Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2018
  Masa Biasa Pekan 19
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  

Minggu, 12 Agustus 2018
 
  Hari Raya Maria Diangkat ke Surga (dipindahkan dari 15 Agustus)  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja sungguh-sungguh membentuk, menyiapkan dan mendidik generasi muda agar mampu dan tangguh menanggapi persoalan-persoalan sosial dan politik secara cerdas, intelektual dan bermoral."
 
 
Why 11:19a; 12:1-6a.10ab | Mzm 45:10c-12.16 | 1 Kor 15:20-26 | Luk 1:39-56

Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya (Why 11:19a; 12:1-6a.10ab)

Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjianNya di dalam Bait Suci itu. Lalu tampaklah suatu tanda besar di langit: seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung. Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda lain di langit: seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertandung sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Ekornya menyapu sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu untuk menelan anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkannya. Dan perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tetapi tiba-tiba Anak itu direnggut dan dibawa lari kepada Allah dan ke hadapan tahtaNya. Lalu perempuan itu lari ke padang gurun, di mana Allah telah menyediakan suatu tempat baginya. Kemudian aku mendengar suara yang nyaring dari surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah! Sebab para pendakwa yang siang malam mendakwa saudara-saudara kita di hadapan Allah, telah dilemparkan ke bawah!”

 
HARI RAYA Maria Diangkat Ke Surga kita rayakan pada hari ini, sesuai dengan keputusan Konperensi Wali Gereja Indonesia, agar sebanyak mungkin orang beriman mengambil bagian dalam liturgi yang menghormati Maria, Bunda Yesus, Bunda segala bangsa. Bagi orang Indonesia, kita perlu memohonkan perlindungan Bunda Maria, karena kita telah memasuki tahun politik, menuju pemilihan presiden dan anggota legislatip tahun 2019 yang akan datang. Semoga anak-anak bangsa ini menemukan damai dan sukacita dalam keragaman.

DUA ORANG perempuan Israel, Maria dan Elisabet, kalangan biasa yang tidak terkenal, andaikata keduanya tidak dipilih Tuhan untuk menjadi bunda dua tokoh besar yang mengubah sejarah bangsa-bangsa. Maria mengandung Sang Mesias, Elisabet mengandung bentara Sang Mesias. Di dalam diri Maria dan Elisabet kita melihat kekuatan Firman Tuhan yang mengubah hidup manusia. Dari dosa menjadi kudus, dari kecil menjadi besar, dari kaum marjinal menuju kekuatan dahsyat yang mengubah dunia. Kekuatan Firman telah memberi keselamatan bagi Gereja, sebagaimana diungkapkan dalam Wahyu Yohanes, ketika perempuan yang sakit bersalin itu diselamatkan dari naga yang mengejarnya. Seperti itulah hidup umat Allah, selalu hendak dimusnahkan kegelapan. Tetapi berkat kehendak bebas kedua perempuan ini, keselamatan terwujud seperti sekarang, dan kita menikmati buah sulung dari rencana Tuhan, yakni kehadiran Kristus, pemberi hidup.

SUKACITA dalam Firman Tuhan, membuat Maria dan Elisabet tak peduli dengan salib perutusan. Mereka tenggelam dalam karunia rahmat Ilahi, yang telah membebaskan mereka dari kecemasan dan memberdayakan mereka untuk setia pada perutusan sampai akhir hayat. Karunia inilah yang kita harapkan dari Tuhan, agar kita disembuhkan dari luka dosa, dibebaskan dari ketakutan akan salib, serta diberdayakan untuk bersaksi tentang karya Tuhan yang menyelamatkan, sehingga lebih banyak orang yang bisa menemukan Kristus, jalan kebenaran. (ap)

Pada hari raya Bunda-Mu diangkat ke surga, ya Yesus, kami mohon agar Kauteguhkan selalu dalam hidup dan pelayanan kami bagi umat-Mu. Amin.

© 2018 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 45:10c-12.16; R: 11)

Ref: Di sebelah kananmu berdiri permaisuri, berpakaian emas dari Ofir.

  1. Dengarlah hai puteri, lihatlah dan sendengkanlah telingamu, lupakan-lah bangsamu dan seisi rumah ayahmu! Biarlah raja menjadi bergairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya.
  2. Dengan sukacita dan sorak sorai mereka di bawa, mereka masuk ke dalam istana raja.
 

Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milikNya (1 Kor 15:20-26)

Saudara-saudara, Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang dituntut menurut ukurannya: Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya. Kemudian tibalah kesudahan, yaitu bilamana Kristus menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesusah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Kristus harus memegang pemerintahan sebagai Raja, sampai Allah meletakkkan semua musuhNya di bawah kakiNya. Musuh terakhir yang Ia binasakan ialah maut.

 

Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku; dan meninggikan orang-orang yang rendah (Luk 1:39-56)

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju ke sebuah kota di wilayah Yehuda. Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua wanita, dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai ke telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”
Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. RahmatNya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya, dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hambaNya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Kira-kira tiga bulan lamanya Maria tinggal bersama Elisabet, lalu pulang ke rumahnya.


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge