Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
  Berita di antara kita  
 
 
"Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah."
(Mat 10:26-27)
   
   
   
   
 
  SVD Distrik Sumatera Utara:
Reanimasi Diri dan Patner Misi Awam
     
 

TERNYATA para misionaris SVD memiliki ciri khas tersendiri di dalam menjalankan karya pelayannya, tidak dalam bentuk lahiriah seperti jubah dengan bentuk dan warna tertentu, tetapi dalam kekhususan spiritualitas dan matra-matra khas yang menjadi sikap dasar dan memberi ciri bagi setiap missionaris. Demikian kesan sejumlah mitra awam yang menjadi rekan pelayanan pastoral misioner di paroki-paroki yang dilayani oleh misionaris SVD di wilayah Keuskupan Agung Medan dan Keuskupan Sibolga, Sumatera Utara. Kesan tersebut diangkat dalam sessi evaluasi pelaksanaan animasi tentang spiritualitas dan matra-matra khas SVD, bagi para anggota SVD Distrik Sumatera Utara dan rekan-rekan awam, bertempat di Dolok Sanggul, 8-10 September 2015.


Animasi diri dan rekan awam misioner

Program animasi spiritualitas dan matra-matra khas ini merupakan implementasi dari prioritas provinsi 2014-2017. Salah satu misi ad intra komunitas ialah reanimasi dan revitalisasi nilai-nilai spiritualitas dan matra-matra khas SVD yang harus membentuk identitas setiap misionaris SVD. Difasilitasi oleh P. Elenterius Bon dan P. Aurelius Pati Soge, seluruh anggota distrik dan rekan-rekan awam utusan dari sejumlah paroki di wilayah perutusan komunitas distrik SVD Sumatera Utara bertemu untuk mengambil bagian dalam pendidikan lanjut ini.

Ada dua tema besar yang didalami, yakni spiritualitas dan matra-matra khas. Dalam bidang spiritualitas, peserta diajak untuk mendalami spiritualitas kristiani, spiritualitas misioner dan spiritualitas Arnoldus Janssen (generasi pendiri) yang menjadi dasar bagi spiritualitas tarekat hingga saat ini. Pada hakekatnya, spiritualitas itu berakar pada pribadi Allah Tritunggal, yang mengalir dan mempengaruhi para pendiri tarekat, dan menjiwai setiap misionaris hingga hari ini, sehingga di mana pun mereka berada mereka wajib menghayati cinta Trinitas yang setia pada orang berdosa, yang melayani orang berdosa dan yang menginspirasi orang berdosa untuk melayani sesama. Selanjutnya peserta diajak untuk mendalami matra-matra khas sebagai sebuah sikap dasar di dalam menghayati spiritualitas misioner tarekat. Peserta didorong untuk meninggalkan kecenderungan memahami matra sebagai sebuah bidang karya khusus yang membutuhkan keahlian khusus, karena itu hanya berlaku untuk orang khusus. Matra melekat pada semua misionaris, karena di sini sikap dasar setiap misionaris dibentuk dan diberdayakan, agar dapat menjadi inspirasi di dalam hidup dan karya.

 


Suasana workshop: P. Aurelius Pati Soge sedang menyampaikan materi kepada peserta... (gsh)


Kebun Pinus SVD di Dolok Sanggul: cinta ekologi sekaligus sebuah investasi untuk hidup di hari depan... (al)

 
 

Matra-matra khas sebagai sikap dasar

Matra-matra khas itu diibaratkan sebagai "ciri bawaan keluarga" yang membedakan seseorang dari keluarga yang lain. Dalam kaitan dengan Serikat, matra-matra khas itu adalah ciri bawaan misionaris SVD untuk menunjukkan warna khas SVD. Seperti apa sikap dasar tersebut.

  1. Matra Alkitabiah: sikap dasar yang mengacu kepada pribadi Yesus Kristus, yang diceriterakan dengan kata-kata (Sabda) di dalam Alkitab (Kitab Suci). Di sini, kata-kata (SABDA) Allah di dalam Kitab Suci itu menjadi sesuatu yang bernilai tinggi; karena itu harus dimiliki dan dihayati oleh setiap konfrater. Maka, sikap dasar yang harus ada di dalam diri setiap konfrater adalah memusatkan hidup dan misi pada Sabda Allah yang diceriterakan di dalam Kitab Suci.
  2. Matra Komunikasi: sikap dasar yang mengacu kepada pribadi Yesus Kristus, yang dalam karya misi/pelayanan-Nya mengkomunikasikan kasih Allah Bapa-Nya kepada manusia. Di sini, Komunikasi kasih Allah kepada manusia menjadi nilai utama dalam bermisi; karena itu harus dimiliki dan dihayati oleh setiap konfrater. Maka, sikap dasar yang harus ada di dalam diri setiap konfrater adalah mendharmabhaktikan diri bagi para mitra dialog (pemberian diri dalam cinta).
  3. Matra Animasi Misi: sikap dasar yang mengacu kepada pribadi Yesus Kristus, yang dalam hidup dan karya pelayanan-Nya mempersiapkan rasul-rasul-Nya, menganimasi (memberi jiwa kepada) mereka dan melibatkan mereka dalam misi pelayanan-Nya. Di sini, Animasi Misi menjadi nilai utama yang harus dimiliki dan dihayati oleh setiap konfrater. Maka, sikap dasar yang harus ada di dalam diri setiap konfrater adalah menggerakkan dan melibatkan para pengikut Kristus dalam misi bersama mitra dialog.
  4. Matra JPIC: sikap dasar yang mengacu kepada Pribadi Yesus Kristus, yang dalam hidup dan karya pelayanan-Nya menempatkan manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki martabat yang luhur, yakni “gambar Allah”, dalam relasinya dengan alam dan ciptaan lainnya. Karena itu, dalam hidup dan pelayanan-Nya, Yesus mewartakan Kerajaan Allah, yang adalah kerajaan “keadilan, perdamaian dan sukacita” yang dengan tegas mengangkat dan menghormati martabat manusia di satu pihak, dan menghargai alam dan ciptaan lainnya di pihak lain. Konsekwensinya: Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC) menjadi nilai utama yang harus dihayati oleh setiap konfrater. Maka, sikap dasar yang harus ada didalam diri setiap konfrater adalah menghormati marabat pribadi manusia dan menghargai alam ciptaan Tuhan yang lainnya.

Dari perumusan tersebut, dapatlah dilihat bahwa matra-matra itu merupakan sebuah ciri unik yang mengalir dari dalam diri para misionaris, semangat yang memberi jiwa dan kekhususan dalam berkarya di bidang apapun, entah di paroki-paroki, lembaga-lembaga dan karya-karya lainnya, serta di dalam penghayatan hidup pribadi seperti relasi dan komunikasi dengan orang-orang, baik internal serikat maupun dengan masyarakat luas. Di sela-sela pertemuan tersebut, para misionaris juga menyempatkan diri berkunjung ke kebun SVD yang sudah ditanami pinus sebagai proyek ekologi dan investasi bisnis produktip bagi masa depan.

 
 

140 tahun SVD

Pendidikan bersama para misionaris dan rekan-rekan awam misioner tersebut juga ditandai dengan perayaan khusus, yakni Ekaristi Kudus merayakan hari ulang tahun SVD yang ke 140, 8 September 2015, dengan dihadiri oleh sejumlah perwakilan umat, baik dari Dolok Sanggul maupun Siborong-borong, keluarga-keluarga para misionaris SVD dan SSpS dari kedua paroki tersebut, para suster KFSY dan sejumlah undangan lainnya. Dalam kotbahnya, selebran utama, P. Aurelius Pati Soge, menekankan pentingnya setiap misionaris dan anggota keluarga serta sahabat-sahabat pendukung melihat diri bukan sebagai pribadi yang sempurna, tetapi sebagai orang lemah dan berdosa yang secara khusus dipilih Tuhan untuk menjalankan tugas misioner. Dengan caraNya sendiri Tuhan akan memberi kekuatan, memulihkan cacat pribadi masing-masing dan menyempurnakan karya tersebut. Perayaan ini ditandai dengan acara makan bersama di aula Paroki St. Konradus, Dolok Sanggul, dengan acara pemotongan kue tart 140 tahun SVD dan sambutan-sambutan penghangat suasana.

 
140 tahun SVD: yang tua itu serikatnya bukan orangnya... (al)
 
       


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge