Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 33
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Kamis, 17 November 2016
  St. Elisabet dari Hungaria, biarawati
 

TAK SEHELAIPUN DARI RAMBUT KEPALAMU AKAN HILANG, KALAU KAMU TETAP BERTAHAN KAMU AKAN MEMPEROLEH HIDUPMU

 
 
 
Why 5:1-10 | Mzm 149:1-6a.9b | Luk 19:41-44

Anak Domba telah disembelih dan dengan darah-Nya telah menebus kita dari segala dosa (Why 5:1-10)

Aku, Yohanes, melihat seorang yang duduk di atas takhta di surga; dengan tangan kanan Dia memegang sebuah gulungan kitab. Kitab itu ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya, “Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?” Tetapi tak seorang pun di surga atau di bumi atau di bawah bumi yang dapat membuka gulungan kitab itu atau melihat sebelah dalamnya. Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak seorang pun dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku, “Jangan menangis! Sesungguhnya singa dari suku Yehuda, yaitu Tunas Daud, telah menang. Dialah yang dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.”
Maka aku melihat seekor Anak Domba berdiri di tengah-tengah takhta dan di tengah-tengah keempat makhluk serta orang tua-tua itu. Anak Domba itu kelihatan seperti telah disembelih. Ia bertanduk tujuh dan bermata tujuh. Itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat orang tua-tua di hadapan Anak Domba. Mereka masing-masing memegang sebuah kecapi, dan sebuah cawan emas penuh dengan kemenyan. Itulah doa orang-orang kudus. Dan mereka menyanyikan suatu lagu baru katanya, “Layaklah Engkau menerima gulungan kitab dan membuka ketujuh meterainya. Sebab Engkau telah disembelih, dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa. Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka sebagai raja akan memerintah di bumi.”

 

SINGA dari Suku Yehuda, demikian gelar untuk Anak Domba yang telah disembelih, yang kini diberi kuasa menerima gulungan kitab dan membuka ketujuh meterainya. Bagi orang yang mengerti Kitab Suci, istilah tokoh yang dirujuk sangat jelas, yakni Anak Daud, Yesus Kristus, yang telah menderita sengsara salib dan bangkit demi keselamatan umat manusia. Anak Domba itu disembelih bangsa-Nya sendiri, Yerusalem, yang hendak dikaruniai keselamatan, tetapi menolak untuk menerima keselamatan. Ia telah meratap, "Yerusalem, alangkah baiknya andaikan pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu." Yerusalem tegar pada jalannya yang salah, akhirnya tersingkir dari jalan keselamatan. Umat Allah, menyebar ke berbagai bangsa, membentuk iman yang kokoh dan menjadi saksi bagi bangsa-bangsa. Inilah perjalanan Gereja Kudus, umat Tuhan, yang telah dibasuh dan dimeterai dengan darah Anak Domba. Dialah yang kini berkuasa membuka tujuh meterai.

Kisah dari Wahyu Yohanes ini menantang untuk direnungkan secara lebih mendalam. Gereja Kudus yang diutus Tuhan untuk mewartakan Kabar Sukacita selalu ditantang oleh dunia yang merasa terganggu dengan aneka tawaran nilai iman dan moral yang dibawa umat Allah. Dunia lebih suka menikmati nilai-nilainya sendiri, memuaskan diri dengan semua kenikmatan yang bisa diraih, tidak penting apakah kepuasan itu membawanya menuju keselamatan atau kehancuran. Maka sesungguhnya dunia dan manusia dengan sadar membawa diri ke malapetaka yang disiapkan Anak Domba bagi orang-orang yang mengingkari jalan kebenaran. Di sini kita diajak untuk bersaksi dengan tulus hati, agar perlahan-lahan, jiwa-jiwa terjebak dalam ketamakan dunia itu menemukan jalan keselamatan.

Ada tokoh agama yang ditangkap aparat hukum karena korupsi. Ada imam dan biarawan yang diadili dan dipenjara bahkan dihukum mati karena telah melakukan kejahatan. Ada politisi Katolik yang mendukung undang-undang yang bertentangan dengan iman dan moral Katolik. Ada banyak peristiwa yang menggoncang iman orang-orang yang tulus mencari Tuhan. Di titik ini kita mesti mengambil sikap, apa yang harus kita perbuat untuk membantu mereka. Doa dan harapan kita letakkan di kaki Sang Anak Domba. Semoga ratapan-Nya tak disia-siakan Yerusalem baru, kita semua. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, jadikanlah kami pewarta keselamatanMu kepada semua orang yang tersesat di jalan kegelapan dunia. Amin!

(c) 2016 twm

firman

Mazmur Tanggapan (Mzm 149:1-6a.9b; R: Why 5:10)

Ref: Tuhan, Engkau telah membuat kami menjadi raja dan imam.

  1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
  2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
  3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.
 

Andaikata engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu! (Luk 19:41-44)

Pada waktu itu, ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangisinya, katanya, “Wahai Yerusalem, alangkah baiknya andaikan pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, musuhmu mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung dan menghimpit engkau dari segala jurusan. Dan mereka akan membinasakan dikau beserta semua pendudukmu. Tembokmu akan dirobohkan dan tiada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Sebab engkau tidak mengetahui saat Allah melewati engkau.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge