![]() |
|
|||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642 | SEARCH:
|
|||||||
| SVD Batam | SOVERDIA (Awam SVD) | Pelayanan Kitab Suci | Pelayananan Internasional | Liturgi dan Devosi | Tirta Wacana |
|---|
![]() |
Berita di antara kita | ||||
|---|---|---|---|---|---|
"Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah." |
|||||
| MENJADI AWAM MISIONER: rekoleksi Soverdia Batam | ![]() Sejumlah peserta bersama P. Anton (paling kiri) |
|||
|---|---|---|---|---|
SOVERDIA BATAM mengakhiri tahun 2013 yang disebut sebagai tahun formasi (pendidikan para anggota) dengan rekoleksi tema keempat, yakni "Menjadi Awam Misioner", pada hari Sabtu-Minggu, 7-8 Desember 2013, di Biara Ratu Rosari, Soverdi Batam. Tema keempat ini menjadi penutup dari TERTRALOGI FORMASI tahun 2013, dengan empat tema pokok: (1) Spiritualitas generasi pendiri SVD, (2) Spiritualitas Misioner, (3) Hidup dan karya misi SVD masa kini, dan (4) Menjadi awam misioner. Acara diawali dengan refleksi dan meditasi (Sabtu malam) oleh P. Aurelius Pati Soge, SVD, yang mengajak para peserta untuk mengidentifikasi diri dengan Nabi Yesaya yang memberitakan kabar kedatangan Imanuel kepada orang Israel. Bersama dengan orang-orang Israel, Nabi Yesaya juga sedang menantikan kedatangan Sang Mesias, namun ia tetap menjalankan peranan kenabiannya dengan mengingatkan mereka untuk selalu membaharui diri, bertobat dari dosa, dan tidak melawan Tuhan. Tanda yang menjanjikan sudah diwahyukan oleh Tuhan, yakni "seorang perempuan muda akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki yang akan dia beri nama Immanuel" (bdk. Yes 7:14). Penantian dan kesaksian harus berjalan serentak. |
||||
Pilar-pilar awam misioner Minggu, 8 Desember 2013, pagi, para peserta diajak untuk membahas tema utama, yakni menjadi awam misioner. Ada tiga elemen pokok yang dibahas sebagai pilar penunjang awam misioner, yakni (a) Hidup dari Sabda dan Sakramen, (b) Kerohanian yang berakar pada kekayaan spiritual Bunda Gereja, dan (c) Komitmen untuk mengambil bagian dalam aneka bentuk pelayanan misioner. Dalam bahasan tentang hidup dari Sabda dan Sakramen, ditekankan pentingnya membina kesadaran untuk secara teratur membaca dan merenungkan Kitab Suci serta menerima sakramen-sakramen, terutama Ekaristi dan Pengakuan Dosa. Kebiasaan ini perlu ditanam di dalam diri pribadi dan keluarga, dan diharapkan untuk menyebar ke tengah kehidupan umat beriman, sehingga menjadi kebiasaan banyak orang. Selanjutnya dalam bagian kedua ditekankan pentingnya mengembangkan kekayaan rohani yang bersumber dari tradisi gereja seperti devosi-devosi. Mengingat kelekatan dengan SVD, sangatlah dianjurkan agar para anggota membiasakan diri dengan devosi-devosi khas SVD seperti Devosi kepada Bunda Maria, Adorasi Sakramen, penghormatan kepada Hati Kudus Yesus dan Roh Kudus, dan sebagainya. Akhirnya peserta diajak untuk membangun komitmen pelayanan misioner dalam aneka bentuk, sejalan dengan warna khas penekanan misi SVD masa kini. Secara ke dalam anggota Soverdia harus bisa memperkaya kehidupan umat beriman anggota Gereja, dan secara keluar harus bisa menjadi pewarta dalam bingkai dialog profetis, seperti membangun jembatan di tengah perbedaan sosial, mengupayakan penegakan keadilan dan perdamaian, dan seterusnya. Acara diakhiri dengan perayaan Ekaristi oleh P. Antonius Kedang, SVD, yang sekali lagi menekankan betapa pentingnya menggunakan segala daya, talenta dan ketrampilan untuk menunjang karya pelayanan misioner. Keahlian praktis dalam kehidupan profan seperti manajemen, marketing, ketrampilan mengajar, dan sebagainya, dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan misioner, sehingga setiap anggota dapat memberi sumbangan sesuai dengan kemampuannya, demi tujuan akhir yang sama, yakni kemuliaan Tuhan dan keselamatan banyak orang. Setelah bersantap siang bersama, diiringi guyuran hujan, para anggota Soverdia berpamit dari komunitas SVD yang selama setahun ini menjadi sentrum formasi mereka. (ap) |
||||
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge |
|||