| Home | News | Opinion | Contact Us |
![]() |
+ FROM EVERY NATION, PEOPLE AND LANGUAGE: Sharing Intercultural Life and Mission +
|
| Kapitel Jendral SVD XVII mencatat sejarah: |
|
||||||||
| Pidato lisan Paus Benediktus XVI di Ad Gentes Center, Nemi | |||||||||
![]() |
Satu berkat bagi SVD pada umumnya dan para peserta Kapitel Jendral pada khususnya, karena pada hari Senin, 9 Juli 2012, Paus Benediktus XVI berkenan mengunjungi para kapitularis di Ad Gentes Center, Nemi. Ternyata, kunjungan ini menghidupkan kenangan lama, karena di tempat ini, 47 tahun lalu, Josef Ratzinger mengambil bagian dalam perumusan naskah Dokumen Konsili Vatikan II, AD GENTES, bersama dengan Uskup Fulton Sheen, P. Yves Congar, dan P. Gen Schute, Superior Jendral SVD saat itu, dan sejumlah teolog dan misiolog lain. Dikunjungi oleh Paus di rumah sendiri adalah hal langka. Seperti Sri Paus berjanji mendoakan semua anggota SVD, kita pun wajib berdoa bagi beliau. |
||||||||
Versi Bahasa Inggris (aslinya diucapkan tanpa teks dalam bahasa Italia): "I am really pleased to have the possibility to see this House in Nemi again after 47 years. I have a beautiful memory of it, perhaps the most beautiful memory of the whole Council. I was living in the center of Rome, in the Santa Maria dell Anima College, with all the noise: all this is also beautiful. But to be here surrounded by green, to have this breath of nature and also this freshness of the air, was already in itself a lovely thing. And then there was the company of so many great theologians, with the important and beautiful task to prepare a decree on the mission. I remember first of all the General of that time, Father Schutte, who had suffered in China, he was condemned and then expelled. He was full of missionary dynamism, of the need to give a new thrust to the missionary spirit. And I was there, a theologian of no great importance, very young, invited I know not why. But it was a great gift for me. Then there was Fulton Sheen, who fascinated us in the evening with his talks; Father Congar and great missiologists of Leuven. For me it was a spiritual enrichment, a great gift. It was a decree without great controversies. There was this controversy, which I never really understood, between the school of Leuven and that of Munster: is the principal aim of the mission the implantation Ecclesiae or the Evangelii proclamation? However, everything converged in the unique dynamism of the need to take the light of the Word of God, the light of the love of God to the world and to give new joy to this proclamation. And thus a new and beautiful decree was born in those days, accepted almost unanimously by all the Conciliar Fathers, and, for me, it is also a very good complement to Lumen Gentium, because you find in it a Trinitarian ecclesiology, which stems above all from the classic idea of the bonum diffusivum sui, the good that has need to communicate itself, to give itself: it cannot remain in itself, the good thing, goodness itself is essentially communicatio. And this appears already in the Trinitarian mystery, in the interior of God, and it is diffused in the history of salvation and in our need to give to others the good we have received. Thus, with these memories I have often thought of these days at Nemi which are in me, as I said, an essential part of the experience of the Council. And I am happy to see that your Society is flourishing – the Father General spoke of 6,000 members in so many countries, of so many nations. Clearly the missionary dynamism is alive, and it is alive only if there is the joy of the Gospel, if we are in the experience of the good that comes from God and which must and wants to communicate itself. Thank you for your dynamism. I wish every blessing and much inspiration from the Lord for this Chapter: may the inspired forces themselves of the Holy Spirit, which have accompanied you almost visibly these days, be present again among you and help you find the way for your Company as for the mission of the Gospel ad gentes for the forthcoming years. Thank you all. May the Lord bless you. Pray for me, as I pray for you. Thank you!" |
|||||||||
* * * * * Terjemahan Bahasa Indonesia: Saya sungguh gembira mendapat kesempatan mengunjungi lagi rumah di Nemi ini setelah 47 tahun berlalu. Sungguh sebuah kenangan indah, mungkin yang terindah dari seluruh Konsili. Ketika itu saya tinggal di pusat kota Roma, di Collegio Santa Maria dell Anima, dengan segala keramaiannya. Itu juga bagus tetapi tinggal di sini di tengah kehijauan alamiah dengan udara yang segar jelas merupakan hal jauh lebih indah. Demikian juga kehadiran sejumlah teolog besar dengan tugas yang penting dan indah yakni mempersiapkan sebuah dekrit tentang misi. Pertama-tama saya teringat akan Pater Schutte, superior jendral ketika itu, yang menderita di China, diadili dan kemudian diusir. Ia seorang yang penuh semangat misi yang sangat diperlukan untuk memberi darah baru bagi semangat misi. Dan saya, seorang teolog muda yang tidak penting, juga diundang, hal yang tidak saya mengerti. Namun, itu jelas merupakan hadiah besar bagiku. Lalu ada Fulton Sheen, yang selalu membuat kam tercengang di malam hari dengan pembicaraannya; Pater Congar dan sejumlah misiolog lain dari Leuven. Bagi saya, itu adalah sebuah pengayaan rohani, karunia yang agung. Dekrit itu praktis tanpa kontroversi besar. Ada kontroversi yang tidak sepenuhnya saya pahami, yakni antara Sekolah Leuven dan Munster: apakah tujuan utama misi adalah membangun Gereja atau mewartakan Injil? Walaupun demikian, semuanya bermuara pada satu dinamika unik yakni perlunya membawa terang Sabda Tuhan, terang cinta Tuhan kepada dunia dan memberikan sentuhan sukacita baru bagi pewartaan Injil ini. Begitulah, satu dekrit baru dan indah lahir hari-hari itu, yang kemudian diterima hampir dengan suara bulat oleh para Bapa Konsili. Bagiku dekrit ini merupakan satu pelengkap yang bagus bagi Lumen Gentium, sebab di dalamnya dapat ditemukan eklesiologi Trinitaris, yang terutama bersumber dari ide klasik bonum diffusivum sui, kebaikan perlu mengungkapkan dirinya, memberikan dirinya: ia tak dapat tinggal diam dalam dirinya. Hal-hal yang baik, kebaikan itu sendiri pada hakekatnya dalah komunikasi. Dan ini sudah terungkap dalam misteri Trinitas, dalam keilahian, dan dijabarkan dalam sejarah keselamatan, dan kita sendiri butuh memberikan kebaikan yang kita terima kepada orang lain. Dalam kenangan inilah saya sering teringat akan hari-hari di Nemi, yang sebagaimana yang telah saya katakan, menjadi bagian esensial dari pengalaman tentang Konsili. Dan saya gembira melihat Serikat anda berkembang mencakupi anggota dari banyak bangsa – Pater Jendral menyebut sekitar enam ribu anggota yang bekerja di banyak negara. Jelas terlihat di sini, bahwa dinamika missioner tetap hidup, dan hanya hidup ketika ada sukacita Injili, ketika kita mengalami sendiri kebaikan yang datang dari Tuhan yang harus dan ingin menyatakan dirinya. Terima kasih untuk dinamika ini. Saya memohonkan karunia berkat dan isnpirasi berlimpah dari Tuhan untuk Kapitel ini: semoga karunia-karunia Roh Kudus, yang hampir secara sangat nyata menemani dirimu selama hari-hari ini, kembali hadir di tengah dirimu dan menolongmu untuk menemukan tuntunan baik bagi persekutuanmu maupun bagi misi Injili ad gentes di tahun-tahun yang akan datang. Terima kasih. Semoga Tuhan memberkatimu. Doakanlah saya sebagaimana saya juga mendoakanmu. Terima kasih. |
|||||||||
|
|||||||||
Sri Paus bersama para peserta Kapitel Jendral SVD XVII di Ad Gentes Center, Nemi, Italia |
|||||||||
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge |
|||