Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 34
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Sabtu, 27 November 2016
   
 

AKU BERKATA KEPADAMU, SESUNGGUHNYA HARI INI JUGA ENGKAU AKAN ADA BERSAMA-SAMA DENGAN DAKU DI DALAM FIRDAUS

 
 
 
Why 22:1-7 | Mzm 95:1-7 | Luk 21:34-36

Malam takkan ada lagi, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka (Why 21:34-36)

Aku, Yohanes, mendapat penglihatan sebagai berikut: Malaikat Tuhan menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan. Airnya jernih bagaikan kristal dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali. Dedaunan pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Maka takkan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan melihat wajah-Nya dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Malam takkan ada lagi di sana, dan mereka takkan memerlukan lagi cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Lalu Ia berkata kepadaku, “Semua perkataan ini tepat dan benar. Tuhan Allahlah yang memberi roh kepada para nabi dan telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Sungguh Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan nubuat kitab ini!”

 

PERISTIWA itu memalukan margaku. Ketika itu ada pesta pernikahan. Orang tua mempelai perempuan diudang sebagai tamu terhormat. Ternyata di pesta tersebut ayah mempelai tersebut mabuk dan membuat keonaran. Hampir saja terjadi perkelahian. Untung orang masih bersabar karena tahu itu ayah dari pengantin perempuan. Seorang pria yang menyaksikan hal itu diam-diam berjanji, tidak akan pernah mengundang yang mabuk itu. "Kami masih keluarga besar, tetapi perbuatannya ini memalukan", katanya. "Aku tak ingin ada kejadian memalukan seperti itu di acaraku."

"Jagalah dirimu, janganlah sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan dunia", kata Yesus. Mabuk itu membuat orang tak bisa berpikir normal. Akibatya, ia bisa bertindak di luar norma-norma kesopanan yang mengakibatkan hal-hal yang tidak baik. Tak ada orang yang mau menerima begitu saja alasan mabuk, karena dengan itu pribadi yang bersangkutan menunjukkan kualitas buruk pribadinya, yakni tak mampu mengendalikan diri. Siapa yang mau mempercayakan diri dan hidupnya kepada orang-orang yang tak mampu mengendalikan diri? Itulah penekanan Yesus, bahwa ketika seseorang tak mempunyai kendali diri, ia tak memperoleh kepercayaan dan pengakuan Tuhan.

Mengakhiri tahun liturgi, seruan berjaga-jaga ini terus digemakan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan. Di sini Tuhan memberikan kita satu cara, yakni mengendalikan diri dan tidak tenggelam dalam hawa nafsu. Oleh pengendalian diri, kita menjaga harga dan martabat diri sebagai makluk yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Tuhan. Tuhan sendiri begitu kudus dan mulia, rela berkorban demi keselamatan kita. Janganlah kita merendahkan korban diri Tuhan dengan menghina gambaran Tuhan, diri kita sendiri. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami mampu mengendalikan diri dengan lebih baik, sehingga selalu layak bagi kerajaanMu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 95:1-7; R: Why 21:20b)

Ref: Maranatha! Datanglah, ya Tuhan Yesus!

  1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorai bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.
  2. Sebab Tuhan adalah Allah yang besar, Raja Agung yang mengatasi segala dewata, lembah dan palung bumi ada di tangan-Nya, puncak-puncak gunung pun kepunyaan-Nya. Milik-Nyalah laut, Dia yang menjadikannya, milik-Nyalah daratan, tangan-Nyalah yang membentuknya.
  3. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
 

Berjaga-jagalah, agar kalian terluput dari malapetaka yang akan terjadi (Luk 21:34-36)

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jagalah dirimu, janganlah sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa, agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge