Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Dengarkanlah firman Tuhan, peliharalah karuniaNya dan ikutilah jalan Kristus !

KEHADIRAN dua tokoh besar dalam Perjanjian Lama ketika peristiwa itu terjadi memberi rantai penghubung yang kokoh dengan diri Yesus Kristus. Moses yang menerima wahyu Tuhan di Gunung Sinai tidak menyadari kalau kulitnya bersinar-sinar yang membuat Harun bersama orang-orang Israel takut melihatnya (Kel 34:29-30). Elia, nabi Perjanjian Lama yang populer, bertemu dengan Tuhan di Gunung Horeb (1 Raj 19:9-12) dan kemudian diangkat Tuhan ke dalam kemuliaan surgawi dalam kereta api (2 Raj 2:11). Kedua tokoh ini sekarang ada bersama Yesus yang berubah rupa, berbicara dengan dia tentang perjalananNya ke Yerusalem (Luk 9:32). Di sini terlihat posisi Yesus sebagai pemenuh janji keselamatan yang telah direncanakan Tuhan selama berabad-abad. Moses adalah tokoh yang memimpin orang-orang Israel keluar dari Mesir, Elia adalah nabi yang menegakkan iman umat Israel di tengah kebimbangan mereka karena masuknya kepercayaan-kepercayaan pada banyak dewa dan berhala. Dengan demikian kita menemukan tiga pesan dasariah: (a) mendengar dan mengikuti Tuhan dalam diri Moses, (b) teguh memelihara hukum-hukum Tuhan dan mengabaikan kepercayaan yang tak benar dalam diri Elia, dan (c) pemenuhan keselamatan manusia dalam diri Yesus Kritus.

Merenungkan peristiwa Yesus berubah rupa perlu dilakukan dalam terang tiga tema ini. Pertama-tama, sebagai umat Kristiani, kita perlu membuka diri dan rela mendengar serta mengikuti Jalan Tuhan seperti yang dilakukan oleh Moses. Tuhan menghendaki agar kita menjadi utusanNya dalam profesi dan karya kita masing-masing. Mari kita menanggapinya dengan tepat. Kedua, seperti Elia, kita perlu tekun memelihara karunia iman yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Jalan hidup kita harus lurus dan sesuai dengan Firman Tuhan. Konsisten memelihara tingkah laku kita membutuhkan perjuangan, tetapi bukan tidak mungkin. Ketiga, mengingat puncak keselamatan ada dalam diri Yesus, hidup kita harus bersumber, berpusat dan bergerak menuju Kristus. Tingkah laku dan tutur kata kita harus sejalan dengan ajaran Kristus, karena dengan jalan itu kita bisa membantu Kristus mewujudkan pemenuhan keselamatanNya di jaman ini. Pola hidup kita yang baik dan benar akan membantu menarik orang kepada Kristus. Kalau itu terjadi, tugas Kristus ter-wujud melalui diri kita. Siapkah anda? Berdoalah kepada Tuhan memohon peneranganNya. (ap)

  1. Renungkanlah kembali pengalaman anda: Bagaimana cara Tuhan memanggil dan meng-utus dirimu sebagai orang Kristiani?
  2. Dengan cara apa anda memelihara karunia Tuhan itu dan mewujudkannya?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
   
30 31      
  PEKAN KEDUA
 
Minggu, 16 Maret 2014

INILAH ANAKKU YANG KUKASIHI,
KEPADANYA AKU BERKENAN

   
   
   
 
Kej 12:1-4a | Mzm 33:4-5.18-20.22 | 2 Tim 1:8b-10 | Mat 17:1-9

 

Panggilan Abraham, bapa umat Allah (Kej 12:1-4a)

Di negeri Haran, Tuhan berfirman kepada Abram, “Tinggalkanlah negerimu, sanak saudaramu dan rumah bapamu ini, dan pergilah ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu. Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu termasyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan akan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau. Dan, segala kaum di muka bumi akan menerima berkat karena engkau.” Maka, berangkatlah Abram sesuai dengan Sabda Tuhan.

Mazmur Tanggapan (Mzm 33:4-5.18-20.22; R: 22)

Ref: Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasihMu tak terhingga.

  1. Firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakanNya dengan kesetiaan. Ia senang pada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setiaNya.
  2. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa, kepada mereka yang berharap akan kasih setiaNya. Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut dan memelihara jiwa mereka dari maut.
  3. Jiwa kita menanti-nantikan Tuhan, Dialah Penolong dan perisai kita, kasih setiaMu ya Tuhan, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepadaMu.

Allah memanggil kita dan mendatangkan hidup (2 Tim 1:8b-10)

Saudaraku terkasih, berkat kekuatan Allah, ikutlah menderita bagi Injil Kristus! Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karuniaNya sendiri. Semua ini telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman, dan semua itu sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juru Selamat kita Yesus Kristus. Dengan InjilNya, Kristus telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.

 

WajahNya bercahaya seperti matahari (Mat 17:1-9)

Sekali peristiwa, Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama mereka Ia naik ke gunung yang tinggi. Di situ, mereka sendirian saja. Lalu, Yesus berubah rupa di depan mata mereka: WajahNya bercahaya seperti matahari, dan pakaianNya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka, tampak kepada mereka, Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau biarlah kudirikan di tempat ini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”
Sementara Petrus berkata begitu, tiba-tiba turunlah awan yang terang menaungi mereka, dan dari dalam awan itu terdengarlah suara yang berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia!” Mendengar itu tersungkurlah murid-murid Yesus dan mereka sangat ketakutan. Lalu, Yesus datang kepada mereka. Ia menyentuh mereka sambil berkata, “Berdirilah, jangan takut!” Dan ketika mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri.
Pada waktu mereka turun dari gunung, Yesus berpesan kepada mereka, “Jangan kamu ceritakan penglihatan itu kepada seorang pun, sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”

 



HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge