Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
  Berita di antara kita  
 
 
"Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah."
(Mat 10:26-27)
   
   
   
   
 
  Penutupan Tahun Hidup Bhakti:
Jadilah Terang Bagi Gereja dan Masyarakat
     
 

TAHUN HIDUP BHAKTI telah menjadi kesempatann yang penting bagi para biarawan-biarawati penghayat hidup bhakti, untuk merenungkan hidup dan karyanya di tengah Gereja dan masyarakat. Perayaan yang secara resmi dibuka oleh Paus Fransiskus, pada tanggal 30 November 2014, secara resmi ditutup pada tanggal 2 Februari 2016, bertepatan dengan Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah, yang secara global dirayakan sebagai hari hidup bhakti. Untuk keuskupan Pangkalpinang, perayaan penutupan tersebut diadakan di Paroki St. Damian, Bengkong, Batam, dengan perayaan Ekaristi meriah yang dipimpin oleh Uskup Pangkalpinang, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD, dengan didampingi oleh sejumlah imam hidup bhakti dan imam keuskupan, pada hari Minggu, 31 Januari 2016. Perayaan tersebut dihadiri oleh mayoritas biarawan-biarawati se-Keuskupan Pangkalpinang, dengan kaum muda se-Batam sebagai undangan khusus.

Dalam khotbahnya untuk menandai hari bersejarah tersebut, Mgr. Moa Nurak menekankan pentingnya para biarawan biarwati terus merenungkan makna hidup dan karyanya sebagai sumbangan bagi hidup Gereja pada khususnya dan masyarakat luas pada ummumnya. Perayaan ini ditutup pada "Pesta Yesus Dipersembahkan Di Baut Allah" (2 Februari), bertepatan dengan hari khusus hidup bhakti, untuk mengingatkan para biarawan biarawati tentang peranannya sebagai "garam dan terang" bagi dunia. Dalam konteks pastoral Keuskupan Pangkalpinang, kehadiran para biarawan biarawati dalam pengembangan KBG menjadi sumbangan yang sangat besar untuk memperkaya khazanah rohaniah umat Allah, sehingga di tengah umat berkembang kesadaran, bahwa masa depan gereja ada di tangan mereka, dan kiranya banyak kaum muda yang tergerak untuk memikirkan pola hidup bhakti sebagai pilihan di dalam hidup, agar lebih berperanan mengembangkan umat Allah.


Konteks Keuskupan Pangkalpinang

Seruan Uskup Moa Nurak ini mengingatkan peserta perayaan tentang tiga tema pokok yang ditekankan di dalam perayaan tahun hidup bhakti, yakni (a) pembaharuan diri para biarawan-biarawati penghayat hidup bhakti; (b) ucapan syukur umat beriman atas pelayanan dari para imam, bruder, suster dan para rahib / rubiah penghayat hidup bhakti; dan (c) mengundang kaum muda Kristiani untuk mengenal dan mempertimbangkan hidup bhakti sebagai salah satu pilihan hidup. Pembaharuan diri para biarawan-biarawati antara lain dijalankan dengan cara mendalami program ASIPA yang menjadi orientasi pastoral Keuskupan Pangkalpinang, sehingga komunitas-komunitas hidup bhakti dapat membuat kontekstualisasi penghayatan kharisma tarekatnya di dalam bingkai pastoral ini. Selanjutnya dengan mengundang kaum muda menghadiri perayaan syukur ini, semoga mereka teranimasi dan berpikir serius tentang hidup bhakti sebagai sebuah pilihan hidup yang secara serius didalami.

 


Misa penutupan Perayaan Tahun Hidup Bhakti oleh Uskup Pagkalpinang, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD: imam projo pun perlu membaharui 'kaul'...


Sejumlah biarawan dan biarawati berpose bersama seusaai misa di depan altar Gereja Santo Damian, Bengkong: jadilah terang bagi gereja dan masyarakat...

 
 

Pembaharuan kaul-kaul Hidup Bhakti

Salah satu unsur perayaan ini adalah pembaharuan kaul-kaul oleh para imam, biarawan-biarawati, penghayat hidup bhakti. Masing-masing tarekat memiliki cara khas dengan rumusan unik. Sambil berusaha mengakomodasi sebanyak mungkin kekayaan tarekat-tarekat, sebuah rumusan pembaharuan kaul secara umum diikrarkan bersama-sama. Didahului oleh litania para kudus, para biarawan-biarawati pun membaharui diri. Yang menarik, Uskup Moa Nurak mewajibkan para imam keuskupan, untuk turut serta di dalam pembaharuan tersebut. "Mereka tidak berkaul, tetapi mereka juga harus hidup miskin, murni dan taat", kata Uskup Moa Nurak. Jadilah sebuah pembaharuan kaul bersama-sama, yang ternyata menjadi karunia unik bagi umat yang hadir.

Seluruh rangkaian perayaan hari ini diakhiri dengan rekreasi bersama kaum muda se-Batam, di mana wakil tarekat-tarekat yang hadir memberi sedikit informasi tentang tarekat masing-masing. Semua komunitas di Keuskupan Pangkalpinang hadir atau mengirim utusannya. Ada tiga tarekat imam misionaris, yakni SSCC (Misionaris Hati Yesus dan Maria), MSF (Misionaris Keluarga Kudus) dan SVD (Misionaris Serikat Sabda Allah); satu biarawan awam, yakni bruder-bruder Budi Mulia (BM), selanjutnya sederetan komunitas biarwati, yakni KKS, AK, PRR, SSpS, FSE, FCh, JMJ, RGS dan SSCC.

 
     


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge