Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 31
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Selasa, 1 November 2016
  Hari Raya Semua Orang Kudus
 

HARI INI TELAH TURUN KESELAMATAN ATAS RUMAH INI, KARENA ANAK MANUSIA MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG

 
 
 
Why 7:2-4.9-14 | Mzm 24:1-4ab.5-6; R.6 | 1 Yoh 3:1-3 | Mat 5:1-12

Aku melihat satu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya. Mereka terdiri dari segala suku dan bangsa, kaum dan bahasa (Why 7:2-4.9-14)

Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka.” Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu, seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua keturunan Israel.
Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala suku dan bangsa, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di takhta, dan bagi Anak Domba.” Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada di sekitar takhta itu, mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, “Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!”
Seorang di antara tua-tua itu berkata kepadaku, “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” Maka kataku kepadanya, “Tuanku, Tuan mengetahuinya!” Lalu ia berkata kepadaku, “Mereka adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar. Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”

 

PENDERITAAN para martir itu sangat berat, dianiaya dan dibunuh, bahkan dengan cara-cara yang paling kejam. Penderitaan saksi iman itu juga berat, ditolak ketika menyuarakan kebenaran Sabda Tuhan kepada orang-orang yang tidak mengindahkannya. Tetapi mengapa orang-orang itu begitu setia? Wahyu Yohanes memberi kita sebuah alasan. "Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu" (Why 21:4), karena kini mereka sedang menikmati "perjamuan perkawinan Anak Domba" (Why 19:9). Inilah gambaran mahkota surgawi orang kudus yang setia pada salib Kristus dan menanggungnya dengan sabar. Hanya orang yang setia yang berhak memakai mahkota itu.

Mengawali karya pelayananNya, Yesus berkotbah di bukit dengan diawali oleh Sabda Bahagia. Hakekat kebahagiaan bukan ada pada hidup mudah dan mewah, tetapi pada pengendalian diri agar berada di jalan kebenaran. Jika ini dijadikan iklan sebuah produk surgawi, jelas tidak menarik minat orang- orang yang ingin menikmati dunia, tetapi dari waktu ke waktu Yesus terus menegaskan salib sebagai jalan menuju kesempurnaan hakekat diri manusia. Di batas salib itulah manusia menanggalkan kelemahan diri dan mengambil bagian dalam kemuliaan kekal. Pengalaman tentang Kristus di dunia mencapai penyempurnaannya di sini, karena manusia melihat Kristus yang sebenarnya, seperti yang digambarkan oleh Yohanes (1 Yoh 3:2). Mata surgawi yang terbuka melihat Yesus, menghantar semua orang yang setia ke dalam "himpunan besar yang tak terhitung jumlahnya, dari berbagai suku, bangsa, kaum dan bahasa, berdiri di depan tahta dan di hadapan Anak Domba, memakai pakaian putih dan memegang daun-daun palem" (Why 7:9). Jubah mereka itu putih karena dibasuh oleh darah Anak Domba (Why 7:14), menyambut Anak Domba dengan palem di tangan. Kemuliaan dan salib tak bisa dipisahkan.

Hari raya semua orang kudus mengingatkan kita akan tujuan akhir hidup sebagai orang Kristiani. Dengan mengimani Kristus, kita ingin mengambil bagian dalam keselamatan kekal yang direnanakan Bapa. Untuk itu kita mau mengikuti Yesus di jalan salib-Nya, dan ikut serta membangun dan memelihara Kerajaan Allah di dunia di bawah tuntunan Roh Kudus. Dengan sadar kita hendak menyatukan seluruh hidup dan pelayanan kita dengan salib Kristus, sehingga kasih dan pengorbanan Kristus mengalirkan rahmat bagi semua orang yang ada di sekitar kita. Bersama orang-orang kudus, kita membentuk persekutuan umat Allah yang berhimpun di seputar altar Perjamuan Anak Domba, asal dan tujuan hidup kita. Semua ini mari kita jalankan dengan penuh kesadaran, bahwa Dia yang memberi kita salib hidup, tidak akan meletakkan salib yang tak sanggup kita panggul, karena salib-Nya itu adalah salib kasih yang membawa sukacita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga berkat doa orang-orang kudus, kami lebih berani dan setia memikul tugas pewartaan kami. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 24:1-6; R: 6)

Ref: Inilah angkatan orang-orang yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagad dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempatNya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.
  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, Penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajahMu, ya Allah Yakub.
 

Kita melihat Kristus dalam keadaanNya yang sebenarnya (1 Yoh 3:1-3)

Saudara-saudara terkasih, lihatlah betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepadaNya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

 

Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga (Mat 5:1-12a)

Sekali peristiwa, ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-muridNya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kataNya, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berduka cita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan begembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge