![]() |
|
Home | News | Opinion | Contact Us |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642 | SEARCH:
|
|||||||
| SVD Batam | SOVERDIA (Awam SVD) | Pelayanan Kitab Suci | Pelayananan Internasional | Liturgi dan Devosi | Tirta Wacana |
|---|
![]() |
OPINI | "Aku sepenuhnya menyerahkan diriku kepada kehendak Tuhan dan membiarkan Ia mewujudkan keinginanNya atas diriku. Jika Ia mengijinkan sesuatu yang lebih berat menimpa diriku, aku masih tetap siap sedia dan menerima semuanya dari tanganNya " (Arnoldus Janssen) |
![]() |
|---|---|---|---|
|
| |
Hari Studi Imam Keuskupan Pangkalpinang: |
|||
|---|---|---|---|
by Aurelius Pati Soge*) |
halaman 3 dari 4 |
||
2.3.
Para murid mengambil bagian dalam imamat Yesus Kristus Peranan suku Lewi ini pada prinsipnya berlaku dalam kultus-kultus klasik keagamaan dalam kerajaan-kerajaan, negara-negara atau komunitas-komunitas teokratis, di mana pemimpin adalah representasi wujud ilahi, dan keluarga tertentu mendapat peranan sebagai pemimpin pemujaan, dengan peranan, hak-hak dan kewajiban tertentu. |
||||
3. Imamat: instrumen kerahiman Ilahi Dalam kaitan dengan tema “Kerahiman Ilahi”, para imam Gereja tak dapat memisahkan diri dari kewajiban pokok apostolik, yakni mewujudkan cinta sejati Tuhan bagi manusia. Berbicara tentang cinta seajti itu, rujukan yang dipakai ialah pelayanan Tuhan bagi kemanusiaan, sebagaimana dinyatakan dalam deskripsi tentang tujuan inkarnasi. Dalam dialog dengan Nikodemus, Yesus mengungkapkan tujuan tersebut, yakni “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16). Pernyataan Yesus ini dapat dilihat sebagai abstraksi dari seluruh revelasi diri Allah Tritunggal. Dari sini dapat ditarik tiga dimensi cinta Trinitas yang melandasi pelayanan Tuhan terhadap manusia, yakni (a) Cinta setia dari Bapa kepada manusia yang berdosa; (b) Cinta dharmabhakti diri Putera kepada manusia berdosa; dan (c) Cinta inspiratip Roh Kudus yang memungkinkan manusia berdosa turut serta di dalam karya keselamatan. Sebagai murid Yesus Kristus yang mengambil bagian di dalam karunia imamat jabatan, para imam memperoleh peluang khusus mewujudkan tiga dimensi Trinitaris cinta Ilahi tersebut melalui pelayanan imamat. Dengan kata lain, pelayanan imamat harus menjadi (a) tempat umat Allah mengalami kesetiaan Bapa yang tak pernah luntur kepada orang berdosa; (b) tempat umat Allah mengalami dharmabhakti diri Putera yang menyerahkan segala sesuatu demi keselamatan orang berdosa; dan (c) tempat umat Allah menimba inspirasi sehingga sebagai orang berdosa mereka pun tergerak untuk turut serta di dalam karya pengembangan Kerajaan Allah. |
![]() |
|||
4. Menghayati imamat sebagai instrumen Kerahiman Ilahi Persepsi imamat, baik dari Perjanjian Lama maupun dari Perjanjian Baru, hanya akan menjadi warisan kekayaan rohaniah yang mengagumkan tetapi mandul jika para imam tidak sanggu mewujudkannya secara konkrit. Dalam dialog dengan Fred Bratman, seorang jurnalis atheis dari New York Times, spiritualis terkenal, Henry J. M. Nouwen, ditantang untuk berbicara kepada masyrarakat sekuler dengan keyakinan yang tinggi tentang nilai-nilai iman yang dihayatinya. “You have something to say, but you keep saying it to people who least need to hear it. What about us, ambitious, secular men and women wondering what life is all about, after all. Can you speak to us with the same conviction as you speak to those who share your tradition, your language and your vision”, kata Bratman (Nouwen, Henry J.M. Life of the Beloved: spiritual living in a secular world. New York: Crossroad Publications, 1995. P. 17). Dialog tersebut kemudian melahirkan refleksi tentang Life of the Beloved, di mana setiap orang beriman didorong untuk menyadari diri sebagai pribadi kesayangan Tuhan, ketika hakekat menjadi orang yang diberkati itu adalah dipanggil (taken), diberkati (blessed), ditempa (broken) dan diutus (given). Dalam konteks perayaan Tahun Kerahiman Ilahi, saya hendak memakai frame ini untuk merefleksikan implementasi imamat sebagai instrumen Kerahiman Ilahi. 4.1.
Setiap imam perlu menyadari diri sebagai pribadi kesayangan Tuhan 4.1.1. Imamat merupakan panggilan khusus. 4.1.2.
Imamat merupakan berkat khusus. |
||||
*) Dibawakan pada Hari Studi para imam se-Keuskupan Pangkalpinang, di Pangkalpinang, 20 April 2016 |
||||
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge |
|||