Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 32
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Kamis, 10 November 2016
  St. Leo Agung, paus dan pujangga gereja
 

ALLAH ABRAHAM, ALLAH ISHAK DAN ALLAH YAKUB ADALAH ALLAH YANG HIDUP, SEBAB DI HADAPAN DIA SEMUA ORANG HIDUP

 
 
 
Flm 7-20 | Mzm 146:7-10 | Luk 17:20-25

Terimalah dia kembali, bukan lagi sebagai budak, melainkan sebagai saudara terkasih (Flm 7-20)

Saudara terkasih, aku sudah memperoleh kegembiraan besar dan kekuatan karena kasihmu, sebab engkau telah menghibur hati orang-orang kudus. Karena itu, sekalipun dalam Kristus aku bebas memerintahkan kepadamu apa yang harus engkau lakukan, namun mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya kepadamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua dan kini dipenjarakan demi Kristus Yesus, mengajukan permintaan kepadamu mengenai anak yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus. Dahulu dia memang tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Dia, buah hatiku itu, kusuruh kembali kepadamu. Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu, untuk melayani aku selama aku dipenjarakan demi Injil, tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu kau lakukan, bukan karena terpaksa melainkan dengan suka rela. Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak daripadamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selamanya, bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari itu, yaitu sebagai saudara terkasih. Bagiku ia sudah saudara, apalagi bagimu, baik secara manusiawi maupun dalam Tuhan. Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri. Dan kalau dia sudah merugikan dikau ataupun berutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku. Aku Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya; untuk tidak mengatakan: Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu, karena engkau berhutang padaku, yakni dirimu sendiri. Ya, saudaraku, semoga engkau berguna bagiku di dalam Tuhan: Hiburlah hatiku di dalam Kristus.

 

AKHIRNYA pria itu bersama keluarganya menemukan rumah sejati, setelah melewati proses peziarahan yang panjang. Di mana-mana ia bertemu dengan Kristus, mewartakan Kristus, meyakinkan orang tentang Kristus. Namun perjalanannya itu menemukan titik puncak dalam persekutuan umat yang berkeliling di seputar altar Anak Domba. Rumah itu adalah Ekaristi Kudus. Itulah kisah ziarah iman pasangan suami isteri, Scott dan Kimberley Hahn, yang menemukan Gereja Katolik sebagai pelabuhan yang benar di ujung pencariannya. Kisah yang menggetarkan itu ditulis dalam kemasan yang bagus, dengan judul Rome Sweet Home (Malang: Dioma, 1998). Tentu saja Kerajaan Allah lebih besar dan lebih luas daripada Gereja Katolik Roma, namun keberanian untuk memutuskan pelabuhan terakhir ini membahasakan harapan umat yang mencari terang sejati. Kalau orang sungguh berusaha, Tuhan sendiri menunjukkan jalan.

Di mana-mana kita bertemu dengan pewarta Firman Tuhan, lengkap dengan aneka atribut penarik perhatian orang. Ada penginjil yang bahkan terang- terangan menyerang gereja lain untuk menarik pengikut. Ada pula yang mendatangi rumah demi rumah dan menolak pergi kalau tuan rumah tidak senang dengan kehadiran mereka. Dan semua yakin dirinya yang benar. Ini sesungguhnya bentuk konkrit peringatan Yesus, "Lihat dia ada di sana! Lihat, dia ada di sini. Tetapi janganlah kalian pergi ke situ dan janganlah kalian ikut." Ketika seseorang memanipulasi tanggung jawabnya sebagai pewarta iman, ia tidak lagi mewartakan Kerajaan Allah melainkan agenda dirinya sendiri. Ia tidak layak didengar, apalagi diikuti.

Ada banyak organisasi yang dibentuk untuk dan atas nama iman Kristiani, tetapi di antaranya banyak yang berkarakter dan bertindak tidak sejalan dengan nilai-nilai Kristiani. Padahal tuntutan iman Kristiani itu tidak sulit. Jujurlah dalam kata dan perbuatan; sebarkan kebenaran, keadilan dan perdamaian; mengampuni musuh dan berdoa bagi pembenci diri; mem- bangun kebersamaan dengan tulus, dan aneka kebajikan lain yang bisa dideretkan. Kerajaan Allah hadir di tengah kita itu bukan hal yang ruwet. Ingat kata-kata Yesus, "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, di situ Aku berada di tengah mereka" (Mat 18:20). Bukankah di mana Kristus berada, kerajaan-Nya pun berada? (ap)

Tuhan Yesus Kristus, ingatkanlah kami selalu, bahwa Engkau berada di tengah kami dan melindungi kami sepanjang waktu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 146:7-10; R: 5a)

Ref: Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong.

  1. Dialah yang menegakkan keadilan bagi orang yang diperas, dan memberi roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.
  2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menengakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.
  3. Anak yatim dan janda ditegakkannya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun-temurun!
 

Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu (Luk 17:20-25)

Sekali peristiwa orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, kapan Kerajaan Allah datang. Yesus menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Tidak dapat dikatakan, ‘Lihat, ia ada di sini’, atau ‘ia ada di sana.’ Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu.” Yesus berkata kepada para murid, “Akan datang waktunya kalian ingin melihat salah satu hari Anak Manusia itu. Tetapi kalian tidak akan melihatnya. Orang akan berkata kepadamu, ‘Lihat dia ada di sana! Lihat, dia ada di sini! Tetapi jangan kalian pergi ke situ, jangan kalian ikut. Sebab seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pula halnya dengan Anak Manusia, pada hari kedatangan-Nya kelak. Tetapi Ia harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge