Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Yesus membenci kemunafikan tetapi selalu terbuka kepada mereka yang mencariNya.

SEJARAH dunia diwarnai banyak tragedi yang bersumber dari ke-bencian golongan. Orang Yahudi di masa Nazi Jerman, kaum Muslim di Bosnia, pertentangan etnis Tutsi dan Hutu di Rwanda, politik apartheid di Afrika Selatan, dan sebagainya. Orang masuk dalam kebencian bukan karena sebuah pilihan melainkan karena prasangka. Di tengah tragedi tersebut, muncul tokoh-tokoh yang menjembatani perbedaan. Paul Rusesabagina menyelamatkan banyak orang Tutsi dari pembantaian kaum Hutu, walaupun dia sendiri seorang Hutu. Nelson Mandela melupakan kepahitan apartheid demi rekonsiliasi nasional di Afrika Selatan. Tokoh-tokoh ini biasanya mengabaikan pendapat umum dan memusatkan perhatian pada kemanusiaan.

Secara sepintas, orang bisa berpikir bahwa Yesus selalu melawan para ahli Taurat. Benarkah demikian? Yesus membenci kemunafikan mereka tetapi menghargai niat baik setiap pribadi. Secara umum, pribadi-pribadi ini mungkin tidak bisa menolak ideologi yang dianut oleh kelompoknya. Tetapi ketika ada pribadi yang datang kepada Yesus, dengan terbuka ia diterima. Kisah ahli Taurat dalam penggalan Injil di atas adalah contohnya. Yesus membenci ideologi palsu yang menjiwai para ahli Taurat, tetapi tidak membenci pribadi-pribadi yang berjuang mencari kebenaran.

Berhati-hatilah senantiasa. Janganlah menghakimi orang karena golongannya. Lihatlah pribadi dan kebaikannya. Jagalah, karena ia juga anak Allah yang berhak memperoleh keselamatan. Bencilah dosa, tetapi bukan pelakunya. Ia layak mendapat belas kasih. (ap)

  1. Pernahkah anda menjadi korban prasangka seseorang, atau mengorbankan orang karena sebuah prasangka?
  2. Apa akibat negatip yang menggerogoti kualitas spiritual dan penghayatan nilai-nilai spiritual tersebut?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
   
30 31      
  PEKAN KETIGA
 
Jumat, 28 Maret 2014

TUHAN, BERILAH AKU AIR ITU SUPAYA
AKU TIDAK HAUS LAGI

   
   
   
 
Hos 14:2-10 | Mzm 81:6c-11b.14.17 | Mrk 12:28b-34

 

Kami tidak akan berkata lagi, "Ya Allah kami" kepada buatan tangan kami (Hos 14:2-10)

Beginilah firman Allah, "Bertobatlah, hai Israel, kepada Tuhan Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Datanglah membawa kata-kata penyesalah, dan bertobatlah kepada Tuhan. Berserulah kepadaNya, 'Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi 'Ya, Allah kami', kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.'
Beginilah firman Tuhan" Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan. Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murkaku telah surut daripada mereka. Aku akan menjadi seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan bebau harum seperti yang di Libanon. Mereka akan kembali dan diam dalam nauganKu, mereka akan tumbuh seperti gandum. Mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyur seperti anggur Libanon. Efraim, apakah lagi sangkut pautKu dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari padaKu engkau mendapat buah. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang budiman biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan Tuhan adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ."

Mazmur Tanggapan (Mzm 81:6c-11b.14.17; R: 11.9a)

Ref: Akulah Tuhan, Allahmu, dengarkanlah suaraKu.

  1. Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal, "Akulah yang telah mengangkat beban dari bahumu, dan membebaskan tanganmu dari keranjang pikulan; dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau.
  2. Aku menjawab engkau dengan bersembunyi di balik badai, Aku telah menguji engkau dekat Meriba. Dengarlah, hai umatKu, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, kiranya engkau mau mendengarkan Aku!
  3. Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah orang asing. Akulah Tuhan Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.
  4. Sekiranya umatKu mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! UmatKu akan Kuberi makan gandum yang terbaik, dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.
 

Tuhan Allahmu itu Tuhan yang esa, kasihilah Dia dengan segenap jiwamu (Mrk 12:28b-34)

Sekali peristiwa datanglah seorang ahli Taurat kepada Yesus dan bertanya kepadaNya, “Perintah manakah yang paling utama? Jawab Yesus: “Perintah yang paling utama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita itu Tuhan yang esa. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa, dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanmu. Dan perintah yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada perintah lain yang lebih utama daripada kedua perintah ini.” Berkatalah ahli Taurat itu kepada Yesus, “Guru, tepat sekali apa yang Kau katakan, Bahwa Dia itu esa, dan bahwa tidak ada Allah lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri jauh lebih utama daripada semua kurban bakar dan persembahan.” Yesus melihat betapa bijaksana jawaban orang itu. Maka Ia berkata kepadanya, “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan tak seorang pun berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge