Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 33
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Selasa, 15 November 2016
  St. Albertus Agung, uskup dan pujangga gereja
 

TAK SEHELAIPUN DARI RAMBUT KEPALAMU AKAN HILANG, KALAU KAMU TETAP BERTAHAN KAMU AKAN MEMPEROLEH HIDUPMU

 
 
 
Why 3:1-6.14-22 | Mzm 15:2-5 | Luk 19:1-10

Jika ada orang yang membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan makan bersama dengan dia (Why 3:1-6.14-22)

Aku Yohanes, mendengar Tuhan bersabda kepadaku, “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu. Aku tahu segala pekerjaanmu. Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal, yang sudah hampir mati. Sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jika engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya. Mereka akan berjalan dengan Daku dalam pakaian putih, karena mereka layak untuk itu. Barangsiapa menang, ia akan diberi pakaian putih seperti itu. Aku tidak akan menghapus namanya dari Kitab Kehidupan, tetapi akan Kuakui namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”
“Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, yaitu saksi yang setia dan benar, permulaan ciptaan Allah. Aku tahu segala pekerjaanmu. Engkau tidak dingin dan tidak panas! Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, maka aku akan memuntahkan dikau dari mulut-Ku. Karena engkau berkata, ‘Aku kaya dan aku telah memperkaya diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa’; dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat dan malang, miskin dan buta telanjang. Maka Aku menasehati engkau, supaya engkau membeli daripada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya; dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan, dan lagi minyak untuk melumasi matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegur dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihatlah, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk. Jika ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan makan bersama dengan dia, dan ia bersama dengan Daku. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama dengan Daku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

 

SANTO ALBERTUS AGUNG, seorang yang saleh, yang menggunakan kemampuan intelektualnya untuk mengajar dan membela ajaran iman Gereja. Sebagai imam biarawan Dominikan (OP), Albertus menjadi guru besar di Universitas Koln (Jerman) dan kemudian Universitas Paris, tempat ia menulis banyak buku yang membuatnya terkenal. Para mahasiswanya sangat menghargainya, termasuk Tomas Aquinas, filsuf dan teolog besar Gereja. Albertus diangkat menjadi Uskup Regensburg. Di masa pensiun, Albertus tetap mempersembahkan talentanya membela ajaran gereja. Kunci kekuatannya ternyata ada pada devosi kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus, yang membentuknya menjadi pribadi yang rendah hati. Kerendahan hati inilah kunci keberhasilannya dalam menata keuskupan dan mengajar umat Allah tentang iman.

Kerendahan hati merupakan tema Injil yang populer dan selalu ditekankan Yesus. Ia sendiri memberi teladan kerendahan hati tersebut, seperti bergaul dengan orang-orang yang dikucilkan karena dianggap berdosa. Dalam lawatannya ke Yerikho, IA menginap di rumah Zakheus, pemungut cukai yang kaya. Dalam kisah ini kita melihat dua kerendahan hati yang bertaut dan melahirkan kesaksian iman. Pertama, Zakheus berusaha rendah hati, menanggalkan gensi sebagai orang kaya, memanjat pohon untuk melihat Yesus. Keinginan ini sudah merupakan pintu bagi rahmat Tuhan. Yesus pun menunjukkan kerendahan hatinya dengan menginap di rumah Zakheus, si pendosa. Hasilnya, Zakheus bertobat, membaharui hidup, dihargai Yesus dan menjadi model pertobatan orang beriman.

Kerendahan hati itu ternyata kualitas pribadi yang selalu dihargai kapan dan di manapun. Pemimpin lalim ditaati karena takut, pemimpin yang rendah hati ditaati karena cinta. Imam yang otoriter didengar karena jabatannya, imam yang rendah hati didengar karena penghargaan. Analogi yang sama dapat dideretkan bagi hidup keluarga, bagaimana seorang bapa atau ibu dan anak-anak bersikap rendah hati. Jika orang seperti Albertus Magnus pun merasa, bahwa pribadinya disempurnakan dalam kerendahan hati, tak ada alasan bagi kita untuk tidak bersikap rendah hati. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, kiranya Engkau rela "menginap" di rumah kami, karena Engkau melihat kerendahan hati kami bertumbuh. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 15:2-5; R: Why 3:21)

Ref: Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama Daku di atas takhta-Ku.

  1. Yaitu orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya; yang tidak menyebar fitnah dengan lidahnya.
  2. Yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang akwa.
  3. Yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.
 

Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk 19:1-10)

Yesus memasuki kota Yerikho dan berjalan melintasi kota itu. Di situ ada seorang kepala pemungut cukai yang amat kaya, bernama Zakheus. Ia berusaha melihat orang apakah Yesus itu, tetapi tidak berhasil karena orang banyak dan ia berbadan pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat phon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata, “Zakheus, segeralah turun. Hari ini aku mau menumpang di rumahmu.” Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya, “Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, “Tuhan, separuh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang, akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya, “Hari ini terjadilah keselamatan atas rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Anak Manusia memang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”


HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge