Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 32
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Senin, 7 November 2016
   
 

ALLAH ABRAHAM, ALLAH ISHAK DAN ALLAH YAKUB ADALAH ALLAH YANG HIDUP, SEBAB DI HADAPAN DIA SEMUA ORANG HIDUP

 
 
 
Tit 1:1-9 | Mzm 24:1-4b.5-6 | Luk 17:1-6

Angkatlah penatua-penatua seperti yang telah kupesankan kepadamu (Tit 1:1-9)

Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus, yang ditugaskan memelihara iman para pilihan Allah serta pengetahuan akan kebenaran, seperti nampak dalam ibadah kita; jadi berdasarkan pengharapan akan hidup kekal, yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, yang pada waktu yang ditetapkan-Nya telah menyatakan sabda-Nya dalam perwartaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita. Kepada Titus, anakku yang sejati dalam iman bersama; kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud, supaya engkau menyelesaikan apa yang masih harus diatur, dan supaya engkau mengangkat penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu. Penatua-penatua itu haruslah orang yang tak bercacat, yang mempunyai satu isteri saja, yang anak-anaknya hidup beriman, dan tidak dapat dituduh karena hidup tidak senonoh atau hidup tidak tertib. Sebab sebagai pengatur rumah Allah, seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah; melainkan suka memberi tumpangan dan suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri, dan berpegang pada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasehati orang berdasarkan ajaran itu, dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.

 

SEBAGAI negara demokrasi, Amerika Serikat masih menanggung dosa politik kekejaman terhadap suku-suku Indian, penduduk asli Amerika. Suku-suku ini mendekati tahap punah. Tak heran, kalau di lingkungan keturunan suku-suku ini, tumbuh kebencian dan kecurigaan terhadap orang-orang kulit putih. Pada musim semi 2005, Jim Miller, seorang pemimpin spiritual suku-suku Indian yang tersisa, berinisiatip menyelenggarakan acara "berkuda untuk rekonsiliasi" dari South Dakota ke tepi Sungai Minesota, di mana 38 pemimpin Indian digantung atas perintah Presiden Abraham Lincoln, pada tanggal 26 Desember 1862. Ia sadar, tanpa rekonsiliasi, tak ada damai sejati, baik di antara orang-orang Indian sendiri maupun dalam relasi dengan orang lain.

Pengampunan merupakan sebuah tema penting dan menjadi kebajikan iman yang sangat bernilai. Ketika Yesus menekankan pengampunan dalam pengajaran-Nya, Ia membangun sebuah pola iman yang membebaskan. Setiap kali seseorang mengampuni orang yang bersalah, ia membebaskan dirinya dari pembalasan dendam dan membebaskan orang lain dari dosa lain karena kecemasan dan ketakutan. Pada saat yang sama, ia memberi dirinya berkat karena kebajikannya sendiri sekaligus memberi peringatan kepada yang bersalah agar mengoreksi diri. Kesalahan jika dibalas dengan kesalahan hanya akan menciptakan lingkaran upaya saling menjatuhkan, sehingga gagal membangun keharmonisan.

Mungkinkah mengampuni seseorang tujuh kali sehari? Itu bukan perkara sederhana. Sebuah pengampunan membutuhkan korban diri yang besar. Ia harus mampu mengendalikan diri, menahan emosinya dan tidak tergoda untuk menghancurkan orang lain. Sekali sehari masih bisa, tetapi tujuh kali sehari untuk orang yang sama? Terlalu besar rasanya. Tetapi Yesus tetap mengajarkannya sebagai sebuah contoh, karena pengampunan itu sumber kebaikan yang lebih besar. Orang yang memetik buah-buah pengampunan akan berusaha melebarkan kebajikan itu sehingga menjadi nilai umum yang dihayati oleh banyak orang. Ketika semakin banyak orang menyadari hal tersebut, masyarakat akan berubah, karena yang kini menjadi orientasi hidup ialah kebaikan bersama. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, semoga kami selalu rela mengampuni sesama seperti Engkau sendiri mengampuni penganiaya diri-Mu. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 24:1-4b.5-6; R: 6)

Ref: Itulah angkatan yang mencari wajah-Mu, ya Tuhan.

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapkah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan.
  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, Penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
 

Jika saudaramu berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali kembali kepadamu dan berkata, ‘Aku menyesal’, engkau harus mengampuni dia (Luk 17:1-6)

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tak mungkin tidak akan ada penyesatan! Tetapi celakalah orang yang menyebabkannya. Lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dilemparkan ke dalam laut, daripada ia menyesatkan salah seorang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jika saudaramu berbuat dosa, tegurlah dia. Dan jika ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jika ia berbuat dosa terhadapmu tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata, ‘Aku menyesal,’ engkau harus mengampuni dia.” Lalu para rasul berkata kepada Tuhan, “Tambahlah iman kami!” Tetapi Tuhan menjawab, “Jika kalian memiliki iman sebesar biji sesawi, kalian dapat berkata kepada pohon ara ini, ‘Tercabutlah engkau dan tertanamlah di dalam laut.’ Maka pohon itu akan menurut perintahmu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge