Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 34
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Minggu, 20 November 2016
  Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam
 

AKU BERKATA KEPADAMU, SESUNGGUHNYA
HARI INI JUGA ENGKAU AKAN ADA BERSAMA-
SAMA DENGAN DAKU DI DALAM FIRDAUS

 
 
 
2 Sam 5:1-3 | Mzm 122:1-2.4-5; R.1 | Kol 1:12-20 | Luk 23:35-43

Mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel (2 Sam 5:1-3)

Sekali peristiwa, datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron. Mereka itu berkata, "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, yakni ketika Saul masih memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Lagipula Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel." Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron. Lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di sana, di hadapan Tuhan. Kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.

 

JOHN LENOX, seorang matematikus dan filsuf Katolik menjelaskan iman secara ilmiah, terutama dalam menghadapi para atheis yang menuntut bukti yang bisa diterima dalil ilmu pengetahuan. Dalam usahanya menjelaskan siapa Yesus dan peranannya di dalam sejarah keselamatan, ia mengingatkan kaum atheis, bahwa Yesus sendiri dihukum mati karena dituduh dan dinilai menghujat Allah. Yesus diadili dan dihukum mati karena konsisten mengeritik dan melawan ekslploitasi agama (Youtube, 35:08-36:58) untuk kepentingan golongan, khususnya para imam, ahli Taurat dan kaum Farisi. Ketika melihat kejahatan yang dilakukan orang beragama, kaum atheis langsung menolak iman secara keseluruhan. Yang seringkali dilupakan ialah, bahwa Kristus yang diimani orang Kristiani justru bersikap serupa, yakni melawan kejahatan atas nama kepercayaan kepada Tuhan. Justru karena itu kita menghormatinya.

Ketika Yesus bergantung di salib, IA masih tetap menghadapi perlawanan dari mereka yang menghukumnya. Mereka tahu, bahaya paling besar dari orang yang dihukum mati seperti itu ialah, ketika ia mampu membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Kesaksian seperti itu akan terus memberi pengaruh bagi orang yang tergugat nuraninya. Yesus bahkan juga diserang oleh penjahat yang dihukum mati bersamanya. Menghadapi perlawanan dua pihak ini, Yesus tidak memakai kuasaNya untuk membebaskan diri. Ia tetap bergantung di salib dan memenangkan satu jiwa, yakni penjahat yang bertobat. Namun sesungguhnya ini baru titik awal, karena sesudah satu jiwa itu akan menyusul jutaan jiwa lain yang mengakui diriNya sebagai raja dan penyelamat. Maka, Yesus di salib sesungguhnya sudah menjadi Raja dalam proses, menuju kemuliaan dalam Kerajaan-Nya.

Pada Hari Raya Kristus, Raja Semesa Alam, kita menutup perayaan tahun Kerahiman Ilahi, yang telah menjadi tahun refleksi mendalam atas peranan kita sebagai alat pewarta dan penyebar kerahiman Tuhan yang tak terbatas. Figur Tuhan yang murah hati dapat kita lihat dalam diri Kristus, Raja yang tersalib dalam bacaan hari ini, yang telah memindahkan kita umat-Nya yang berdosa ke dalam Kerajaan-Nya, sehingga kemuliaan Tahta Daud itu dipulihkan dalam Kerajaan Israel Baru. Kerajaan Baru ini ditegakkan bukan dengan kekuatan senjata, tetapi dengan kerahiman dan belas kasih Allah yang menerima dan menyelamatkan orang berdosa. Dari kerajaan ini akan terus mengalir kerahiman Tuhan yang menggarami dan menerangi seluruh bumi, dan kita menjadi alat-Nya. Itulah misi kita saat ini (ap)

Ya Yesus, Raja Kami, semoga pengorbanan diriMu selalu mendorong kami untuk turut serta membangun Kerajaan-Mu di dunia. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 122:1-2.4-5; R: lih. 1)

Ref: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita.

  1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
  2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalem lah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
 

Allah telah memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih (Kol 1:12-20)

Saudara-saudara, semoga kamu mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang membuat kamu layak mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam Kerajaan Terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih, di dalam Kristus itu lah kita memiliki penebusah kita, yaitu pengampunan dosa. Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Dia adalah yang sulung, yang lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana maupun kerajaan, baik pemerintah maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada mendahului segala seusatu, dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia lebih utama dalam segala sesuatu. Seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

 

Allah bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup (Luk 23:35-43)

Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek-Nya, "Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia benar-benar Mesias, orang yang dipilih Allah." Juga prajurit-prajurit mengolok-olok Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata, "Jika Engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!" Ada juga tulisan di atas kepala-Nya, "Inilah Raja Orang Yahudi."
Salah seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Yesus, katanya, "Bukankah Engkau Kristus? Selamatkanlah dirimu dan kami!" Tetapi penjahat yang seorang lagi menegur dia, katanya, "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah? Padahal engkau menerima hukuman yang sama! Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita. Tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah." Lalu ia berkata kepada Yesus, "Yesus, ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja!" Kata Yesus kepadanya, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama aku di dalam Firdaus."

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge