Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2018
  Masa Biasa Pekan 18
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  

Minggu, 5 Agustus 2018
 
  Pesta pengudusan Basilika St. Perawan Maria di Roma  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja sungguh-sungguh membentuk, menyiapkan dan mendidik generasi muda agar mampu dan tangguh menanggapi persoalan-persoalan sosial dan politik secara cerdas, intelektual dan bermoral."
 
 
Kel 16:2-4.12-15 | Mzm 78:3.4bc.23-25.54 | Ef 4:17.20-24 | Yoh 6:24-35

Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu (Kel 16:2-4.12-15)

Di padang gurun Sin yang terletak di antara Elim dan Gunung Sinai, bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun. Mereka berkata, “Ah, seandainya tadi kami mati di tanah Mesir oleh tangan Tuhan, tatkala kami duduk menghadapi kuali penuh daging dan makan roti sepuas hati. Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.” Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu. Maka bangsa ini akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari. Dengan cara itu Aku hendak menguji apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. Aku telah mendengar orang Israel bersungut-sungut. Katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan makan roti sampai kenyang. Maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, Allahmu.” Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung-burung puyuh menutupi perkemahan mereka. Pagi harinya terhamparlah embun sekeliling perkemahan. Setelah embun menguap, tampaklah pada permukaan gurun sesuatu yang halus mirip sisik, halus seperti embun yang membeku di atas tanah. Melihat itu umat Israel saling bertanya-tanya, apakah ini, sebab mereka tidak tahu apa itu. Lalu berkatalah Musa, “Inilah roti yang diberikan Tuhan menjadi makananmu.”

 
PARA PEMAIN sepak bola terkenal, yang sangat dikagumi banyak penggemar, ternyata sangat taat pada aturan dan disiplin yang dterapkan oleh pelatihnya. Padahal mungkin ketrampilan individu pelatih itu jauh di bawah mereka. Namun mereka tahu, dengan taat kepada pelatih yang menentukan strategi permainan, mereka justru memiliki peluang lebih besar untuk meraih keberhasilan, jadi orang terkenal, dan tentu saja penghasilan sebagai pemain yang dibayar mahal. Karena itu, ketaatan dan kedisiplinan sama sekali tidak merendahkan harga diri mereka, karena keinginan untuk meraih nilai yang lebih tinggi membuat semua itu hanya dianggap sebagai harga yang harus dibayar.

YESUS menantang orang-orang yang mencari-Nya ke Kapernaum pasca mujizat perbanyakan roti yang menghebohkan. "Kalian mencari aku bukan karena melihat tanda-tanda, melainkan karena makan roti sampai kenyang", kata-Nya. Pertanyaan itu menohok harga diri orang-orang itu, karena motivasi mereka rendah, hanya sebatas urusan perut. Yesus tidak mengina mereka. Ia mendorong mereka untuk melihat lebih jauh dari sekedar urusan perut, yakni urusan keselamatan. Makanan fana akan binasa, tubuh juga akan binasa. Para murid tak boleh berhenti pada urusan tersebut, karena nilai utama dalam hidup terletak dalam keselamatan abadi. Maka para murid haruslah berusaha menemukan sumber hidup itu, yakni Roti Kehidupan. Roti itu adalah Kristus sendiri, yang memberi diri untuk korban salib demi keselamatan semua orang. Dengan menerima Roti Hidup, para murid bebas dari kelekatan ragawi dan lebih terarah ke jalan utama, yakni kemuliaan surgawi.

BERTOLAK dari kelemahan sebagai manusia, Petrus dan Paulus dengan setia memikul salib perutusan mereka. Kesetiaan mereka telah membuat mereka menjadi pribadi istimewa, panutan bagi banyak orang beriman. Kesetiaan inilah yang hendak kita pelajari dan kita teladani. Kekuatan utama mereka bukan dari kelebihan mereka tetapi dari kerelaan mengakui kelemahan dan kerendahan hati membangun diri sesuai dengan kehendak Tuhan. Andaikata orang-orang beriman mau belajar dari dua tokoh besar ini, misi membangun Kerajaan Allah akan lebih mudah diwujudkan. (ap)

Perlihatkanlah kepada kami, ya Tuhan, kelemahan diri kami, dan ajarilah kami untuk membaharui diri menjadi murid-Mu yang lebih baik. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 78:3.4bc.23-25.54; R: ...)

Ref: Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.

  1. Yang telah kami dengar dan kami ketahui dan yang diceriterakan kepada kami oleh para leluhur akan kami teruskan kepada angkatan yang kemudian. Puji-pujian kepada Tuhan dan kekuatan-Nya.
  2. Ia memberi perintah kepada awan-awan dari atas dan membuka pintu-pintu langit. Ia menghujankan manna untuk mereka makan dan memberi mereka gandum dari langit.
  3. Roti para malaikat menjadi santapan insan, bekal berlimpah disediakan oleh Allah. Dibawa-Nya mereka ke tanah-Nya yang kudus, ke gunung-gunung yang Ia rebut dengan tangan kanan-Nya.
 

Kenakanlah manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah (Ef 4:17.20-24)

Saudara-saudara, di dalam Tuhan aku menegaskan hal ini kepadamu, jangan lagi hidup dengan pikiran yang sia-sia seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu jangan hidup secara demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus. Maka, sehubungan dengan kehidupanmu yang dahulu, kamu harus menanggalkan manusia lama yang menemui kebinasaan oleh karena nafsu yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu. Hendaklah kamu mengenakan manusia baru yang telah diciptakan menurut kehendak Allah. Hendaklah kamu hidup di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

 

Barangsiapa datang kepada-Ku ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku ia tidak akan haus lagi (Yoh 6:24-35)

Di seberang Danau Galilea, ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya, “Rabi, bilamana engkau tiba di sini?” Yesus menjawab mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu. Sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” Lalu kata mereka kepada-Nya, “Apakah yang harus kami perbuat supaya mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah? Jawab Yesus kepada mereka, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Tanda apakah yang Engkau perbuat supaya kami dapat melihat dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: mereka diberi-Nya makan roti dari surga.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberi kamu roti dari surga, melainkanBapa-Ku-lah yang memberi kamu roti yang benar dari surga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Tuhan, berilah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge