Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
November 2016
  MASA BIASA PEKAN 31
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Jumat, 4 November 2016
  St. Karolus Boromeus, uskup
 

HARI INI TELAH TURUN KESELAMATAN ATAS RUMAH INI, KARENA ANAK MANUSIA MENCARI DAN MENYELAMATKAN YANG HILANG

 
 
 
Flp 3:17-4:1 | Mzm 122:1-5 | Luk 16:1-8

Kita menantikan Sang Penyelamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia (Flp 3:17-4:1)

Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka yang hidup seperti kami. Sebab seperti yang telah sering kukatakan kepadamu, dan kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang hidup sebagai musuh salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut, dan kemuliaan mereka ialah hal-hal aib, sedangkan pikiran mereka semata-mata tertuju ke perkara-perkara duniawi. Tetapi kita adalah warga Kerajaan Surga. Dari sana juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus, Sang Penyelamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, sesuai dengan kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Karena itu, saudara-saudaraku yang kukasihi dan kurindukan, sukacita dan mahkotaku, berdirilah dengan teguh dalam Tuhan!

 

BENDAHARA itu jelas seorang bajingan. Walaupun ia seorang pegawai, ia memiliki kuasa untuk mengatur harta benda majikannya. Menyadari, kalau kecurangannya sudah diketahui dan ia akan dipecat, ia melakukan tindakan cerdik lainnya. Ia memanipulasi pembukuan tuannya, sehingga pengutang memiliki kewajiban yang lebih ringan. Dengan itu ia mempunyai posisi tawar yang tinggi. Pertama, para pengutang ini akan berterima kasih kepadanya, karena kewajiban kredit mereka menurun. Kedua, ia melibatkan mereka dalam kejahatannya. Dengan itu mereka dalam posisi lemah yang akan mudah diperas kalau diperlukan. Pertanyaan kita, mengapa tuan itu memuji tindakan tak jujur pegawai ini?

Yesus bertolak dari realitas yang dihidupi manusia. Walaupun keselamatan merupakan nilai penting yang harus diperjuangkan, sebagai manusia orang menghabiskan banyak waktu, energi, perhatian dan kreativitas untuk memenuhi kebutuhan yang menyenangkan dirinya, seperti makanan yang enak, pakaian dan rumah yang indah dan mahal, kendaraan, peranan politik dan sebagainya. Dan ini dilakukan oleh orang-orang yang punya talenta tinggi. Dengan penjabaran itu, Yesus mengingatkan para murid, bahwa iman yang dianugerahkan Tuhan hanya akan berdaya guna dan menjadi berkat bagi banyak orang, andaikata kita mau mempersembahkan banyak waktu, energi, perhatian dan kreativitas, sebanyak orang-orang melaku- kannya untuk kebutuhan lain. Oleh usaha yang keras dan cerdik, orang tak jujur meraih keberhasilan. Orang beriman harus berusaha lebih keras dari itu untuk bisa menebarkan ragi keselamatan.

Ada orang yang pintar dan berpengaruh yang ditangkap. diadili dan dijatuhi hukuman karena melakukan korupsi, penyebaran narkoba, terlibat dalam mafia penyelundupan, dan sebagainya. Orang-orang ini bukan orang bodoh. Mereka cerdas dan tahu membangun jejaring kejahatannya. Orang-orang yang mengenal mereka mungkin terkaget-kaget dengan fakta menyedihkan tersebut. Lalu kita berandai-andai. Mengapa ia memanfaatkan keahliannya itu untuk kejahatan? Mengapa tidak untuk kebaikan, iman, moral, politik yang benar, dan sebagainya? Inilah realitas yang harus disadari oleh orang beriman. Kalau kegelapan begitu pandai, kita perlu berjuang lebih keras, agar kita bisa lebih pandai dan cerdik daripada kegelapan. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, doronglah kami untuk melakukan yang benar di mataMu, agar kami menjadi teladan kebenaran bagi sesama. Amin!

(c) 2016 twm

Mazmur Tanggapan (Mzm 122:1-5; R: 1)

Ref: Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita.

  1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, ”Mari kita pergi ke rumah Tuhan.” Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
  2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan
  3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalem ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.
 

Anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang (Luk 16:1-8)

Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “ Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Maka si kaya itu memanggil bendaharanya dan berkata, ‘Apakah yang telah kudengar tentang dirimu? Berilah pertanggungjawaban atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh bekerja sebagai bendahara lagi.’ Berkatalah bendahara itu dalam hatinya, ‘Apakah yang harus kuperbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan kuperbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang mau menampung aku di rumah mereka.’ Lalu ia memanggil satu demi satu orang yang berhutang kepada tuannya. Berkatalah ia kepada yang pertama, ‘Berapa besar utangmu pada tuanku?’ Jawab orang itu, ‘Seratus tempayan minyak.’ Lalu kata bendahara itu, ‘Inilah surat utangmu. Duduklah dan buatlah surat utang yang lain sekarang juga, lima puluh tempayan.’ Kemudian ia berkata kepada yang lain,’Dan, Saudara, berapa utangmu?’ Jawab orang itu, ‘Seratus pikul gandum.’ Katanya kepada orang itu, ‘Inilah surat utangmu. Buatlah surat utang lain, delapan puluh pikul.’ Bendahara yang tidak jujur itu dipuji tuannya, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge