Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
 
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Maret 2014
  MASA PRAPASKAH
   
Peranan di belakang layar sering kurang dihargai, namun Yosef telah menjadi teladan bagi semua umat beriman!

DIBANDINGKAN dengan tokoh-tokoh Kitab Suci lain, Yoseph termasuk yang paling sedikit ditampilkan. Padahal, ia menjadi pendamping Maria membesarkan Yesus di masa-masa awal Sang Mesias tampil ke dalam sejarah manusia. Dari catatan Injil Matius, kita menemukan gambaran diri Yoseph sebagai pribadi yang tulus hati. Ketulusan itu merupakan buah dari iman yang dalam dari pribadi yang begitu setia pada kehendak Tuhan. Beberapa kali Tuhan mewahyukan diri dalam mimpi kepadanya yang langsung dia tanggapi tanpa kebimbangan (bdk. Mat 1:20; 2:13.20). Bagi orang lain, mimpi mungkin sekedar bunga tidur, tetapi bagi Yoseph, pewahyuan itu adalah perintah yang tak bisa ditolak. Apa yang melandasi tindakan yang sedemikian berani? Hanya satu kata, yakni iman yang kokoh pada penyelenggaraan Ilahi.

Keteguhan iman yang membuahkan hati yang tulus ikhlas memungkinkan Yoseph siap menanggung karya yang dibebankan Tuhan ke atas dirinya. Sebagai pria normal, ia tetap siap membesarkan Yesus yang bukan anak kandungnya. Di bawah bimbingan tangannya, Yesus bertumbuh dalam persiapan menuju karya besar yang disiapkan Tuhan. Tidak tercatat dalam Injil, namun saya yakin, kalau peranan Yoseph di dalam pendidikan masa kana-kanak Yesus memainkan peranan yang besar.

Di jaman modern sekarang ini, iman yang teguh pada Tuhan semakin menipis. Akibatnya komitmen kita pada kehendak Tuhan juga meluntur. Sikap tidak setia pada kehendak Tuhan akan menumbuhkan sikap tidak setia pada sesama manusia. Maka merosotlah moral masyarakat dengan segala konsekuensinya. Pada hari raya Santo Yoseph ini, mari kita belajar dari keteguhan imannya. (ap)

  1. Refleksikan dan temukan model iman yang anda miliki.
  2. Sejauh mana anda berusaha meneguhkan iman dari waktu ke waktu, sehingga selalu sesuai dengan kehendak Tuhan?

(c) 2014 aurelius pati soge


REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
   
30 31      
  HARI RAYA SANTO YOSEPH
 
Rabu, 19 Maret 2014

INILAH ANAKKU YANG KUKASIHI,
KEPADANYA AKU BERKENAN

   
   
   
 
2 Sam 7:4-5a.12-14a.16 | Mzm 88:2-5.27.29 | Rm 4:13.16-18.22 | Luk 2:41-51a

 

Tuhan Allah memberikan kepada Dia Tahta Daud bapaNya (2 Sam 7:4-5a.12-14a.16)

Pada suatu malam datanglah firman Tuhan kepada Natan, "Pergilah, katakanlah kepada hambaKu Daud. Beginilah firman Tuhan: Apabila umurmu sudah genap, dan engkau telah mendapat istirahat bersama nenek moyangmu, Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan Aku akan mengokohkan tahta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapany dan ia akan menjadi anakKu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapanKu, tahtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

Mazmur Tanggapan (Mzm 89:2-5.27.29; R: 37)

Ref: Anak cucunya akan lestari untuk selama-lamanya.

  1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaanMu turun temurun. Sebab kasih setiaMu dibangun untuk selama-lamanya. KesetiaanMu tegak seperti langit.
  2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihanKu. Aku telah bersumpah kepada Daud, hambaKu: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun tahtamu turun-temurun."
  3. Dia pun akan berseru kepadaKu, "Bapakkulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setiaKu bagi dia, dan perjanjianKu dengannya akan Kupegang teguh.

Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, Abraham toh berharap dan percaya (Rm 4:13.16-18.22)

Saudara-saudara, bukan karena hukum Taurat Abraham dan keturunannya diberi janji, bahwa mereka akan memiliki dunia tetapi karena kebenaran atas dasar iman. Kebenaran yang berdasarkan iman itu merupakan kasih karunia belaka. Maka janji kepada Abraham itu berlaku bagi semua keturunannya, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab di hadapan Allah Abraham adalah bapa kita semua, seperti ada tertulis, "Engkau telah kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa." Kepada Allah itulah Abraham percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang dengan firmanNya menciptakan yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, Abraham toh berharap dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, sebab Allah telah berfirman kepadanya, "Begitu banyaklah nanti keturunanmu." Dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

 

Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan (Mat 1:16.18-21.24a)

Menurut silsilah Yesus Kristus, Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Sebelum Kristus lahir, Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf. Ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud mencerai-kannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang di-perintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge