Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2018
  Masa Biasa Pekan 15
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        

Jumat, 20 Juli 2018
 
  St. Margareta dari Antiokia, perawan dan martir  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga di tingkat keluarahan, RT dan RW, orang Katolik yang mampu mau menjadi pelopor dan pamong untuk menghidupi dan mempraktekkan kerukunan dan kedamaian."
 
 
Yes 38:1-6.21-22.7-8 | Yes 38:10-12abcd.16 | Mat 12:1-8

Aku telah mendengar doamu dan melihat airmatamu (Yes 38:1-6.21-22.7-8)

Pada waktu itu, Hizkia, raja Yehuda, jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah Nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya, “Beginilah sabda Tuhan: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, dan tidak akan sembuh lagi.” Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada Tuhan. Ia berkata, “Ya Tuhan, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan tulus hati, dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di hadapan-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Maka bersabdalah Tuhan kepada Yesaya, “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah sabda Tuhan, Allah Daud, leluhurmu. Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sungguh, Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan aku akan melepaskan dikau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan melindungi kota ini.” Kemudian berkatalah Yesaya, “Hendaknya diambil sebuah kue dari buah ara dan ditaruh diatas bara itu, maka raja akan sembuh.” Sebelum itu Hizkia telah berkata, “Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah Tuhan?” Jawab Yesaya, “Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari Tuhan, bahwa Tuhan akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya. Sungguh, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak dari yang telah dijalaninya.” Maka pada penunjuk matahari itu mundurlah matahari sepuluh tapak ke belakang dari jarak yang telah dijalaninya.

 
KEPUTUSAN pengadilan atas diri perempuan itu pasti memberikan pengalaman traumatik yang lain lagi. Ia sudah mengalami hal yang buruk, yakni diperkosa oleh majikannya. Tetapi ketika ia melapor kejahatan tersebut kepada pihak keamanan, ia malah divonis sebagai pelaku kejahatan perzinahan, sementara si pemerkosa bebas dari perbuatannya. Demikian berita yang pernah saya baca tentang seorang TKW (tenaga kerja wanita) di sebuah negara di Timur Tengah. Hukum tidak berpihak pada yang lemah.

KAUM FARISI memandang diri sebagai pengawal dan pemelihara iman dan moral bangsa Israel. Mereka memperhatikan setiap detil hukum dan menerapkannya semata-mata demi hukum itu, tetapi mengabaikan tujuannya, yakni mendekatkan orang pada Tuhan yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. Sikap Yesus berseberangan dengan itu, karena di mata Yesus martabat manusia jauh lebih tinggi dari hukum, karena hukum diwahyukan Tuhan untuk melayani manusia, menolong mereka membangun relasinya dengan Tuhan secara tepat. Ketika Tuhan berkuasa, Ia melakukan yang tak terbayangkan manusia. Hizkia dibebaskan dari maut dan cengkeraman Raja Asyur. Namun ketika Yesus hendak membebaskan orang dari cengkeraman dosa, para pewarta iman justru menghalanginya, oleh karena penerapan hukum yang tidak menghargai kemanusiaan. Kebaikan tak dapat ditegakkan dengan cara yang salah.

MENGATUR kehidupan iman dengan seperangkat hukum itu baik. Kita ingin hidup ini teratur, perayaan liturgi indah dan meriah, kebersamaan terpeliharan. Namun hendaknya kita melihat tujuan terjauh, yakni semua ini harus menghantar orang ke Kerajaan Keselamatan yang disiapkan Tuhan. Andaikata semua perangkat itu tidak membuat orang lebih dekat dengan Tuhan, kita harus dengan rendah hati membaharui diri. (ap)

Bantulah kami mengutamakan cinta-Mu, ya Tuhan, di saat kami harus menegakkan aturan yang menolong kami menghayati iman kami. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Yes 38:10-12.16; R: 17b)

Ref: Tuhan, Engkau telah menyelamatkan hidupku.

  1. Aku berkata, dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.
  2. Aku berkata, aku tidak akan melihat Tuhan lagi di negeri orang-orang yang hidup; aku tidak lagi akan melihat seorang pun di antara penduduk dunia.
  3. Pondok kediamanku dibongkar dan dibuka seperti kemah gembala; seperti tukang tenun menggulung tenunannya aku mengakhiri hidupku; Tuhan memutus nyawaku dari benang hidup.
  4. Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Dikau. Tenangkanlah batinku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh.
 

Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat (Mat 12:1-8)

Pada suatu hari Sabat, Yesus dan murid-murid-Nya berjalan di ladang gandum. Karena lapar murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada Yesus, “Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat.” Tetapi Yesus menjawab, “Tidakkah kalian baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengikutnya lapar? Ia masuk ke dalam Bait Allah, dan mereka semua makan roti sajian yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam. Atau tidakkah kalian baca dalam Kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Seandainya kalian memahami maksud sabda ini, ‘Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan,’ tentu kalian tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah. Sebab Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge