Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
  Berita di antara kita  
 
 
"Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah."
(Mat 10:26-27)
   
   
   
   
 
  Ziarah Galang:
Tạ Ơn Đức Mẹ - Terima Kasih, Bunda Maria
     
 

MONUMEN KEMANUSIAAN yang menandai tragedi para pengusi Vietnam itu kembali dibangun, untuk meng- ingatkan masyarakat dunia, bahwa penghinaan terhadap martabat manusia ini tidak boleh lagi terjadi. Gereja Katolik harus berdiri di garis terdepan untuk memperjuangkan kemanusiaan, tanpa peduli aneka faktor pembeda, seperti suku, ras, agama, kedudukan sosial, ekonomi, pendidikan, dan sebagainya. Gereja Keuskupan Pangkalpinang telah menegakkan sebuah monumen perjuangan kemanusiaan di tahun 1976, ketika mulai menerima dan membantu para pengungsi Vietnam yang melarikan drii dari negaranya karena peperangan yang membawa banyak korban. Berkat lobi MAWI (Majelis Agung Waligereja Indonesia - sekarang KWI: Konferensi Waligereja Indonesia), pemerintah Indonesia akhirnya turun tangan dan menetapkan Pulau Galang sebagai kawasan pengungsi. Pelayanan tersebut berlangsung hingga dua puluh tahun kemudian, ketika pemerintah Indonesia memutuskan menutup penampungan pengungsi tersebut di tahun 1996. Kenangan akan tragedi kemanusiaan dan tanggapan Umat Katolik ini lah yang mendorong Keuskupan Pangkalpinang bertekad membangun kembali kawasan tersebut menjadi sebuah pusat rohani dan peziarahan umat Katolik. Dengan mengutip ucapan syukur yang sama - Tạ Ơn Đức Mẹ - yang berarti "Terima Kasih Bunda Maria", kawasan bekas taman jalan salib itu sekarang sedang dirombak menjadi pusat Ziarah Galang untuk menghormati Maria, Bunda Pembantu Abadi.


Misa Penutupan Bulan Maria, Oktober 2015

Bertempat di Gelanggang Olahraga Tumenggung, Batam, ribuan umat Katolik se-kota Batam menghadiri perayaan Ekaristi penutupan bulan Rosario, Oktober 2015, pada hari Sabtu, 31 Oktober 2015. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Pangkalpinang, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD, didampingi oleh sejumlah imam dari Kevikepan Kepulauan Riau dan sejumlah imam lainnya. Dalam kotbahnya, Uskup Moa Nurak mengingatkan umat Katolik untuk selalu berdoa bagi orang-orang yang menjadi korban ketidakadilan, secara khusus mengenang orang-orang Vietnam yang terkubur di Laut Cina Selatan, ketika kapal-kapalnya menyerah pada keganasan ombak dan badai, atau bajak-bajak laut dan aneka sebab lainnya. Menyebut Laut Cina Selatan sebagai "kuburan para pengungsi Vietnam", Uskup Moa Nurak mendorong umat Katolik Batam untuk turut serta mengembangkan kawasan peziarahan Galang yang dibangun kembali dengan tujuan mengenang para korban perang dan ketidakadilan, membangun kerohanian umat Kristiani, dan menggerakkan semangat untuk berjuang melawan aneka ketidakadilan.

 


Suasana Perayaan Ekaristi Kudus: ta on duc me - terima kasih Bunda Maria... (foto: Carmen Guibac)


Prosesi para imam memasuki Gedung Olahraga Tumenggung: Maria ratu para imam ..... (foto: Carmen Guibac)

 
 

Pesta Umat, Pentas Seni dan Penggalangan Dana

Melibatkan banyak kaum awam dalam upaya membangun kembali kawasan bekas tempat ibadah umat Katolik para pengungsi Vietnam, telah dibentuk Komite Ziarah Galang untuk membangun sanctuarium tersebut, dipimpin oleh Bp. Angelo Fernandus. Sejumlah aktivitas penggalangan dana telah mulai dilakukan, antara lain lewat gala dinner, celengan, promosi ke berbagai kesempatan, antara lain dalam Kongres Kerahiman Ilahi Asia (AACOM - Asian Apostolic Congres on Mercy) di Medan, 14-16 Oktober 2015 yang lalu. Dalam kesempatan tersebut, Uskup Moa Nurak berbicara sepintas tentang gerakan ini sekaligus meminta bantuan para donatur dari berbagai tempat, untuk turut serta berpartisipasi di dalamnya. Sambutan positip antara lain datang dari Kerahiman Ilahi Kuching, Serawak, Malaysia, yang sudah mengunjungi tempat ziarah ini dan menghimpun dana untuk mendukung pekerjaan di tempat tersebut. Uskup Moa Nurak juga mengumumkan, bahwa jika tak ada halangan, tempat ziarah tersebut akan diresmikan dalam bulan Oktober 2018, bertepatan dengan diselenggarakannya kongres ASIPA (Asian Integral Pastoral Approach) dengan Keuskupan Pangkalpinang menjadi tuan rumah. Kongres tersebut akan mengambil tempat di Baam.

Kemeriahan pasca Ekaristi ditandai dengan makan bersama seluruh umat dan sejumlah atraksi seni musik dan tarian serta hiburan lain yang menampilkan sejumlah penyanyi lokal dan nasional. Namun yang paling menghebohkan ialah tampilnya tiga imam muda: Rm. Paskalis, Rm. Anselmus dan Rm. Richard. Laksana bintang rock, ketiga imam muda ini menampilkan sebuah kreasi seni dengan koregrafi yang unik, mengundang tawa sekaligus menghibur. Kalau dilatih secara lebih intensip, bisa mengalahkan artis nasional. Sungguh!

Berhasil tidaknya pengembangan kawasan ini tentu sangat ditentukan oleh perhatian dan dukungan umat Katolik Batam, namun mengingat besarnya dana yang diperlukan, sangatlah penting melakukan berbagai terobosan untuk menghimpun dana dari berbagai tempat. Sejalan dengan itu, yang tak kalah pentingnya ialah dukungan doa yang terus menerus dari umat beriman. Dengan doa, kita melibatkan segenap daya jasmaniah dan rohaniah, demi pengembangan karya pelayanan dan peziarahan di tempat tersebut.

 
  Untuk turut berpartisipasi, kunjungi Galang Sanctuary | Facebook | Twitter      
       


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge