Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Februari 2014
  MASA BIASA  
 
 
Hidupmu itu kudus dan bermartabat luhur, karena Tuhan hadir di dalamnya.

KETIKA Yesus menekankan kudusnya perkawinan, kita teringat akan hakekat manusia menurut Kitab Kejadian, yakni manusia diciptakan menurut gambaran Allah (Kej 1:27). Persatuan pria dan wanita di dalam perkawinan adalah persekutuan dua ciptaan menurut gambaran Allah. Karena itu perkawinan dipandang kudus dan mengandung tugas dari Allah, yakni menebarkan cinta dan ikut mengambil bagian di dalam karya penciptaan. Perkawinan bukanlah sarana pemuasan nafsu melainkan satu tanggung jawab yang perlu dihidupi dalam terang iman di bawah tuntunan dan penyelenggaraan Allah.

Almahrum Paus Yohanes Paulus II mengingatkan umat Kristiani untuk memperhatikan ajaran Biblis di atas, agar tidak terjebak ke dalam jargon pemuasan nafsu seks saja. Perkawinan yang direduksi ke titik nafsu akan merendahkan martabat pria dan wanita, karena pasangan hanya di-lihat sebagai satu obyek kepuasan diri. Padahal, personalitas manusia adalah subyek yang independen, berkehendak bebas dan mempunya daya mencintai (lih. Yohanes Paulus II, The Theology of the Body. Merion: Key of David Publication, 2002, hal. 59-60).

Andaikata orang Kristiani menyadari hakekat dirinya, nilai perkawinan dan peranan Allah di dalamnya, mengapa masih ada “perceraian”. Di sini kita ditantang untuk merenung lebih mendalam, apa arti perkawinan bagi kita. Mari kita menyadari, perkawinan adalah fondasi bagi keluarga, elemen dasar Gereja. Keluarga baik akan membentuk Gereja yang baik, keluarga yang keropos akan menghasilkan Gereja yang keropos juga. (ap)

  1. Apa hakekat perkawinan menurut anda?
  2. Sejauh mana anda melibatkan Tuhan di dalam hubungan suami-isteri?

(c) aurelius pati soge - bbss 2008

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
 
  PEKAN KE-7
 
 
Jumat, 28 Februari 2014
 

KASIHILAH MUSUH-MUSUHMU
DAN BERDOALAH BAGI MEREKA YANG MENGANIAYA KAMU

 
 
 
 
 
Yak 5:9-12 | Mzm 103:1-4.8-9.11-12 | Mrk 10:1-12
 

Hakim telah berdiri di ambang pintu (Yak 5:9-12)

Saudara-saudara, janganlah kalian bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, agar tidak dihukum. Ingatlah, Hakim telah berdiri di ambang pintu.
Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun. Kalian telah mendengar ketekunan Ayub dan kalian telah tahu apa yang akhirnya disediakan Tuhan yang maha penyayang dan penuh belas kasih.
Tetapi saudara-saudara, yang terpenting ialah: Janganlah kalian bersumpah demi surga maupun demi bumi, ataupun demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kalian katakan ya. Jika tidak, hendaklah kalian katakan tidak, agar kalian tidak terkena hukuman.

 

Mazmur Tanggapan (Mzm 103:1-4.8-9.11-12; R: 8a)

Ref: Tuhan itu pengasih dan penyayang.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, janganlah lupa akan segala kebaikanNya!
  2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur dan memahkotai engkau dengan ksih setia dan rahmat!
  3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak terus menerus Ia murka dan tidak selamanya Ia mendendam.
  4. Setinggi langit dari bumi, demikianlah besarnya kasih setia Tuhan aas orang yang takut akan Dia! Sejauh Timur dari Barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuangNya.
 

Lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan kedua belah tangan masuk dalam api yang tak terpadamkan
(Mrk 9:41-50)

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-muridNya, “Barang siapa memberi kalian minum air secangkir oleh karena kalian adalah pengikut Kristus, ia tak akan kehilangan ganjarannya. Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan tangan terkudung masuk dalam kehidupan, daripada dengan utuh kedua belah tangan masuk dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan. Dan jika kaki menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik bagimu dengan kaki timpang masuk ke dalam hidup, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tak pernah padam. Sebab setiap orang akan digarami dengan api. Garam itu memang baik! Tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kalian akan mengasinkannya? Hendaklah kalian selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai seorang dengan yang lain.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge