Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Belas kasih itu lebih utama daripada hukum yang mengatur kehidupan manusia.

KISAH tentang orang buta yang disembuhkan Yesus di atas berakhir dengan sebuah ironi yang tajam. Orang-orang Farisi, yang tersinggung oleh perbuatan Yesus yang melawan hukum Sabat dan kata-kata orang buta yang sembuh, mengusir dia keluar dari Bait Allah. Mereka mengusir dia karena mereka merasa berhak. Bukankah mereka pengurus Bait Allah? Tapi, apakah mereka pe-milik Bait Allah? Jawabannya tentu saja “TIDAK”. Ketika si buta yang sembuh itu keluar, dia ber-temu dengan Yesus. Dia tidak mengenalNya. Dialog antara keduanya begitu bagus. “Percayakah engkau akan Anak Manusia?” tanya Yesus. “Siapakah Dia, Tuhan, supaya aku percaya kepada-Nya?” tanya si buta yang sembuh. Dialog ini merupakan titik peralihan dari penyembuhan fisik (mata) ke penyembuhan spiritual (iman). Ketika menyadari siapa Yesus yang telah menyembuhkan dirinya, ia bersujud dan mengakui imannya, “Aku percaya, Tuhan.” Ironinya ialah, si buta yang sembuh itu ditolak dan diusir oleh “pengurus” Bait Allah dan diterima oleh “pemilik” Bait Allah. Yang tidak berhak justru menghakimi, yang berhak justru berbelas kasih.

Pengalaman si buta yang disembuhkan adalah pengalaman ziarah umat manusia. Dalam banyak hal, orang-orang yang diserahi tanggung jawab untuk mengurus umat Allah sering bersikap lebih berkusa daripada sumber tanggung jawab itu, yakni Tuhan sendiri. Kita mungkin bersikap seperti itu dalam berhadapan dengan sesama. Sesungguhnya dengan itu kita justru lebih banyak meng-usir orang keluar dari himpunan umat Allah. Tuhan menghendaki kita bersikap sebaliknya, yakni membuka pintu hati lebar-lebar bagi orang berdosa. Belas kasih Tuhan haruslah menjadi model belas kasih kita umatNya. (ap)

  1. Pernahkah anda menjadi sebab seseorang meninggalkan persekutuan umat Allah?
  2. Apa usaha anda untuk menolong orang yang ingin kembali ke pangkuan Gereja?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
   
30 31      
  PEKAN KEEMPAT
 
Minggu, 30 Maret 2014

SIAPAKAH DIA TUHAN,
SUPAYA AKU PERCAYA KEPADANYA?

   
   
   
 
1 Sam 16:1b.6-7.10-13a | Mzm 23:1-6 | Ef 5:8-14 | Yoh 9:1.6-9.13-17.34-38

 

Daud diurapi menjadi Raja Israel (1 Sam 16:1b.6-7.10-13a)

Setelah Raja Saul ditolak, berfirmanlah Tuhan kepada Samuel, “Isilah tabung tandukmu dengan minyak, dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagiKu.” Ketika anak-anak Isai itu masuk, dan ketika melihat Eliab, Samuel berpikir, “Sungguh, di hadapan Tuhan sekarang berdiri yang diurapiNya.” Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel, “Janganlah terpancang pada paras atau perawakan yang tinggi sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.”
Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, “Semuanya ini tidak dipilih Tuhan.” Lalu Samuel berkata kepada Isai, “Inikah semua anakmu?” Jawab Isai, “Masih tinggal yang bungsu, tetapi ia sedang menggembalakan kambing domba.” Kata Samuel kepada Isai, “Suruhlah memanggil dia sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang kemari.” Kemudian di-suruhnyalah menjemput dia. Kulitnya kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu Tuhan berfirman, “Bangkitlah, urapilah dia sebab inilah dia.” Samuel mengambil tabung tanduknya yang berisi minyak itu, mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya.

Mazmur Tanggapan (Mzm 23:1-6; R: 1)

Ref: Tuhanlah gembalaku, tak’kan kekurangan aku.

  1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkanNya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntunNya di jalan yang lurus demi namaNya yang kudus.
  2. Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam aku tidak takut akan bahaya sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaanMu itulah yang menghibur aku.
  3. Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
  4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan Ilahi mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.
 

Bangkitlah dari antara orang mati, maka Kristus akan bercahaya atas kamu (Ef 5:8-14)

Saudara-saudara, memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. Karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan kebenaran. Ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya, telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. Sebab menyebut saja apa yang mereka buat di tempat-tempat yang tersembunyi sudah memalukan. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi tampak sebab semua yang tampak adalah terang. Itulah sebabnya dikatakan, “bangunlah, hai kamu yang tidur, dan bangkitlah dari antara orang mati, maka Kristus akan bercahaya atas kamu.”

 

Orang buta itu pergi membasuh diri dan dapat melihat (Luk 18:9-14)

Sekali peristiwa, ketika Yesus sedang berjalan lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahir. Maka, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya, “Pergilah, basuhlah dirimu di kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang Diutus”. Maka, pergilah orang itu. Ia membasuh dirinya, lalu kembali dengan matanya sudah melek. Maka, tetangga-tetangganya, dan mereka yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata, “Bukankah dia ini yang selalu mengemis?” Ada yang berkata, “Benar, dialah ini!” Ada pula yang berkata, “Bukan, tetapi ia serupa dengan dia.” Orang itu sendiri berkata, “Benar, akulah dia.” Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu adalah hari Sabat. Karena itu orang-orang Farisi pun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya, “Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat.” Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu, “Orang ini tidak datang dari Allah sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.” Sebagian pula berkata, “Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mukjizat yang demikian?” Maka timbullah pertentangan di antara mereka. Lalu kata mereka pula kepada orang yang tadinya buta itu, “Dan engkau, karena Ia telah memelekkan matamu, apakah katamu tentang Dia?” Jawabnya, “Ia seorang nabi!” Tetapi orang-orang Farisi menegur dia, “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa, dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia keluar.
Yesus mendengar bahwa orang itu telah diusir oleh orang-orang Farisi. Maka, ketika bertemu dengan dia, Yesus berkata, “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?” Jawabnya, “Siapakah Dia, Tuhan, supaya aku percaya kepadaNya.” Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia! Dia yang sedang berbicara dengan engkau, Dialah itu!” Kata orang itu, “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah Yesus.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge