Home | News | Opinion | Contact Us |
![]() |
| Graha Wacana, SVD Family Centre, Ledug - Jawa Timur: 26 - 29 Mei 2015 |
![]() |
|
"Dengan memulai proses pembaharuan diri ini, kita sedang menggoncang kemapanan yang kita hidupi selama ini. Paus Fransiskus mengatakan, bahwa gereja perlu bergerak dari zona nyaman menuju kawasan pinggir (Evangelii Gaudium 20) untuk mewartakan kasih Kristus kepada dunia. Bergerak bersama seluruh Gereja, komunitas misi Provinsi SVD Jawa bertekad untuk mengambil bagian dalam peziarahan gereja sejagat tersebut." (Kapitel Provinsi XII, no. 33) |
![]() |
|
![]() |
|
| Pembukaan Kapitel: Di lindungan kasih Bapa, bimbingan Sang Sabda dan Inspriasi Roh Kudus |
P. Josef Siever menyalakan lilin Paskah: di terangi oleh rahmat kebangkitan Sang Sabda inkarnatif... |
||||||
PADA MULANYA adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita (Yoh 1:1-5.14). Diawali dengan bacaan dari prolog Injil Yohanes (1:1-18), Kapitel Provinsi SVD Jawa ke-12, 26-29 Mei 2015, resmi dibuka. Acara pembukaan ditandai dengan pentahtahan Kitab Suci oleh peserta termuda, Br. Philipus Wai Lawet, dan penyalaan Lilin Paskah oleh peserta tertua, P. Josef Sievers. Hadirin selanjutnya menyanyikan kidung Veni Creator, hingga akhirnya Superior Provinsi, P. Yosef Jaga Dawan, resmi membuka kapitel dengan tiga ketukan palu di atas meja pimpinan sidang. |
|||||||
Komunitas yang ingin membaharui diri Dalam pengarahan pembukaan, P. Jaga Dawan, yang sebagai provinsial secara otomatis menjadi ketua kapitel, mengingatkan para peserta, bahwa kapitel ini adalah miniatur dari seluruh komunitas provinsi. Para peserta menghadiri kapitel sebagai utusan komunitas-komunitasnya, baik karena jabatannya (ex-officio) maupun karena dipilih menjadi utusan komunitas. Dengan komposisi peserta yang terdiri dari 22 ex-officio dan 25 utusan, kapitel ini diharapkan menjadi representasi seluruh provinsi. Karena itu semua peserta diharapkan secara serius mengikuti seluruh proses refleksi, karena apa yang ditetapkan di dalam kapitel ini mengikat, karena kapitel provinsi adalah otorita tertinggi di dalam seluruh hidup dan misi provinsi. Harapan utama dari kapitel ini adalah, bahwa kita memiliki semangat untuk membaharui diri, menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki, untuk membangun kembali yang runtuh, memperbaiki yang rusak, memperkuat yang lemah, memulai karya-karya baru, untuk menanggapi tanda-tanda jaman. Semuanya demi tujuan mulia, yakni kemuliaan Tuhan dan keselamatan banyak orang.
Untuk menunjang seluruh proses kapitel, forum peserta memilih sejumlah perangkat dan menetapkan sejumlah petugas. Yang pertama ialah memilih Sekretaris Kapitel melalui voting tertutup. Walaupun sudah menjadi koordinator, P. Aurelius Pati Soge terpilih menjadi Sekretaris Kapitel. Selanjutnya, secara aklamasi Kapitel memilih P. Fransiskus Telaumbanua dan P. Fransiscus Lucas sebagai scrutatores. Para petugas terpilih tersebut kemudian menyatakan sumpah di atas Kitab Suci dengan menyebut "Semoga saya dibantu oleh Allah dan oleh Injil suci ini." Selain petugas terpilih di atas, Kapitel menetapkan sejumlah tim pekerja. Tim perumus dipimpin oleh sekretaris kapitel, didampingi oleh P. Yohanes Wayan Marianta dan P. Markus Situmorang. Tim seleksi resolusi dan rekomendasi terdiri dari P. Fransiskus Lamury (DPP), P. Paulus Agung Suhartana (Formasi) dan P. Frederikus Dhay (Misi Lapangan). Sekretariat kapitel beranggotakan Br. Antonius Made Poernawan, P. Fredy Parera dan P. Dionisius Damis. Tim sekretariat juga bertindak sebagai koordinator liturgi. Time keeper dipercayakan kepada P. Fransiskus Sidok dan Asisten Umum oleh P. Elenterius Bon.
Selain peserta ex-officio dan para utusan, kapitel juga mengundang sejumlah utusan khusus. Mereka adalah para wakil bruder dan frater berkaul sementara, yakni Fr. Herri Kiswanto Sitohang dan Br. Philipus Wai Lawet. Hadir juga dua provinsial purnabhakti, yakni P. Martinus Anggut dan P. Felix Kadek Sunartha. Lima utusan Soverdia dari lima tempat berbeda. meramaikan forum kapitel, yakni Ibu Sisca mewakili Soverdia Surabaya Malang, Bp. Yohanes mewakili Soverdia Bekasi Jakarta, Bp. Eustakhius Beoang mewakili Soverdia Batam, Bp. Siswanto mewakili Soverdia Denpasar dan Bp. Niko Seran mewakili Soverdia Palangkaraya. Turut diundang Uskup Pangkalpinang, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD, dan perwakilan Kongregasi SSpS Jawa, Sr. Odilia Stefani, SSpS. (ap) |
|||||||
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge |
|||