| Home | News | Opinion | Contact Us |
![]() |
+ FROM EVERY NATION, PEOPLE AND LANGUAGE: Sharing Intercultural Life and Mission +
|
| Pekan III Kapitel Jendral XVII: | ||||
| Kepemimpinan dengan visi interkultural |
|
|||
| "Hati seorang pemimpin itu haruslah penuh semangat dan belas kasih, menghibur dalam pelayanan, setia pada Injil, mampu menerjemahkan peranan hirarkis ke dalam persaudaraandan kesetaraan. Pendek kata, seorang pemimpin itu mewujudkan 'impian' Tuhan yang terwujud dalam kemanusiaan Yesus, citra Sabda Allah yang memberi warna kepemimpinan kita", demikian kata P. Carlos del Vale, dalam rekoleksi yang menghantar seluruh peserta Kapitel Jendral ke-17, untuk memasuki pekan ketiga, Senin, 2 Juli 2012, di Ad Gentes Center, Nemi, Italia. Rekoleksi ini dimaksudkan untuk menjadi kesempatan merenung dalam hening, agar di bawah tuntunan Roh Kudus, para kapitularis dapat memberikan suara secara bertanggung jawab dalam memilih Superior Jendral dan Dewannya, untuk periode 2012-1018. Dalam refleksi pertama, P. Del Valle mendorong peserta untuk melihat pentingnya kepemimpinan yang berwajah evangelis, yang dipersembahkan untuk pewartaan Firman Tuhan, yang mau bersikap kritis pada pola hirarkis yang otoriter, yang tidak konsisten mewujudkan nilai-nilai Injil, dan sebagainya. Untuk menunjang kepemimpinan Injili yang melihat Yesus Kristus sebagai model, ia menekankan tiga hal pokok. Pertama, kepemimpinan dalam SVD itu berasal dari dan mengarah kepada komunitas interkultural. Kita berhimpun di seputar Yesus Kristus dalam komunitas yang berwajah internasional dan interkultural dalam semangat persaudaraan yang tulus. Di sini kepemimpinan bukanlah sebuah kuasa melainkan konsensus untuk melayani. Pemimpinan bukanlah manusia super melainkan seorang biasa yang mau menerima kekurangan para anggota. Kedua, kepempimpinan dalam SVD berasal dari dan menuju ke masa depan. Pemimpinan itu haruslah cukup berani seperti seorang nabi, tetapi polos seperti anak kecil, penuh rencana seperti orang muda dan bijaksana seperti orang tua. Di sini seorang pemimpin dituntut untuk bersikap setia secara kreatif, mempunyai visi yang jelas dan keberanian untuk mengambil resiko. "Seorang pemimpinan harus lebih sering menekan pedal gas, bukan rem", kata P. Del Valle, menganalogikannya dengan mesin mobil. |
||||
Ketiga, kepemimpinan dalam SVD berasal dari dan menuju misi yang kharismatis dan profetis. Seorang pemimpin harus dekat dengan Tuhan dengan spiritualitas yang berwarna interkultural. Yang ditampilkan bukan karisma pribadi melainkan karisma komunitas, sehingga muara dari perjuangan itu adalah proses transformasi komunitas, di mana interkulturalitas menjadi budaya yang memberi identitas. Dengan kata lain, interkulturalitas itu akan menjadi DNA bagi seluruh Serikat, darah dan daging, roh dan nafas semua misionaris. Ketika semangat ini diimplementasi, orang akhirnya melihat semuanya terungkap dalam karya kita yang mencerminkan kekayaan spiritualitas dan semangat persaudaraan. "Kita akan lebih berbuat banyak untuk gereja ketika kita setia pada kharisma kita", kata P. Del Valle. |
||||
***** Secara keseluruhan, pekan ke-3 ini dapatlah disebut sebagai pekan leadership, di mana Superior Jendral dan Dewannya yang berjalan dalam suasana sangat demokratis dan penuh persaudaraan.
Selain memilih Superior Jendral dan Dewannya, Kapitel juga menghasilkan sejumlah resolusi dan rekomendasi. Empat resolusi lama yang tetapi dipertahankan berkaitan dengan perhatian terhadap perdagangan manusia, pendidikan para bruder, kemandirian finansial dan bahasa resmi Serikat. Selain itu ada tiga resolusi baru yang berkaitan dengan kewajiban retret tiga puluh hari dalam masa formasi dasar, prefek para konfrater berkaul sementara sebagai peserta ex-officio kapitel provinsi dan revisi statuta kapitel nomor 216 dan 322. Di samping resolusi, ada lima rekomendasi yang berkaitan dengan kerasulan untuk kamu migran dan pengungsi, kerja sama dengan rekan awam, kerja sama formasi lintas zona, evaluasi program post-novisiat dan perhatian terhadap tantangan misi di Eropa, karena Eropa bukanlah lagi sekedar daerah asal misionaris tetapi juga menjadi tujuan misi Serikat. |
||||
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge |
|||