Home | News | Opinion | Contact Us
+  FROM EVERY NATION, PEOPLE AND LANGUAGE: Sharing Intercultural Life and Mission  +
 

Penutupan Kapitel Jendral XVII:  


P. Pernia menerima "punch award" dari Sekretaris Kapitel


Hadiah dari ASPAC untuk EUROPE


Para musikus dari negara-negara Afrika

 
Hari-hari penuh rahmat ini sampai di batas akhir    
     

Matahari terbenam di Nemi
"Tepat empat minggu yang lalu, di dalam kapela ini, kita berhimpun dalam doa dan perayaan Ekaristi memohon berkat dan kekuatan dari Tuhan untuk memulai Kapitel Jendral SVD XVI. Dan hari ini, kita kembali berhimpun di tempat ini untuk bersyukur kepada Tuhan atas perlindunganNya yang kita peroleh selama Kapitel", demikian kata Superior Jendral purna bhakti, P. Antonio Pernia, dalam Ekaristi penutupan Kapitel, Minggu, 15 Juli 2012. Dua jam sebelum Ekaristi, Kapitel telah secara resmi ditutup. Para kapitularis telah menyelesaikan tugasnya mewakili provinsi/regio/ misi masing-masing, merumuskan arah dasar yang menjadi pedoman hidup dan misi SVD sejagat.
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
 

Minggu, 15 Juli 2012, jam 09.00 AM. Para kapitularis berhimpun di Aula Magna untuk plenum terakhir dari seluruh Kapitel. Moderator Kapitel, P. Garry Riebe-Estrella, mengajak para kapitularis untuk mensyukuri tahapan akhir Kapitel. Bersama dengan P. José Nicolás Espinosa sebagai asisten moderator, P. Riebe-Estrella telah memainkan peranan penting untuk menjaga alur sidang yang serius tapi juga santai, diselingi banyak humor yang kocak. Sessi penutup ini diawali dengan meditasi oleh Br. Alfonso Berger yang mengajak peserta untuk merenung beberapa peristiwa penting dalam Kapitel dan kaitannya dengan misi lapangan.

Superior Jendral, P. Antonio Pernia, menyampaikan pesan akhir yang menutup Kapitel dengan rangkaian ucapan terima kasih kepada semua pihak yang dengan cara khusus memberikan kontribusi bagi kesuksesan Kapitel, mulai dari preparatory committee, planning committee, selecting committee, drafting committee, scrutiniers, chapter secretary and his assistant, moderators, chapter manager, liturgy coordinator, procure general, zonal coordinators, kitchen staff, dan terutama untuk semua kapitularis. Menanggapi penghargaan P. Pernia, sekretaris kapitel, P. John Anthony Szukalski menyampaikan satu parodi ucapan terima kasih dengan menyitir "rumor" bahwa P. Pernia akan segera diangkat menjadi uskup. Untuk mempermudah proses, P. Szukalski sudah merancang logo bagi "bishop" Pernia, dengan dua kepalan tinju, segelas bir dan potret wajah Br. Berney Spitzley dari Jamaica (USC). Hadirin terawa gelak-gelak mendengar humor tersebut.

Mengakhiri seluruh rangkaian ini, P. Pernia pun mengajukan motion untuk menutup Kapitel Jendral yang harus disahkan lewat voting. "I move to close the XVII SVD General Chapter", demikian kata P. Pernia. Tentu saja peserta memberi suara "YES", tetapi tetap saja ada yang iseng dengan memilih "NO". Hadirin pun memberikan aplaus meriah bagi seluruh rangkaian Kapitel yang telah menciptakan suasana unik dan penuh persaudaraan.

Jam 11.00 AM, Kapela Utama Ad Gentes Center, Nemi. Anggota komunitas Collegio del Verbo Divino telah hadir untuk bergabung dalam Ekaristi penutup ini. Para misionaris asal Afrika menyiapkan musik dengan irama tamborine yang indah dan hidup. Utusan Indonesia menyiapkan lagu persembahan, kali ini tanpa tarian. Hehe... Utusan India siap dengan lagu komunio dalam Bahasa Hindi. Perayaan yang dihadiri juga oleh Pemimpin Umum SSpS dan beberapa anggota Dewannya ini dipenuhi dengan ucapan syukur. Demikian juga kotbah penutup P. Pernia sepenuhnya dijiwai oleh ucapan syukur dan harapan agar semangat "ad gentes" tidak sirna dari hati para misionaris.

Ritus unik yang menutup perayaan ini adalah tukar menukar hadiah. Masing-masing zona memilih sepenggal kalimat Kitab Suci yang dihadiahkan kepada zona lainnya. Untuk memberi semangat kepada Zona Eropa, Zona ASPAC memilih kutipan dari Injil Yohanes 10:10, "Aku telah datang agar mereka memiliki hidup dan memilikinya secara penuh." Harapan AFRAM untuk ASPAC ialah agar mereka menyadari bahwa mereka dipanggil dan diutus. Harapan Eropa untuk PANAM ialah agar mereka melakukan yang baik agar Bapa Surgawi dimuliakan. Sementara harapan PANAM untuk AFRAM adalah agar mereka menjadi duta-duta pewarta Sabda yang membawa damai kepada dunia.

Di ujung jalan! Sesuatu yang indah harus sampai pada batas akhir. Koper-koper pakaian kembali diisi. Sovenir dikemas. Dokumen-dokumen penting diisi dalam tas. Semua menyiapkan diri untuk kembali ke tempat tugas, berhadapan lagi dengan realitas misi dan mencoba menjawabinya dengan inspirasi baru yang telah diperoleh dalam Kapitel ini. Bus dan mobil silih berganti datang dan pergi. Ada jabatan tangan erat, ada lambaian tangan penuh semangat, tapi ada juga mata berkaca-kaca dan nada lirih menahan haru. Sudah sebulan kita bersama-sama di tempat ini, hidup dan berkarya, menentukan arah dasar bagi seluruh Serikat Sabda Allah (SVD) yang tercinta. Memandang wajah-wajah yang berangkat pergi, aku teringat akan ucapan Adonis Marceles almahrum, kapitularis di Rumah Salesian, tahun 2006, "Most of us meet each other for the first time, yet we are so close to one another, consider ourselves as brothers from the same root, our Society. This is one thing that will live forever in the future missionary life of all capitulars." Memandang cahaya senja matahari terbenam di ufuk Barat Nemi, aku menyadari, bahwa kata-kata almahrum Adonis itu benar. Aku tak akan pernah sama seperti dulu lagi.

Adios, hermanos. Good bye, brothers. Our missionary spirit will always unite us.

   
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
 
   
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
       
 
     
BERITA SEBELUMNYA  |  PANORAMA KAPITEL  |  BERITA BERIKUTNYA


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge