Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Dalam salib kita menemukan kepastian akan tujuan hidup yang hendak dicapai.

MASYARAKAT Yahudi memandang perkawinan sebagai sebuah perayaan kegembiraan yang tidak hanya melibatkan dua keluarga tetapi praktis seluruh komunitas kampung atau kota. Karena itu, hari-hari pesta yang biasa berlangsung selama seminggu, menjadi hari sukacita bagi orang -orang miskin dan sederhana yang berkekurangan dalam hidup. Maka pesta perkawinan juga menjadi kesempatan untuk beramal, sehingga kaum miskin dan marjinal sedikit mengenyam kegembiraan.

Yesus mengumpamakan kehadiranNya sebagai satu perjamuan pesta perkawinan. Ada bersama Yesus merupakan saat-saat suka-cita. Karena hakekat Yesus itu selalu sama, baik hari kemarin, hari ini maupun hari esok selama-lamanya (bdk. Ibr 13:8), maka dengan seharusnya memiliki iman menjadi saat-saat penuh sukacita. Perumpamaannya adalah sebagai berikut. Dalam perjamuan pesta perkawinan, para tamu tidak akan berbuat sesuatu yang menyusahkan atau membuat malu pemilik pesta. Mereka akan bersikap sepantasnya sebagai tamu terhormat sehingga sukacita itu semakin besar. Dari sini dapatlah kita katakan, bahwa jika orang menghayati nilai-nilai Injil secara baik, hidup iman bukanlah sebuah beban melainkan sukacita, karena orang tak akan bertingkah laku yang menyusahkan Kristus. Itulah sukacita sejati anak-anak Allah.

Jika demikian, apakah praktek puasa dan pantang tidak penting? Jawabannya ialah penting dan sedapat mungkin dilaksanakan dengan baik, karena di dalam penghayatan iman itu, tidak selamanya kita hidup sesuai dengan nilai-nilai Injil. Puasa dan pantang menjadi pelatihan disiplin diri yang baik di dalam menghadapi tantangan dan godaan dunia, sehingga kita kembali layak menjadi anak-anak Allah. Di saat itulah kita mengalami apa yang disebut Yesus sebagai “saat mempelai diambil dari mereka”. Puasa menjadi tanda kerinduan kita pada Tuhan dan menunjukkan jalan untuk kembali kepada-nya melalui tobat dan rekonsiliasi dengan Tuhan. (ap)

  1. Apa pemahaman pribadi anda tentang praktek puasa yang selama ini telah anda jalankan?
  2. Apa buah-buah konkrit puasa dan pantang yang telah anda alami?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
   
30 31      
  SESUDAH RABU ABU
 
Jumat, 7 Maret 2014

BAPAMU MELIHAT YANG TERSEMBUNYI
DAN AKAN MEMBALAS KEPADAMU

   
   
   
 
Yes 58:1-9a | Mzm 51:3-6a.18-19 | Mat 9:14-15

 

Berpuasa yang kukehendaki ialah engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman (Yes 58:1-9a)

Beginilah firman Tuhan Allah, "Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umatKu pelanggaran mereka, dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang, setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal jalanKu. Seperti bangsa yang berlaku yang benar dan tidak meninggalkan hukum Allahnya, mereka menanyai Aku tentang hukum-hukum yang benar. Mereka suka mendekat menghadap Allah dan berkata, 'Kami berpuasa, mengapa Engkau tidak memperhatikannya juga? Kami merendahkan diri, mengapa Engkau tidak mengindahkan juga?' Camkanlah! Pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak seluruh semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah-bantah dan berkelahi, serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan cara berpuasa seperti ini, suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Inikah puasa yang Kukehendaki: mengadakan hari merendahkan diri? Menundukkan kepada seperti gelagah? Dan membentangkan kain sarung serta abu sebagai lapik tidur? Itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah: Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk, membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah. Dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan depanmu, dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu. Pada waku itu lah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia berkata: Ini Aku!"

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-6a.18-19; R: 19a)

Ref: Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

  1. Kasihanilah aku, ya Allahh menurut kasih setiaMu, menurut besarnya rahmatMu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan tahirkanlah aku dari dosaku.
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandanganMu kulakukan.
  3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan. Kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepadaMu ialah jiwa yang hancur. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Mempelai itu akan diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa (Mat 9:14-15)

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-muridMu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge