatinya, ketika ada keselarasan antara apa yang mereka ajarkan dan apa yang mereka lakukan. Ketika mereka tidak bertindak demikian, Yesus mengingatkan para murid memperhatikan pengajaran mereka namun mengabaikan cara hidup yang berlawanan dengan firman Tuhan. Umat harus jeli mengambil keputusan sendiri.

TEMA besar ini kita renungankan untuk meneguhkan diri serta memperbaiki komunikasi dengan Tuhan dan manusia. Sikap adil mencegah kekerasan. Keselarasan kata dan tindakan mencegah kemunafikan. Tentu semua kebajikan ini tidak jatuh dari langit. Kita membangunnya perlahan-lahan, maka kita perlu kerendahan hati dan ketabahan dalam segala situasi. Hamba yang setia dihargai Tuhan dan dinantikan oleh mahkota kemuliaan dalam Kerajaan Kekal. Kita tentu ingin menjadi hamba yang setia itu dan meraih mahkota abadi. (ap)

Sentuhlah hati kami dan doronglah, ya Tuhan, agar kami menjadi agen keadilan dan kebenaran, agar banyak orang mengalami cinta-Mu. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 50:8-9.16bc.17.21.23; R: 23b)

Ref: Siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.

  1. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu, atau kambing jantan dari kandangmu.
  2. Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?
  3. Itulah yang engkau lakukan, apakah Aku akan diam saja? Apakah kau kira Aku ini sederajat dengan engkau? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu.
  4. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya, akan menyaksikan keselamatan dari Allah.

Mereka mengajarkan tetapi tidak melakukan (Mat 23:1-12)

Sekali peristiwa berkatalah Yesus kepada orang banyak dan murid-murid-Nya, “Ahli-ahli Taurat dan orang-rang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan mereka, karena mereka mengajarkan tetapi tidak melakukannya. Mereka mengingat-ingat beban berat lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang. Mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang. Mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat. Mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah suka disebut Rabi; karena hanya satulah Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satulah Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Kristus. Siapa pun yang terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge