Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Jadilah tuan atas dirimu! Jangan menjadi hamba bagi nafsumu sendiri!

"TUHAN saja bisa digoda iblis, apalagi kita manusia!" Kalimat ini sering saya dengar dari sejumlah orang yang saya koreksi karena jatuh ke dalam dosa. Ucapan itu menjadi pembenar atas kesalahan yang telah dilakukan. Tetapi yang dilupakan ialah, bahwa melalui perjuangan batin, Yesus akhirnya mengalahkan percobaan tersebut dan kegelapan pun mundur dari padaNya, sementara banyak orang membiarkan diri dikuasai kegelapan karena melakukan pembenaran atas kesalahannya dengan dalih di atas.

Mengapa iblis bisa mencobai Yesus? Bukankah Ia Putera Allah? Betul demikian, tetapi di dalam diri Yesus ada dimensi manusiawi yang dilengkapi dengan aneka keinginan manusiawi. Iblis dengan cermat memanfaatkan keinginan-keinginan yang berkaitan dengan tiga kebutuhan manusia, yakni kebutuhan indrawi (roti), kebutuhan akan kekuasaan (kerajaan), dan kebutuhan akan pengakuan dari orang lain (terjun dair bubungan bait Allah).. Dengan kata lain, iblis menerobos pertahanan manusia Yesus dan menciptakan “kerekanan” dengan keinginan manusiawi itu. Karena itu, apa yang dihadapi Yesus bukan semata-mata sebuah kekuatan dari luar yang menyerang diriNya, tetapi justru perjuangan di dalam diri. Yesus menang karena Dia menjadi tuan atas diriNya. Ia mengendalikan semua keinginan manusiawi itu, sehingga iblis tidak dapat menggunakan aliansi yang coba dibangunnya tersebut.

Realitas cobaan di atas akan selalu menjadi bagian dari hidup kita. Seperti Yesus, kitapun sering tidak menyadari, kalau nafsu pribadi kita dapat menjadi rekan iblis yang paling mematikan, karena ketika kita tak mampu mengendalikan diri, iblis yang akan memegang kendali dan menghantar kita pada kehancuran jiwa karena dosa yang kita lakukan. Waspadalah dan jangan beri kesempatan bagi kegelapan untuk menguasai dirimu. Kita adalah tuan atas diri kita. (ap)

  1. Ingat kembali kelemahan-kelemahan yang dengan mudah menyebabkan anda bedosa di hadapan Tuhan.
  2. Sejauh mana anda membuat niat un-tuk lebih mengendalikan diri?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
   
30 31      
  PEKAN PERTAMA
 
Minggu, 9 Maret 2014

MANUSIA HIDUP BUKAN DARI ROTI SAJA MELAINKAN DARI FIRMAN TUHAN

   
   
   
 
Kej 2:7-9; 3:1-7 | Mzm 51:3-6a.12-14.17 | Rm 5:12.17-19 | Mat 4:1-11

 

Ciptaan pertama dan dosa asal (Kej 2:7-9; 3:1-7)

Ketika Tuhan Allah menjadikan langit dan bumi, Ia membentuk manusia dari debu tanah dan menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya. Demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; di situlah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu. Lalu Tuhan Allah menumbuhkan berbagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; di tengah-tengah taman itu ia menumbuh-kan pohon kehidupan, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan, ular adalah binatang yang paling cerdik. Ular itu berkata kepada perempuan yang telah diciptakan Tuhan, “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon di taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Sahut perempuan itu kepada ular, “Buah pohon-pohon dalam taman ini boleh kami makan. Tetapi buah pohon yang ada di tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun kamu raba buah itu, nanti kamu mati.” Tetapi ular itu berkata kepaa perempuan itu, “Sekali-kali kamu tidak akan mati! Tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya mata-mu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena mem-beri pengertian. Maka ia mengambil dari buahnya itu lalu dimakan dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya itu memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang. Lalu mereka me-nyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Mazmur Tanggapan (Mzm 51:3-6a.12-14.17; R: 3a)

Ref: Kasihanilah aku, ya Tuhan. Kau lah pengampun yang rahim, dan belas kasihMu tak terhingga.

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu menurut besarnya rahmatMu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.
  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau sendiri aku berdosa, yang jahat dalam pandanganMu kulakukan.
  3. Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapanMu dan janganlah mengambil RohMu yang kudus dari padaku.
  4. Berilah aku sukacita karena keselamatanMu dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku mewartakan pujian kepadaMu.

Di mana pelanggaran bertambah banyak, di sana karunia menjadi berlimpah-limpah
(Rom 5:12.17-19)

Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu masuklah juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada smeua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. Tetapi jika oleh dosa satu orang maut telah berkuasa, lebih benarlah yang terjadi atas mereka yang telah menerima limpahan kasih karunia dari anugerah kebenaran; mereka yang hidup dan berkuasa oleh karena satu orang, yaitu Yesus Kristus. Sebab itu, seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang ber-dosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang, semua orang menjadi orang benar.

 

Yesus berpuasa selama empat puluh hari dan dicobai Iblis (Mat 4:1-11)

Sekali peristiwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun supaya dicobai oleh Iblis. Setelah berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yeus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepadaNya, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab, “Ada tertulis: manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah.” Kemudian Iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan bait Allah. Lalu Iblis berkata kepadaNya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diriMu ke bawah, sebab ada tertulis: mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikatNya, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya supaya kakiMu jangan terantuk pada batu.” Yesus menjawab kepadanya, “Ada tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu.” Lalu Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi, dan memperlihatkan kepadaNya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. Iblis berkata kepadaNya, “Semua itu akan kuberikan kepadaMu jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka Yesus berkata kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau harus berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Yesus, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Dia.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge