Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Tuhan menghakimi kita menurut apa yang kita lakukan bagi sesama

KETIKA Martin Luther memulai gerakan reformasi melawan kekuasaan Gereja Roma, ia menekankan satu ajaran yang dikenal sebagai "Sola Fide", hanya iman yang menyelamatkan seseorang. Dalam doktrin tersebut, seseorang dibenarkan oleh rahmat Tuhan semata-mata karena iman. Pada sisi lain, perbuatan tidak menentukan apapun. Dengan demikian, dapatlah orang sampai ke konsepsi spiritual yang salah, yakni bahwa seseorang dapat saja terus berdosa, namun karena ia memiliki iman, ia sepenuhnya akan diselamatkan oleh Kristus.

Banyak orang suka berargumentasi, apakah iman saja (sola fide) yang menyelamatkan atau diperlukan perbuatan yang benar untuk bisa masuk Kerajaan Surga. Firman Tuhan tentang penghakiman terakhir menjawabi semuanya. “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku”, demikian kata Yesus (Mat 25:40). Pesan Kristus ini dikemudian hari ditegaskan lagi oleh St. Yakobus, dengan mengatakan, “Seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan adalah mati” (Yak 2:26). Dengan demikian, iman dan perbuatan ada dalam satu kesatuan integral, satu tak dapat dilepaskan dari yang lain.

St. Benediktus merumuskan keseimbangan antara iman dan perbuatan itu dengan semboyan terkenal: Ora et Labora, berdoalah dan bekerjalah. Iman memberi inspirasi bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan yang baik dan berguna bagi banyak orang. Pada sisi lain, pekerjaan-pekerjaan merupakan penjabaran langsung dari iman kepada Tuhan. Pesannya bagi kita ialah: Jika kata-kata Yesus begitu jelas, disertai penegasan oleh Yakobus, mengapa kita masih ragu-ragu? Kembalilah kepada Tuhan dan GerejaNya.(ap)

  1. 1. Belajarlah terbuka pada kehendak Tuhan, sebab hanya di dalam diriNya kita menemukan sandaran abadi.
    2. Lakukanlah yang baik di mata Tuhan sesuai InjilNya

(c) 2014 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
   
30 31      
  PEKAN PERTAMA
 
Senin, 10 Maret 2014

MANUSIA HIDUP BUKAN DARI ROTI SAJA MELAINKAN DARI FIRMAN TUHAN

   
   
   
 
Im 19:1-2.11-18 | Mzm 19:8-10.15 | Mat 25:31-46

 

Engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran (Im 9:1-2.11-18)

Tuhan berfirman kepada Musa, "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel, dan katakanlah kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, Tuhan Allahmu, kudus. Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong, dan janganlah berdusta seorang kepada sesamanya. Janganlah kamu bersumpah dusta demi namaKu, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu. Akulah Tuhan.
Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah merampas. Janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya. Janganlah kaukutuki orang tuli, dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan. Engkau harus takut akan Allahmu. Akulah Tuhan.
Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan. Janganlah membela orang kecil secara tidak wajar, dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili sesamamu dengan kebenaran. Janganlah engkau pergi kian kemari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu. Janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia. Akulah Tuhan.
Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hati, tetapi engkau harus berterus terang menegur sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Akulah Tuhan."

Mazmur Tanggapan (Mzm 19:8-10.15; R: Yoh 6:68b)

Ref: SabdaMu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan.

  1. Taurat Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang bersahaja.
  2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati. Perintah Tuhan itu murni, membuat mata ceria.
  3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap ada untuk selamanya. Hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.
  4. Mudah-mudahan Engkau sudi mendengarkan ucapan mulutku dan berkenan akan renungan hatiku, ya Tuhan, Gunung Batu dan Penebusku.

Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Mat 25:31-46)

Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat datang bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas tahta kemuliaanNya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapanNya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang daripada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kananNya, dan kambing-kambing di sebelah kiriNya. Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepadaNya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau seba-gai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang disebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan bertanya kepadaNya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepada-mu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge