Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Ketika kesempatan bertemu Tuhan itu tiba, janganlah anda mengabaikannya.

SEORANG insinyur berpengalaman dan seorang dokter muda sama-sama bertugas di suatu daerah terpencil. Keduanya sama-sama idealis, ingin membantu masyarakat miskin. Dengan kemampuan tekniknya, si insinyur membangun jalan dan jembatan serta aneka sarana fisik lain, sedangkan sang dokter memperhatikan kesehatan masyarakat. Sesudah beberapa waktu, keduanya menyadari, bahwa masyarakat lebih menghargai si dokter muda daripada si insinyur. “Mengapa demikian?” tanya si dokter muda itu. “Karena engkau langsung menyentuh kesehatan masyarakat”, sahut si insinyur. “Masyarakat bisa hidup di bawah atap daun, rumah tanpa dinding, berlari di jalan berbatu, tetapi mereka tak bisa mengobati dirinya sendiri. Kamu melakukannya, itulah yang sangat mereka hargai.”

Ketika Yesus memanggil Lewi, yang dilakukan pertama-tama oleh Lewi ialah mengadakan perjamuan bagi Yesus. Lewi ternyata tidak menikmati karunia yang diperoleh itu sendiri. Sebagai orang yang dikucilkan dari lingkungan orang Yahudi, penerimaan Yesus sangatlah membanggakan. Lewi mungkin ingin memamerkan kegembiraannya, tetapi saya lebih yakin ia ingin agar teman-teman segolongan juga turut serta menikmati apa artinya diterima dan dihargai. Bahkan untuk orang-orang berdosa seperti mereka pun kesempatan untuk berdamai dengan Tuhan selalu ada. Mengapa harus ke surga sendiri kalau teman-teman lain bisa diajak? Kira-kira begitu pemikiran Lewi.

Kita pun sama berdosanya seperti Lewi, sang pemungut cukai, tetapi Tuhan senantiasa mengundang kita untuk kembali kepada-Nya melalui tobat dan rekonsiliasi. Mari kita dengan serius menanggapi undangan Tuhan. Janganlah mengabaikan kesempatan ini. (ap)

  1. Adakah kasih Tuhan yang pernah anda tolak karena kesom-bongan pribadi anda?
  2. Pernahkah pertobatan diri anda mendorong orang lain juga turut bertobat dari dosa-dosanya?

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
   
30 31      
  SESUDAH RABU ABU
 
Sabtu, 8 Maret 2014

BAPAMU MELIHAT YANG TERSEMBUNYI
DAN AKAN MEMBALAS KEPADAMU

   
   
   
 
Yes 58:9b-14 | Mzm 86:1-6 | Luk 5:27-32

 

Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap (Yes 58:9b-14)

Beginilah firman Tuhan Allah, "Apabila engkau tidak lagi mengenakkan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu. Engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan, Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebut 'yang memperbaiki tembol yang tembus', 'yang membetulkan jalan', supaya tempat itu dapat dihuni. Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudusKu, apabila engkau menebut hari Sabat sebagai "Hari Kenikmatan" dan hari kudus Tuhan sebagai "Hari Yang Mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu sendiri, atau berkata omong kosong; maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan. Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan. Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhan lah yang mengatakannya."

Mazmur Tanggapan (Mzm 86:1-6; R: 11a)

Ref: Tunjukkanlah kepadaku jalanMu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaranMu.

  1. Sendengkanlah telingaMu, ya Tuhan, jawablah aku, sebab sengsara dan miskinlah aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi. Selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.
  2. Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepadaMu lah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hambaMu bersukacita sebab kepadaMu lah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
  3. Sebab, ya Tuhan, Engkau sungguh baik dan suka mengampuni, kasih setiaMu berlimpah bagi semua orang yang berseru kepadaMu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya Tuhan, dan perhatikanlah suara permohonanku.

Aku datang bukan untuk memanggil orang benar tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat (Luk 5:27-32)

Sekali peristiwa Yesus melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Lalu Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Yesus di rumahnya. Sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain ikut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit! Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge