Home | News | Opinion | Contact Us
head
Graha Wacana, SVD Family Centre, Ledug - Jawa Timur: 26 - 29 Mei 2015

 

"Dengan memulai proses pembaharuan diri ini, kita sedang menggoncang kemapanan yang kita hidupi selama ini. Paus Fransiskus mengatakan, bahwa gereja perlu bergerak dari zona nyaman menuju kawasan pinggir (Evangelii Gaudium 20) untuk mewartakan kasih Kristus kepada dunia. Bergerak bersama seluruh Gereja, komunitas misi Provinsi SVD Jawa bertekad untuk mengambil bagian dalam peziarahan gereja sejagat tersebut." (Kapitel Provinsi XII, no. 33)

 

 

 


Laporan-laporan:
Komunitas Menghayati Hidup dan Misi Lintas Budaya
P. Tomas Bani, rektor distrik Jakarta memberi laporan:
kisah tentang hidup dan misi litnas budaya di lapangan
 

"KONFRATER ITU GURU KEHIDUPAN!" Demikian kata P. Aloysius Baha, rektor distrik Kalimantan Timur, ketika membawakan laporannya. Pernyataan ini menyiratkan banyak hal, tetapi nuansa utama yang ditampilkan adalah apresiasi terhadap peranan samasaudara. Ditunjang oleh kerendahan hati, belas kasih dan bela rasa, komunitas lintas budaya tidaklah terlalu sulit untuk diwujudkan.

Ada tujuh komunitas distrik, dua rumah karya dan satu rumah formasi secara bergilir menyampaikan laporan, masing-masing Distrik Bali Lombok oleh P. Paulus Payong, Distrik Surabaya oleh P. Anton Rosari, Distrik Jakarta oleh P. Tomas Bani, Distrik Kalimantan Timur oleh P. Aloysius Baha, Distrik Kalimantan Tengah oleh P. Laurensius Ketut Supriyanto, Distrik Kalimantan Barat oleh P. Fransiskus Xaverius Sukarno, Distrik Sumatera Utara oleh P. Fredy Dhay, Soverdi Surabaya oleh P. Thoby M. Kraeng, Soverdi Jakarta oleh P. Fransiscus Lucas dan Komunitas Surya Wacana oleh P. Paulus Agung Suhartana.

 
 

Komunitas membangun karakter lintas budaya

Untuk membangun nuansa kapitel sebagai miniatur provinsi, setiap komunitas distrik, rumah karya dan rumah formasi menyampaikan laporannya, terkait hidup dan misi lintas budaya yang menjadi fokus perhatian. Bingkai refleksi tetap memakai pola seluruh provinsi yang diaplikasi ke dalam konteks lokal, diikuti dengan anjuran aksi, baik yang sudah jadi keputusan komunitas lokal maupun yang perlu diangkat menjadi perhatian seluruh provinsi. Pada prinsipnya, laporan yang disampaikan itu merupakan hasil kapitel komunitas lokal, yang praktisnya sudah menjadi keputusan yang mengikat semua anggota di komunitas lokal. Walaupun masih banyak yang harus dibenahi, komunitas-komunitas lokal rata-rata menyadari, bahwa karakter lintas budaya merupakan sebuah kekhususan yang menantang sekaligus membanggakan. Menantang, karena setiap misionaris dituntut untuk belajar menerima, memahami serta mencari titik-titik kompromi, sehingga nilai-nilai budaya yang berbeda tidak menjadi penyebab perpecahan komunitas, yang pasti menurunkan kualitas pelayanan misioner setiap anggota. Pada sisi lain, karakter lintas budaya juga membanggakan, karena para misionaris lebih memiliki kepekaan dan empati terhadap budaya-budaya lain dengan nilai-nilainya yang unik. Sementara itu, dalam hal misi ad intra, kelihatan jelas, bahwa pemahaman dan penghayatan Dialog Profetis yang ditunjang oleh matra-matra khas ternyata belum merata, bahkan masih ada samasaudara yang belum memahaminya dengan tepat. Kebanyakan komunitas memang menghayati hidup dan misi sebagai anggota SVD, tetapi belum banyak yang diwarnai oleh nilai-nilai dialog profetis, matra-matra khas dan karakter lintas budaya. Maka sangatlah diperlukan integrasi materi pendidikan kecerdasan lintas budaya (intercultural competence) ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan pembentukan berlanjut.

 
Sr. Odilia Stefani, SSpS :
sumbang saran para saudari sependiri...
 

Suara para saudara dan saudari

Perwakilan dari Kongregasi Misi para suster Abdi Roh Kudus (SSpS) Provinsi Jawa, Sr. Odilia Stefani, SSpS, didaulat untuk memulai sumbang saran dari para saudara dan saudari, anggota Keluarga Arnoldus Janssen. Sr. Odilia mengawali dengan penghargaan terhadap pelayanan dan rasa persaudaraan yang ditunjukkan para misionaris SVD kepada para suster SSpS. Mengingat kesamaan akar spiritualitas, kerja sama untuk saling meneguhkan satu sama lain perlu terus dilakukan, terutama di bidang-bidang kerja sama seperti spiritualitas dan formasi. Sesudah itu, menyusul kesan dan harapan dari para utusan Soverdia Surabaya Malang, Jakarta Bekasi, Batam, Denpasar dan Palangkaraya. Sambil menghargai komitmen SVD, para anggota Soverdia memohon bimbingan di dalam pendidikan anggota, penyusunan statuta dan peneguhan rohani, sehingga dalam waktu satu tahun, status Soverdia akan diberi pengakuan secara resmi. Soverdia Surabaya secara khusus memohon perhatian dari para misionaris SVD, agar ada seorang anggota SVD ditunjuk untuk menjadi moderator, sehingga kekosongan ini terisi dan aktivitas bersama menjadi lebih terorganisasi. Harapan para sudara dan saudari ini dicatat dan dijadikan bagian dari diskusi kelompok yang akan mendalami tema-tema spiritualitas, komunitas, kepemimpinan, keuangan dan formasi. (ap)

               
         


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge