Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Agustus 2018
  Masa Biasa Pekan 19
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
      1 2 3
26 27 28 29 30 31  

Jumat, 17 Agustus 2018
 
  Hari Raya Kemerdekaan Indonesia  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga Gereja sungguh-sungguh membentuk, menyiapkan dan mendidik generasi muda agar mampu dan tangguh menanggapi persoalan-persoalan sosial dan politik secara cerdas, intelektual dan bermoral."
 
 
Sir 10:1-8 | Mzm 101:1a.2ac.3a.6-7 | 1 Ptr 2:13-17 | Mat 22:15-21

Para penguasa bertanggung jawab atas rakyatnya (Sir 10:1-8)

Pemerintah yang bijak menjamin ketertiban dalam masyarakat, pemerintah yang arif adalah yang teratur. Seperti para penguasa, demikianlah pula para pegawainya, seperti pemerintah kota, demikian pula semua penduduknya. Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya. Di dalam tangan Tuhan, terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya. Di dalam tangan Tuhanlah, terletak kemujuran seseorang, dan kepada para pejabat, Tuhan mengaruniakan martabat. janganlah pernah menaruh benci kepada sesamamu, apa pun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu. Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun manusia, dan bagi kedua-duanya, kelaliman adalah salah. Pemerintah beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan, dan uang.

 
INDONESIA tanah air beta, pusaka abadi nan jaya. Sepenggal syair ini begitu sering terdengar di berbagai siaran radio dan TV belakangan ini. Mengapa demikian? Karena bangsa ini terancam oleh isu-isu kesukuan, agama, ras dan golongan. Sangatlah perlu anak-anak bangsa ini diingatkan, agar kerukunan dirajut, tali persaudaraan disimpul, sehingga kesatuan bangsa dipelihara. Banyak orang hendak mencari keuntungan dalam kekacauan, maka semua anak bangsa harus berjuang mengatasi gerakan-gerakan ini, dan keluhuran martabat bangsa ditegakkan.

PARTISIPASI umat Kristiani juga dituntut, karena sebagai anak-anak bangsa, kita memiliki hak dan kewajiban yang sama. Salah satunya ialah menuruti nasihat-nasihat Injil, memenuhi kewajiban kita sebagai anak-anak bangsa. "Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah", demikian tamparan Yesus kepada orang-orang Farisi yang hendak menjerat-Nya (Mat 22:21). Pengajaran Kristus ini diamini oleh para pengikutnya, yang memberi inspirasi kepada Petrus ketika ia menasehati jemaatnya, bagaimana bersikap sebagai anak-anak Allah dan anak-anak bangsa. "Hoematilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormati lah raja" (1 Ptr 2:17). Bahkan Yesus bin Sirakh mengingatkan berabad-abad sebelumnya, bahwa pemerintah yang bijak sangat diperlukan, karena menjamin ketertipan dalam masyarakat (bdk. Sir 10:1). Kearifan sebagai anak bangsa juga merupakan wujud penghormatan kepada Tuhan yang mencintai umat-Nya.

SEORANG anggota jemaat pernah bertanya kepadaku, mengapa saya sering menyisipkan intensi buat bangsa dan negara dalam Perayaan Ekaristi yang saya pimpin. "Itu satu cara yang khas bisa saya lakukan sebagai imam", jawabku, "yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Sebagai anak bangsa, saya berkewajiban memberi sumbangan bagi kesejahteraan bangsa ini." Mungkin terasa klise, tetapi dengan itu saya kembali menggarisbawahi kata-kata Mgr. Soegijaprana, pahlawan nasional, "Jadilah seratus persen orang Katolik dan seratus persen orang Indonesia." (ap)

Berkatilah bangsa dan negara kami, ya Tuhan yang Mahaagung, agar kami sanggup menjalin kasih dalam semangat Bhineka Tunggal Ika. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 101:1a.2ac.3a.6-7; R: Gal 5:13)

Ref: Kamu dipanggil untuk kemerdekaan; maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih.

  1. Ya Tuhan, aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum-Mu. Aku hendak hidup tanpa cela. Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku, hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.
  2. Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia, supaya mereka tinggal bersama aku. Orang yang hidup dengan tidak bercela akan mendukung aku.
  3. Orang yang melakukan tipu daya, tidak akan diam dalam rumahku. Orang yang berbicara dusta tidak bertahan di bawah pandanganku.
 

Berlakulah sebagai orang yang merdeka (1 Ptr 2:13-17)

Saudara-saudaraku yang terkasih, demi Allah, tunduklah kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, maupun kepada wali-wali yang ditetapkannya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan untuk mengganjar orang-orang yang berbuat baik. Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang bodoh. Hiduplah sebagai orang-orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba-hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

 

Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah! (Mat 22:15-21)

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama orang-orang Herodian bertanya kepada Yesus, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapatMu: Bolehkah membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka. Maka, Ia lalu berkata, “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepadaKu mata uang untuk pajak itu!” Mereka membawa satu dinar kepada Yesus. Maka, Yesus bertanya kepada mereka, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge