Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2018
  Masa Biasa Pekan 13
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        

Selasa, 25 Juli 2018
 
  Pesta St. Yakobus, rasul  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga di tingkat keluarahan, RT dan RW, orang Katolik yang mampu mau menjadi pelopor dan pamong untuk menghidupi dan mempraktekkan kerukunan dan kedamaian."
 
 
2 Kor 4:7-15 | Mzm 126:1-6 | Mat 20:20-28

Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami (2 Kor 4:7-15)

Saudara-saudara, harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang berlimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami sendiri. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terhimpit; kami habis akal namun tidak putus asa; kami dianiaya namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami yang masih hidup ini terus menerus diserahkan kepada maut demi Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata dalam tubuh kami yang fana ini. Demikianlah maut giat di dalam diri kami, sedangkan hidup giat di dalam kamu. Namun kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, "Aku percaya, sebab itu aku berbicara." Karena kami pun percaya, bahwa kami juga berbicara. Karena kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadiratNya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu, supaya kasih karunia yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menghasilkan ucapan syukur semakin melimpah bagi kemuliaan Allah.

 
SAHABATKU itu dulu seorang imam misionaris SVD. Beberapa tahun sesudah tahbisan kami, ia mengundurkan diri dan hidup berkeluarga. Lebih dari dua puluh tahun saya tidak berjumpa dengannya, walaupun ada kontak lewat telepon dan media sosial lainnya. Ketika melayani seminar lintas gereja di Makasar, saya akhirnya berjumpa dengannya. Ia memperkenalkan isteri dan anak-anaknya. Ketika kami duduk santai di cafe di lobby hotel, beberapa pendeta yang menjadi rekanku mengamati dirinya. "Ia pasti dulu seorang pastor", kata salah satu dari teman-teman itu. "Bagaimana bisa tahu?" tanyaku. "Auranya khas", jawab teman itu, "masih menyisahkan ciri seorang yang diurapi."

PERAYAAN pesta Yakobus, saudara Yohanes, anak Zebedeus, kita tandai dengan refleksi tentang hakekat diri seorang rasul. Yesus menanggapi permintaan keluarga Zebedeus, tentang hal duduk di sebelah kanan dan kiri-Nya di dalam kerajaan-Nya, dengan ajaran tentang cawan yang harus diminum. Cawan Yesus adalah salib, maka jika Yakobus dan Yohanes sanggup minum dari cawan itu, mereka harus siap menanggung penderitaan salib. Pesan Yesus ini terwujud, karena Yakobus lah yang pertama dari antara kedua belas rasul yang menjadi martir, ketika ia dibunuh atas perintah Raja Herodes (Kis 12:12). Yakobus sesungguhnya membuktikan, bahwa pilihannya untuk menjadi murid Yesus juga menguatkan dirinya untuk melewati jalan salib seperti Yesus, menuju kemuliaan dalam Kerajaan Kekal seperti yang diharapkan ibunya.

KONSEKUENSI pilihan menjadi pewarta iman ialah terus bersaksi tentang Kerajaan Allah kapan dan di manapun. Kesaksian tertinggi oleh seorang pewarta iman adalah kemartiran. Tidak semua menjadi martir, tetapi kesaksian tetap menuntut korban diri. Santo Paulus menyebutnya sebagai "senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh", agar kapan dan di mana pun penampilan seorang murid selalu mengundang orang menemukan Kristus. Inilah cawan hidup kita hari ini. (ap)

Belajar dari kelemahan kami, ya Yesus, jadikanlah kami manusia baru yang siap bersaksi tentang Kerajaan-Mu. St. Yakobus, doakanlah kami. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 126:1-6; R: 5)

Ref: Yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai.

  1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorai-sorai.
  2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, "Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
  3. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
 

Cawanku akan kamu minum (Mat 20:20-28)

Sekali peristiwa menjelang kepergian Yesus ke Yerusalem, datanglah Ibu Zebedeus serta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapanNya untuk meminta sesuatu. Kata Yesus, "Apa yang kaukehendaki?" Jawab ibu itu, "Berilah perintah supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam kerajaanMu, yang seorang di sebelah kananMu, dan yang seorang lagi di sebelah kiriMu." Tetapi Yesus menjawab, "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta! Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?" Kata mereka kepadaNya, "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka, "CawanKu memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kananKu atau di sebelah kiriKu, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa BapaKu telah menyediakannya."
Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada dua bersaudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, "Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge