![]() |
|
|||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642 | SEARCH:
|
|||||||
| SVD Batam | SOVERDIA (Awam SVD) | Pelayanan Kitab Suci | Pelayananan Internasional | Liturgi dan Devosi | Tirta Wacana |
|---|
![]() |
Berita di antara kita | ||||
|---|---|---|---|---|---|
"Janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah." |
|||||
| SVD Distrik Sumatera Utara: Memimpin Dengan Rendah Hati, Belas Kasih dan Bela Rasa |
||||
MENGIKUTI agenda umum Provinsi SVD Jawa, misionaris SVD Distrik Sumatera Utara, berkenan mengadakan rekoleksi dan animasi kepemimpinan partisipatip, bertempat di komunitas SVD Batam, Selasa-Kamis, 13-15 Januari 2015. Semua anggota distrik yang berkarya di tiga keuskupan hadir mengikuti acara tersebut, dihadiri oleh Provinsial SVD Jawa, P. Yoseph Jaga Dawan; Konsultor Provinsi, P. Frieds Meko; Sekretaris Misi, P. Hendrikus Meko; dan Ekonom Provinsi, P. Agustinus Sumarwan. Di hari kedua, Uskup Pangkalpinang, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD, berkenan untuk hadir dan memberi masukan berkaitan dengan tema kepemimpinan partisipatip tersebut. Dalam rangkaian dengan tema itu, Ekonom Provinsi, P. Sumarwan, juga berkenan memberikan masukan untuk mengelola keuangan secara baik, transparan dan bertanggung jawab. Selain acara animasi kepempimpinan partisipatip, komunitas distrik juga berkenan merayakan pesta St. Arnoldus Janssen, pendiri Serikat Sabda Allah, dengan ibadat tiga hari (triduum), masing-masing dengan tema Kitab Suci, Sakramen dan Meditasi gaya Taize. Ibadat hari pertama dipimpin oleh Rektor Distrik, P. Frederikus Dhay, hari kedua oleh P. Gregorius Harapan, sedangkan meditasi Taize dipandu oleh P. Aurelius Pati Soge dibantu oleh Ibu Lia Krisna. Acara tersebut dihadiri juga oleh anggota Soverdia Batam dan warga KBG (Komunitas Basis Gerejawi) St. Arnoldus Janssen, Sukajadi. |
|
|||
Memimpin dengan rendah hati, belas kasih dan bela rasa Untuk tema kepemimpinan partisipatip, P. Pati Soge tampil sebagai pembicara dengan menekankan tiga hal pokok, yakni rendah hati, belas kasih dan bela rasa (solidaritas). Menggunakan ilustrasi dialog antara Yesus dan Nikodemus, tiga nilai ini dilihat sebagai unsur penting yang memungkinkan berjalannya kepempinnan partisipatip yang sangat dibutuhkan di dalam komunitas misi. Nikodemus seorang elit intelektual dari kalangan Yahudi, dengan rendah hati datang kepada Yesus, rabbi kharismatis dari Nazaret. Kerendahan hatinya ini ditanggapi oleh Yesus dengan menunjukkan belas kasihNya, karena itu Ia mengungkapkan visi dasar kehadiranNya di tengah dunia, yakni mewujudkan cinta Bapa yang begitu besar kepada dunia (Yoh 3:16). Pewahyuan model ini hanya disampaikan kepada Nikodemus, karena dia memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan teologi Kitab Suci yang tinggi. Dialog intensip Yesus dan Nikodemus membawa perubahan besar dalam diri Nikodemus, karena di kemudian hari ia tampil sebagai pribadi yang solider dengan Yesus. Walaupun gagal, ia telah berusaha membela Yesus (bdk. Yoh 7:50-51) dan meninggalkan rasa takut kepada khalayak, ia datang pada pemakaman Yesus (Yoh 19:39). P. Pati Soge menekankan, bahwa untuk menjadi pemimpin yang berwawasan partisipatip, seseorang harus bersikap rendah hati. Kerendahan hati memungkinkan dia melihat banyak hal dengan mata hati yang jernih dan dengan kepala dingin menganalisis situasi. Ia tidak segan memperbaiki diri dan dengan caranya yang penuh kasih mendorong orang untuk membaharui diri. Kerendahan hati menuntun kepada belas kasih, sehingga setiap orang yang terlibat di dalam kepempinan tersebut diperlakukan dengan penuh penghargaan, karena si pemimpin sadar, bahwa tanpa partisipasi mereka kepempinannya akan gagal. Kerendahan hati yang diperkuat oleh belas kasih pada gilirannya mendorong orang untuk berbela rasa dengan orang-orang. Mengambil teladan Yesus, yang datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani (Mat 20:28), seorang pemimpin akan selalu melayani dengan tulus, karena itulah sesungguhnya hakekat kepemimpinan. Kepemimpinan yang tidak melayani akan berubah menjadi kuasa yang menindas dan menghancurkan orang lain, bentuk yang sama sekali tidak cocok dengan kepemimpinan misioner.
Memanfaatkan waktu kunjungan yang singkat bagi semua konfrater, Uskup Pangkalpinang, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD, berkenan memberikan masukannya bagi seluruh warga distrik (14/1). Menggunakan ilustrasi dari Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Moa Nurak mengedepankan kepemimpinan partisipatip sebagai buah gerakan akar rumput umat beriman, dalam pola pastorak KBG (Komunitas Basis Gerejawi). Dalam KBG, yang berpusat pada Kitab Suci, oleh tuntunan sharing tujuh langkah, semua warga diupayakan untuk berperan serta secara aktip. Mereka bukan sekedar obyek pastoral tetapi subyek pastoral, sementara para imam berperanan sebagai pendamping. Referensi utama ialah jemaat perdana yang berhimpun untuk berdoa dan memecahkan roti (Kis 2:46). Sharing doa dan meja (karya) memungkinkan orang menjembatani perbedaan-perbedaan dan merasa diri sebagai saudara-saudari di dalam Kristus. Kesadaran yang terus dipupuk memungkinkan mereka menyadari hak-hak dan kewajibannya, bahwa Gereja itu milik mereka, yang harus mereka pelihara dan dukung. Ketika umat turut serta memelihara Gereja, komunitas Kristiani menjadi ladang subur yang menumbuhkan banyak panggilan bagi karya misioner.
Bersama-sama dengan para biarawan-biarawati se-Batam, dan umat KBG St. Arnoldus Janssen, Sukajadi, komunitas SVD dan Soverdia Batam menyelenggarakan pesta St. Arnoldus Janssen, dengan perayaan Ekaristi Kudus, Kamis, 15 Januari 2015. Ekaristi meriah dipimpin oleh Provinsial SVD Jawa, P. Yoseph Jaga Dawan. Dalam kotbahnya, P. Jaga Dawan menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam semangat misi, karena apa yang diwujudkan dalam karya tidak lebih daripada karya Tuhan sendiri. Provinsial Jaga Dawan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak di Batam yang telah mendukung hidup dan karya komunitas SVD Batam. Acara malam diakhiri dengan perjamuan bersama di halaman Gereja. |
||||
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge |
|||